RADAR JOGJA - Persib Bandung memastikan FIFA Registration Ban resmi dicabut secara permanen. Sanksi tersebut berkaitan dengan perkara lama antara Pangeran Biru dan mantan pelatih Robert Rene Alberts.
Kepastian itu disampaikan PT Persib Bandung Bermartabat melalui pernyataan resmi klub. FIFA menerbitkan surat bertanggal 11 Agustus 2026 dengan Ref. No. FDD-28859 yang menyatakan proses perkara terhadap Persib telah ditutup.
Dalam surat tersebut, FIFA menyebut keputusan itu diambil setelah menerima konfirmasi bahwa Robert Rene Alberts telah menerima pembayaran yang menjadi kewajiban Persib sesuai dengan keputusan yang menjadi dasar perkara.
Baca Juga: PSG vs Aston Villa, Luis Enrique Ingin Les Parisiens Awali Musim dengan Trofi UEFA Super Cup
Dengan demikian, larangan Pangeran Biru mendaftarkan pemain baru terkait perkara tersebut telah dicabut secara permanen. FIFA juga meminta PSSI segera mencabut larangan tersebut pada tingkat nasional.
Perkara yang menjadi dasar Registration Ban merupakan kasus lama terkait hubungan kontraktual Persib dengan Robert Rene Alberts pada 2022.
Setelah mengetahui adanya keputusan FIFA, manajemen langsung melakukan penelaahan dan mengambil langkah penyelesaian sesuai mekanisme yang berlaku.
Baca Juga: Waspada Narkotika, BNNP DIY Ajak Pelajar Nobar Film “MAJU: Jejak Pahit si Kembang Gula
"Alhamdulillah, kami bersyukur proses ini telah diselesaikan dengan baik. Setelah mengetahui adanya keputusan FIFA terkait perkara lama yang berkaitan dengan periode 2022, kami langsung menentukan langkah yang diperlukan dan menyelesaikan kewajiban pembayaran sesuai dengan mekanisme yang berlaku," demikian pernyataan manajemen Persib.
"FIFA kemudian secara resmi menyatakan proses perkara ini telah ditutup dan FIFA Registration Ban terkait perkara tersebut telah dicabut secara permanen."
Penyelesaian tersebut sekaligus menunjukkan komitmen Persib untuk menghormati keputusan regulator dan menjaga profesionalisme dalam pengelolaan klub.
Baca Juga: Luis Enrique Tegaskan Ambisi PSG: Tak Berubah, Tetap Memburu Trofi
Manajemen Persib menegaskan setiap persoalan yang muncul akan diselesaikan dengan pendekatan rasional, objektif, dan berdasarkan skala prioritas.
"Bagi kami, setiap keputusan regulator harus dihormati dan ditindaklanjuti secara bertanggung jawab. Ketika terdapat kewajiban yang harus diselesaikan, kami menentukan prioritas dan mengambil langkah yang diperlukan agar persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan baik," lanjut manajemen.
Persib juga menyatakan kepatuhan terhadap regulasi merupakan bagian penting dalam membangun klub profesional dan berkelanjutan.
Baca Juga: Barcelona Tolak Mentah-mentah Tawaran PSG untuk Ferran Torres Senilai Rp 820 Milyar
Dicabutnya Registration Ban menjadi kabar penting bagi Persib menjelang kompetisi Super League 2026/2027.
Setelah persoalan tersebut dinyatakan selesai, Persib kini dapat mengalihkan seluruh fokus pada persiapan tim menghadapi musim baru.
"Saat ini fokus kami adalah mempersiapkan tim menghadapi musim 2026/2027. Kami ingin seluruh energi dan perhatian klub diarahkan pada persiapan kompetisi, sehingga tim dapat tampil sebaik mungkin dan memberikan prestasi yang membanggakan bagi Bobotoh," ujar manajemen.
Baca Juga: Manchester United vs Leeds: Mason Mount Diragukan Tampil karena Cedera
Persib juga menyampaikan apresiasi kepada Bobotoh yang tetap memberikan kepercayaan dan dukungan selama proses penyelesaian perkara.
Dengan FIFA menyatakan perkara telah ditutup dan Registration Ban dicabut secara permanen, Persib kini menatap musim 2026/2027 tanpa lagi terbebani sanksi pendaftaran pemain yang berasal dari perkara tersebut.
Manajemen pun menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kepatuhan regulasi dan tata kelola klub demi membawa Persib menjadi klub yang semakin profesional dan berkelanjutan.
Baca Juga: Lisandro Martinez Kembali, Skuad Manchester United Makin Lengkap Jelang Hadapi Leeds
Editor : Satria Putra Sejati