Enam Federasi Sepak Bola Arab Dukung Presiden FIFA Gianni Infantino

Satria Putra Sejati • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 09:35 WIB
Presiden FIFA, Gianni Infantino.
Presiden FIFA, Gianni Infantino.

RADAR JOGJA - Para pimpinan enam federasi sepak bola Arab menyatakan dukungan penuh dan kepercayaan mereka terhadap Gianni Infantino pada hari Kamis, di saat presiden FIFA yang sedang terpojok itu berjuang mempertahankan jabatannya menyusul kegagalan rencana investasi swasta untuk Piala Dunia.

Dukungan tersebut datang dari Maroko (tuan rumah bersama Piala Dunia 2030), Qatar, Mesir, Mauritania, Lebanon, dan Sudan dimana empat di antara penandatangan pernyataan tersebut merupakan anggota Dewan FIFA.

"Kami, para pemimpin asosiasi sepak bola yang bertanda tangan di bawah ini, menyatakan dukungan penuh kami kepada Bapak Gianni Infantino, Presiden FIFA, serta menegaskan kembali kepercayaan kami terhadap kepemimpinan dan komitmen berkelanjutannya bagi pengembangan sepak bola di seluruh dunia," demikian bunyi pernyataan tersebut.

Baca Juga: Delapan Raperda Diusulkan, Aturan Pengelolaan Sampah Jadi Salah Satu Kebutuhan Mendesak

"Kami sangat menghargai upaya berkelanjutan Bapak Infantino dalam memajukan sepak bola secara global, memperluas peluang di semua kawasan, dan memperkuat peran olahraga ini dalam menyatukan berbagai kalangan dan komunitas."

Pernyataan itu menyebutkan bahwa para penandatangan berharap dapat melanjutkan kerja sama erat dengannya demi masa depan sepak bola dunia yang lebih kuat dan sejahtera, memperluas peluang, serta semakin meningkatkan kontribusi sepak bola Arab terhadap kancah sepak bola global.

Infantino menghadapi penolakan keras setelah rencananya untuk menjual sebagian hak kepemilikan Piala Dunia kepada investor ekuitas swasta mencuat.

Baca Juga: Fokus Pemkab Kebumen Tak Hanya Perkotaan, Jalan Perbatasan Kebumen-Wonosobo Diperhalus

Ia menarik kembali proposal senilai US$20 miliar tersebut setelah muncul reaksi kemarahan dari para pejabat sepak bola dunia, termasuk badan sepak bola Eropa (UEFA), yang telah memperingatkan kemungkinan boikot terhadap semua pertandingan dan acara FIFA.

UEFA bekerja sama dengan CONCACAF serta AFC dan mengeluarkan surat terbuka yang menyatakan bahwa rencana Infantino merupakan pelanggaran kepercayaan yang mendasar dan menyebutnya sebagai sebuah penipuan.

Sementara itu, pada hari Kamis, Asosiasi Sepak Bola Irlandia (FAI) menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah menarik dukungannya bagi Infantino untuk terpilih kembali sebagai presiden FIFA pada bulan Maret, dengan alasan bahwa peristiwa-peristiwa terkini telah menimbulkan kekhawatiran serius terkait tata kelola, transparansi, dan kurangnya konsultasi yang bermakna.

Baca Juga: Merapi Kembali Luncurkan Guguran Lava, Terjauh 1,9 Kilometer ke Arah Barat Daya

Federasi sepak bola Inggris dan Wales telah mengambil langkah serupa pekan lalu, sementara Irlandia Utara menyatakan dukungannya terhadap sikap UEFA.

Dengan menyatakan dukungan bagi Infantino, Qatar dan Lebanon mengambil sikap yang berbeda dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC). Akun Instagram resmi Infantino sebelumnya telah mengunggah surat-surat dukungan dari beberapa federasi anggota, termasuk Maroko, Qatar, dan Uni Emirat Arab.

Empat anggota Dewan FIFA yang turut menandatangani pernyataan tersebut adalah Presiden Asosiasi Sepak Bola Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, Presiden Asosiasi Sepak Bola Mesir Hany Abo Rida, Presiden Federasi Sepak Bola Maroko Fouzi Lekjaa, dan Presiden Federasi Sepak Bola Mauritania Ahmed Yahya.

Baca Juga: Bopda Kesetaraan di Gunungkidul di 2026 Naik Rp 341 Juta tapi Belum Dicairkan

Dua orang lainnya adalah Presiden Asosiasi Sepak Bola Lebanon Hashem Haidar dan Moatasem Gafar, Presiden Asosiasi Sepak Bola Sudan.

Pada hari Kamis itu pula, Patrice Motsepe, wakil presiden FIFA sekaligus presiden Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) menyatakan bahwa jika pihak lawan ingin menyingkirkan Infantino, mereka harus mengikuti prosedur dan menempuh jalur pemungutan suara.

"Jika ada pihak yang memiliki masalah dengan siapa pun, baik itu Gianni maupun orang lain, ikuti saja prosesnya, ikuti prosedur FIFA; sesederhana itu," ujar Motsepe.

Baca Juga: Wisuda Nasional Polbangtan dan PEPI, Cetak SDM Unggul Pertanian

"Jika Anda ingin menyingkirkannya, tempuhlah jalur pemilihan; biarkan 211 asosiasi anggota yang memutuskan. Lakukanlah itu, dan hasil pemungutan suara akan menunjukkan apakah mereka masih menaruh kepercayaan kepadanya atau tidak.

"Kita harus sangat berhati-hati. Pemilihan akan berlangsung tahun depan. Bukankah sebaiknya kita membiarkan proses tersebut berjalan?"

Infantino telah menjabat sebagai presiden FIFA sejak 2016 dan tampaknya akan terpilih kembali tanpa lawan pada pemilihan tahun depan di Maroko.

Baca Juga: Gandeng KWT dan Akademisi Bikin Green House Melon Hidroponik

FIFA telah menetapkan batas waktu hingga 18 November bagi para penantang untuk mengajukan diri.

Editor : Satria Putra Sejati
enam federasi sepak bola arab FIFA gianni infantino piala dunia