RADAR JOGJA - Presiden LaLiga, Javier Tebas, menyatakan bahwa Gianni Infantino sedang menghancurkan esensi sepak bola dan meyakini masa jabatannya sebagai presiden FIFA telah berakhir.
Infantino menghadapi badai kritik menyusul kegagalan rencananya untuk mencari investasi swasta bagi perusahaan yang akan mengelola kompetisi FIFA serta menjual saham Piala Dunia kepada investor swasta.
FIFA kemudian mengumumkan tidak akan melanjutkan rencana tersebut, dan pada hari Rabu, Infantino meminta maaf kepada asosiasi-asosiasi nasional atas cara rencana itu disusun.
Berbagai asosiasi, seperti UEFA dan Football Association (FA), telah mendesak Infantino untuk mundur.
Baca Juga: Jose Mourinho Terkait Kondisi Fisik Bernardo Silva: Harus Ada Peningkatan
Tekanan semakin meningkat pekan ini ketika UEFA mengonfirmasi adanya pembayaran uang pesangon kepada seorang karyawan perempuan yang diduga pernah menjalin hubungan dengan Infantino saat ia menjabat sebagai sekretaris jenderal organisasi tersebut, tuduhan yang dibantah oleh Infantino.
Tebas, yang menjabat sebagai presiden LaLiga sejak 2013, menjadi sosok terbaru yang mendesak presiden FIFA untuk mundur dan berpendapat bahwa posisinya kini tidak lagi dapat dipertahankan.
"Bagi saya, masa Gianni Infantino sudah lama berlalu," kata Tebas, dikutip dari Le Monde.
Baca Juga: Hampir 1.000 Senjata Ditemukan di Sekolah Swasta Jaksel, Polisi Selidiki Asal-usul Temuan
"Saya mengatakan ini bukan karena peristiwa baru-baru ini; saya sudah lama memperhatikan gaya manajemen seperti ini, meskipun orang lain tampaknya baru menyadarinya sekarang.
"Gianni Infantino bukanlah sosok yang berkontribusi pada pertumbuhan sepak bola. Sebaliknya, proyek-proyeknya justru menghancurkan esensi olahraga ini: liga-liga nasional.
"Sepak bola tidak terbatas pada kalangan elite saja. Bagi saya, era Infantino sudah berakhir.
Baca Juga: Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas Guguran, Jarak Capai 2 Kilometer ke Arah Barat Daya
"Yang perlu kita lihat sekarang adalah kapan hal itu akan terjadi dan bagaimana proses suksesi akan berlangsung. Saya berharap ini bukan sekadar pergantian orang, melainkan sebuah perombakan yang sesungguhnya."
FIFA mengecam para pengkritik Infantino dan menuduh mereka berusaha melemahkan otoritasnya agar ia lengser tanpa melalui proses pemilihan ulang yang semestinya, sementara asosiasi sepak bola Meksiko dan Argentina menyatakan dukungan mereka kepadanya.
Ancaman boikot Piala Dunia dari pihak Eropa masih tetap berlaku meskipun Infantino telah meminta maaf; Tebas menambahkan: "Apa yang terjadi saat ini tidak mengejutkan saya.
Baca Juga: Pangkat Kadinas Lebih Rendah, Pejabat Dinpar DIY Bisa Bedol Desa, ASN Sindir: Kaya Ora Ana Liyane
"Yang justru mengejutkan saya adalah reaksi banyak orang yang selama bertahun-tahun memilih untuk diam.
"Peristiwa ini hanyalah puncak gunung es dari apa yang selama ini terjadi di dalam sebuah institusi, maupun dalam dunia sepak bola secara lebih luas, di mana tidak ada kebijakan tata kelola yang nyata. Masalahnya pun tidak terbatas pada satu orang saja, melainkan menyangkut keseluruhan sistem.
"Sistem lama bisa terus bertahan meskipun orang-orang di dalamnya berganti. Mari kita berharap akan ada perubahan nyata, hadirnya pemimpin baru, serta terbentuknya tata kelola yang baru di FIFA."
Baca Juga: "Ngonten" di Medsos, Populerkan Potensi Kuliner dan UMKM Lokal
Editor : Satria Putra Sejati