JOGJA - Pemain anyar PSIM Jogja Marvin Loria, mengaku belum banyak mengetahui tentang klub barunya sebelum memutuskan berkarier di Indonesia. Pengetahuannya soal Laskar Mataram ketika itu sebatas pernah mendengar nama PSIM sebagai salah satu klub di Indonesia.
Namun, setelah berada di Jogja dan menjalani serangkaian latihan bersama tim, pandangan pemain asal Kosta Rika itu mulai berubah. Baru sekitar satu pekan berada di Indonesia, Loria mulai melihat secara langsung makna PSIM bagi lingkungan sepak bola di Jogja.
Loria mengatakan, dirinya sempat mencari tahu lebih banyak mengenai PSIM setelah mengetahui kemungkinan bergabung dengan klub yang bermarkas di Kota Jogja itu. Sebelumnya, dia hanya memiliki pengetahuan terbatas mengenai sepak bola Indonesia.
"Saya hanya pernah mendengar tentang mereka. Saya tidak tahu terlalu banyak. Tetapi yang pasti, mereka adalah klub besar di sini, di Indonesia," kata Loria, Rabu (12/8).
Pemain berusia 29 tahun itu sebelumnya juga sempat melihat sejumlah cuplikan pertandingan dan pemain Indonesia sebelum datang. Dari pengamatan awal tersebut, Loria menilai pemain Indonesia memiliki kualitas yang bagus.
Menurutnya, pemain lokal memiliki kondisi fisik yang baik dan kecepatan yang menjadi salah satu kekuatan. Penilaian tersebut didapatkannya setelah sekitar satu pekan menjalani latihan bersama skuad PSIM.
"Sebelum saya datang, saya melihat beberapa cuplikan dan beberapa pemain dari sini. Itu yang menjadi gambaran saya. Mereka benar-benar pemain yang bagus," ujarnya.
Kini, Loria mulai mendapatkan pengalaman langsung mengenai lingkungan PSIM. Sambutan dari rekan-rekan setim juga membuat proses adaptasinya berjalan lebih cepat.
Pengalaman baru tersebut sekaligus menjadi bagian dari perjalanan Loria yang untuk pertama kalinya berkarier di Asia. Sebelumnya, dia lebih banyak bermain di Kosta Rika dan Amerika Serikat, termasuk bersama Portland Timbers di Major League Soccer (MLS).
Baca Juga: Garis Pantai Mundur, Abrasi Pantai Trisik Kulon Progo Terancam Gulung Pemukiman dan Sentinel Cabai
Dia menyebut para pemain PSIM membuatnya merasa nyaman dan melihat skuad Laskar Mataram sebagai sebuah keluarga. Kondisi tersebut membuatnya tidak merasa terlalu asing meski baru pertama kali bermain di Asia.
"Semua rekan setim saya adalah orang-orang baik dan menyenangkan. Saya merasa sangat nyaman di sini. Kami adalah keluarga dan kami berusaha berjuang untuk semuanya," tutur Loria. (iza)