RADAR JOGJA - Belanda telah menunjuk legenda Barcelona, Xavi Hernandez, sebagai pelatih baru tim nasional menyusul pengunduran diri Ronald Koeman setelah kiprah yang mengecewakan di Piala Dunia 2026.
Xavi kembali melatih setelah dua tahun vakum dari dunia sepak bola usai pemecatannya sebagai pelatih Barca pada tahun 2024.
Ia telah menyepakati kontrak berdurasi empat tahun dengan Belanda dan dijadwalkan akan memimpin tim hingga Kejuaraan Eropa 2028 serta Piala Dunia 2030.
"Saya menganggapnya sebagai kehormatan besar bisa menjadi pelatih kepala tim nasional Belanda," ujar Xavi.
Baca Juga: Poffen Jogja Punya Rollcake Mocha Ovomaltine, Bolu Lembut dengan Sensasi Crunchy yang Bikin Nagih
"Sebagai seseorang yang ditempa di akademi Barca, dengan pengaruh kuat dari Johan Cruyff dan Rinus Michels, antara lain, saya merasa memiliki ikatan khusus dengan sepak bola Belanda," imbuhnya.
"Bisa dibilang saya adalah bagian dari produk sepak bola Belanda. Pelatih-pelatih hebat lainnya, terutama Louis van Gaal serta Frank Rijkaard, juga berperan penting dalam membentuk saya sebagai pemain dan pelatih," jelasnya.
Menariknya, Xavi juga pernah menggantikan Koeman di Barca saat ia mengambil alih posisi pelatih di Camp Nou pada tahun 2021, dan membawa klub asal Catalunya itu meraih gelar liga pertama dalam empat tahun pada musim berikutnya.
Ia bergabung dengan tim nasional Belanda setelah kiprah yang kurang memuaskan di Piala Dunia, di mana Tim Oranje tersingkir di babak 32 besar oleh Maroko di Amerika Utara pada musim panas ini.
Baca Juga: Ekonomi Kreatif Terus Tumbuh, DPRD Kebumen Dorong Perda dengan Pendekatan Hexahelix
"Belanda memiliki budaya sepak bola yang kaya dan visi yang jelas yang juga sangat menarik bagi saya: sepak bola menyerang yang mengandalkan penguasaan bola, serta penuh kreativitas, semangat, dan keyakinan," ujar Xavi.
"Tentu saja, tujuan terpenting adalah untuk meraih kemenangan, namun saya lebih memilih mencapainya dengan cara yang mencerminkan karakteristik tersebut dan dapat dinikmati oleh banyak orang," lanjutnya.
"Potensi untuk itu sudah ada, begitu pula fondasi yang kokoh untuk dikembangkan lebih lanjut. Saya sangat antusias untuk memulai tantangan ini bersama para pemain, staf, dan semua pihak di Federasi Sepak Bola Belanda," tegasya.
Setelah meraih kesuksesan sebagai pemain bersama Barcelona dan timnas Spanyol, Xavi beralih ke dunia kepelatihan dengan menangani klub Qatar, Al Sadd, pada tahun 2019.
Baca Juga: Orang Kepercayaan Ungkap Dokumen Tercecer Ternyata Dipegang Nany Widjaja
Berbekal kesuksesan besar di Qatar, di mana ia memenangkan tujuh trofi, Xavi kembali ke klub lamanya untuk menggantikan Koeman pada masa-masa sulit dalam sejarah terkini Barca.
Ia berhasil membalikkan keadaan di Camp Nou dengan membawa tim menjuarai LaLiga musim 2022-2023 dan Piala Super Spanyol (Supercopa) pada tahun 2023.
Namun, ia gagal mempertahankan kesuksesan tersebut dimana setelah menjalani musim 2023-2024 tanpa raihan trofi, posisinya digantikan oleh Hansi Flick.
Sejak saat itu, dikabarkan bahwa ia telah menerima tawaran dari berbagai klub maupun tim nasional, namun belum ada satu pun tawaran yang menarik minatnya.
Baca Juga: Baru Pertandingan Perdana, Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra: Wajar Ada Kesalahan
Dalam beberapa bulan terakhir, ia sempat menyatakan keinginan untuk berkecimpung di dunia sepak bola internasional, dan kini Belanda memberinya kesempatan tersebut saat ia melangkah ke tahap berikutnya dalam kariernya.
Editor : Satria Putra Sejati