Pieter Huistra Masih Belum Puas PSS Sleman Kalahkan Kendal Tornado FC

Satria Putra Sejati • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 12:02 WIB
Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra. (Foto: Dokumentasi PSS Sleman)
Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra. (Foto: Dokumentasi PSS Sleman)

RADAR JOGJA - Kemenangan PSS Sleman atas Kendal Tornado FC dalam laga uji coba pramusim belum membuat Pieter Huistra sepenuhnya puas. Pelatih asal Belanda itu menilai Super Elang Jawa sudah menunjukkan karakter positif, tetapi masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah dari aspek teknis dan taktik.

PSS Sleman menang tipis 1-0 atas Kendal Tornado FC dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (8/8). Gol kemenangan Super Elja baru tercipta pada menit 90+3 melalui striker anyar Matheus Fornazari.

Bagi Huistra, hasil akhir bukan satu-satunya tolok ukur dalam pertandingan pramusim. Ia lebih menaruh perhatian pada bagaimana para pemain menerapkan karakter dan konsep permainan yang sedang dibangun.

Baca Juga: Lima Musim Perkuat PSS Sleman, Achmad Zidan Ar Rosyid Kini Perkuat Persela

“Menurut saya, dari sisi karakter, terutama energi yang kami tunjukkan di dalam pertandingan, sudah cukup baik. Namun, secara teknis dan taktik, kami masih bisa berkembang jauh lebih baik. Kami memang membuat banyak kesalahan, di pertandingan pertama musim ini,” ujar Huistra.

Meski masih menemukan sejumlah kekurangan, Huistra memberikan apresiasi terhadap energi yang ditunjukkan anak asuhnya sepanjang pertandingan.

Menurutnya, karakter tersebut menjadi modal penting bagi PSS untuk terus berkembang sebelum kompetisi Super League 2026/2027 dimulai.

Baca Juga: Registration Ban Persib Bandung Resmi Berakhir, Ini Alasan Pangeran Biru masuk Daftar FIFA Tersebut

Huistra memahami bahwa proses membangun sebuah tim tidak bisa berlangsung secara instan. Kesalahan dalam pertandingan justru menjadi bagian dari proses untuk menemukan bentuk permainan terbaik.

“Saya justru senang para pemain masih melakukan kesalahan. Sebab, jika sejak pertandingan pertama mereka sudah melakukan semuanya dengan benar, saya tidak akan punya banyak pekerjaan lagi,” imbuhnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Huistra tidak ingin terlalu cepat menilai kualitas tim hanya berdasarkan hasil pertandingan pramusim.

Baca Juga: Air Terjun Sri Gethuk: Wisata Suguhkan Gemericik Air dan Keasrian Alam Penawar Penat di Yogyakarta

Pelatih yang sebelumnya pernah menangani Borneo FC itu lebih memilih menjadikan setiap pertandingan sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas skuad.

PSS Sleman masih memiliki waktu untuk memperbaiki berbagai kekurangan sebelum menghadapi kompetisi resmi. Huistra pun menilai perjalanan menuju bentuk permainan ideal masih cukup panjang.

Salah satu fokus utama adalah mengurangi kesalahan teknis sekaligus meningkatkan pemahaman taktik para pemain.

Baca Juga: PSG vs Aston Villa, Luis Enrique Ingin Les Parisiens Awali Musim dengan Trofi UEFA Super Cup

Apalagi, Super Elja memiliki sejumlah wajah baru dalam skuad musim ini. Proses membangun chemistry dan menyatukan pemahaman antar pemain tentu membutuhkan waktu.

Karena itu, pertandingan uji coba menjadi sarana penting bagi Huistra untuk menguji komposisi pemain sekaligus melihat sejauh mana konsep permainan dapat diterapkan.

Kemenangan atas Kendal Tornado FC memang memberikan modal positif. Namun, Huistra tidak ingin PSS terlena dengan hasil tersebut.

Baca Juga: Waspada Narkotika, BNNP DIY Ajak Pelajar Nobar Film “MAJU: Jejak Pahit si Kembang Gula

Baginya, aspek yang lebih penting adalah perkembangan permainan dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya.

“Sekarang kami akan terus bekerja bersama, memperbaiki kesalahan-kesalahan tersebut, dan membuat tim ini menjadi lebih baik,” tegasnya.

Dengan persaingan Super League 2026/2027 yang semakin dekat, PSS dituntut segera menemukan bentuk permainan terbaik.

Baca Juga: Luis Enrique Tegaskan Ambisi PSG: Tak Berubah, Tetap Memburu Trofi

Kemenangan dalam laga uji coba bisa menjadi awal yang positif, tetapi konsistensi dan kemampuan memperbaiki kelemahan akan menjadi faktor yang jauh lebih menentukan.

Editor : Satria Putra Sejati
PSS PSS Sleman Super League pieter huistra Super Elja