RADAR JOGJA - Chelsea menutup rangkaian tur pramusim di Asia dengan hasil kurang memuaskan. The Blues ditahan imbang Johor Darul Ta'zim (JDT) 3-3 di Stadion Sultan Ibrahim, Malaysia, Minggu (9/8).
Hasil tersebut terasa kontras jika dibandingkan dengan penampilan Chelsea sehari sebelumnya. Saat menghadapi AC Milan di Jakarta, pasukan Xabi Alonso tampil dominan dan menang telak 3-0. Namun, ketika menghadapi JDT dengan komposisi yang lebih banyak dirotasi, The Blues justru kesulitan mempertahankan keunggulan dan harus puas berbagi angka.
Pertandingan melawan JDT sekaligus menjadi penutup tur Australia dan Asia Chelsea. Sepanjang tur, Alonso mendapatkan kesempatan untuk menguji berbagai kombinasi pemain sekaligus membangun identitas permainan yang diinginkannya.
Baca Juga: Liverpool Kembali Buang Keunggulan 2 Gol, Babak Kedua Jadi PR Besar Iraola
Chelsea tidak menjalani pertandingan dengan mudah. JDT mampu memberikan perlawanan dan beberapa kali memanfaatkan ruang di belakang pertahanan The Blues.
Chelsea kemudian mendapatkan keuntungan melalui eksekusi penalti Liam Delap. Penyerang tersebut mencetak dua gol dari titik putih dan sempat membawa Chelsea berada dalam posisi unggul.
Arif Aiman menjadi salah satu pemain yang memberikan ancaman bagi pertahanan Chelsea. Tuan rumah kemudian mampu mencetak gol melalui Óscar Arribas, sebelum Bergson membawa JDT berbalik unggul 3-2.
Baca Juga: Hasil Arsenal vs Dortmund 2-3: The Gunners Tumbang di Emirates Cup 2026
Chelsea akhirnya terhindar dari kekalahan setelah tercipta gol bunuh diri pada menit ke-89. Skor 3-3 bertahan hingga pertandingan berakhir.
Hasil di Malaysia menjadi kontras tajam dengan penampilan Chelsea ketika menghadapi AC Milan di Jakarta.
Chelsea tampil jauh lebih solid dalam pertandingan tersebut dan menang 3-0. Joao Pedro mencetak dua gol, sementara satu gol lainnya disumbangkan Moisés Caicedo. Milan bahkan kesulitan memberikan ancaman serius sepanjang pertandingan.
Baca Juga: Hasil Manchester City vs Atletico Madrid: Marmoush Brace, The Citizens Comeback
Kemenangan tersebut sempat memberikan gambaran positif mengenai perkembangan Chelsea di bawah Alonso.
Namun, hasil melawan JDT menunjukkan bahwa kedalaman skuad masih menjadi faktor penting. Ketika sejumlah pemain utama diistirahatkan dan rotasi dilakukan, intensitas permainan Chelsea tidak terlihat setajam ketika menghadapi Milan.
Perjalanan pramusim Chelsea bersama Alonso memang berjalan penuh warna.
Baca Juga: Dari Pataka Keraton hingga Jadi Identitas Gunungkidul, Ini Makna Podhang Ngisep Sari
Pada laga pertama melawan Western Sydney Wanderers, Chelsea terlibat dalam pertandingan dengan 10 gol dan menang 6-4. Joao Pedro menjadi sorotan setelah mencetak hattrick hanya dalam sembilan menit.
Setelah pertandingan tersebut, Chelsea terus mendapatkan kesempatan untuk menguji sistem dan komposisi pemain sebelum akhirnya meraih kemenangan meyakinkan atas AC Milan.
Namun, laga melawan JDT kembali memperlihatkan sisi lain Chelsea. Tim asal Malaysia tersebut mampu mencetak tiga gol dan memanfaatkan beberapa situasi transisi dengan baik.
Baca Juga: PKB Targetkan 6.400 Anak Muda, Seluruh Sekretaris DPC PKB se-DIY Dirancang Diisi Kader Perempuan
Artinya, meski Chelsea memperlihatkan perkembangan dalam aspek menyerang, pekerjaan rumah di sektor pertahanan dan konsistensi permainan masih perlu diselesaikan Alonso.
Bagi Alonso, hasil imbang 3-3 bukan alasan untuk langsung menganggap pramusim Chelsea berjalan buruk.
Justru pertandingan seperti melawan JDT memberikan informasi penting mengenai kualitas seluruh anggota skuad. Pelatih asal Spanyol itu perlu mengetahui pemain mana yang mampu mempertahankan standar permainan ketika diberi kesempatan tampil.
Baca Juga: DLH Kabupaten Bantul Ambil Sampel 14 Mata Air untuk Pastikan Kualitas Tetap Terjaga
Tur pramusim memang bukan hanya tentang hasil akhir. Namun, ketika Chelsea memasuki musim Premier League 2026/2027, konsistensi akan menjadi faktor yang jauh lebih penting.
Kemenangan 3-0 atas Milan menunjukkan Chelsea memiliki potensi untuk tampil dominan melawan tim besar Eropa. Sebaliknya, hasil 3-3 melawan JDT menjadi pengingat bahwa The Blues masih perlu memperbaiki organisasi pertahanan dan menjaga konsentrasi selama 90 menit.
Dengan demikian, Chelsea menutup tur Asia dengan catatan campuran. Ada kemenangan meyakinkan atas Milan dan penampilan ofensif impresif melawan Western Sydney, tetapi hasil melawan JDT menunjukkan masih ada aspek yang harus dibenahi sebelum musim kompetisi resmi dimulai.
Baca Juga: Ganggu Ketentraman, 10 Motor Berknalpot Brong di Kebumen Diamankan Polisi
Bagi Alonso, pekerjaan berikutnya bukan lagi sekadar mencari kemenangan dalam laga uji coba. Ia harus memastikan Chelsea mampu membawa energi, struktur permainan, dan konsistensi yang sama ketika menghadapi tuntutan kompetisi resmi.
Editor : Satria Putra Sejati