Liverpool Kembali Buang Keunggulan 2 Gol, Babak Kedua Jadi PR Besar Iraola

Satria Putra Sejati • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 23:31 WIB
Liverpool takluk dari AS Monaco dalam laga pramusim di Anfield.
Liverpool takluk dari AS Monaco dalam laga pramusim di Anfield.

RADAR JOGJA - Liverpool kembali menunjukkan masalah yang sama dalam pertandingan pramusim. Setelah sebelumnya kehilangan keunggulan dua gol saat menghadapi Leeds United, The Reds kembali mengalami situasi serupa ketika menjamu AS Monaco di Anfield, Minggu (9/8) petang.

Liverpool sempat tampil meyakinkan dan mengakhiri babak pertama dengan keunggulan 2-0 melalui gol Alexander Isak dan Florian Wirtz. Namun, performa tersebut berubah drastis setelah turun minum.

Monaco bangkit dan mencetak tiga gol melalui Aleksandr Golovin, Mika Biereth, dan Paris Brunner untuk membalikkan keadaan menjadi 3-2. Gol Brunner pada menit ke-88 sekaligus memastikan kemenangan tim tamu.

Baca Juga: Hasil Arsenal vs Dortmund 2-3: The Gunners Tumbang di Emirates Cup 2026

Hasil ini membuat persoalan Liverpool pada babak kedua kembali menjadi sorotan. Sebelumnya, The Reds juga sempat unggul 2-0 atas Leeds United sebelum akhirnya kalah 2-4.

Liverpool sebenarnya menunjukkan performa impresif pada 45 menit pertama. Isak membuka keunggulan pada menit ke-16 sebelum Wirtz menggandakannya beberapa menit kemudian.

Dominasi tersebut membuat Liverpool terlihat berada dalam posisi nyaman. Namun, setelah jeda, pertandingan berubah menjadi milik Monaco.

Baca Juga: Hasil Manchester City vs Atletico Madrid: Marmoush Brace, The Citizens Comeback

Gol Golovin pada menit ke-44 memang tercipta sebelum turun minum, tetapi momentum kebangkitan Monaco semakin kuat pada babak kedua. Biereth kemudian menyamakan kedudukan sebelum Brunner memastikan comeback pada menit ke-88.

Memang, pertandingan melawan Monaco masih berstatus laga uji coba. Karena itu, hasil akhir tidak seharusnya menjadi satu-satunya ukuran terhadap perkembangan Liverpool.

Namun, pola kehilangan keunggulan dalam dua pertandingan berturut-turut tetap layak menjadi perhatian.

Baca Juga: Dari Pataka Keraton hingga Jadi Identitas Gunungkidul, Ini Makna Podhang Ngisep Sari

Liverpool sebelumnya kalah 2-4 dari Leeds setelah juga memimpin dua gol pada babak pertama. Kini, skenario tersebut kembali terjadi di Anfield ketika Monaco mampu membalikkan kedudukan.

Bagi Iraola, kondisi ini menjadi kesempatan untuk mengevaluasi bagaimana tim mempertahankan intensitas, konsentrasi, dan struktur permainan ketika memasuki babak kedua.

Apalagi, musim Premier League 2026/2027 sudah semakin dekat. Liverpool tentu tidak ingin kebiasaan kehilangan momentum setelah unggul menjadi masalah yang terbawa ke kompetisi resmi.

Baca Juga: PKB Targetkan 6.400 Anak Muda, Seluruh Sekretaris DPC PKB se-DIY Dirancang Diisi Kader Perempuan

Di tengah kekalahan tersebut, terdapat sejumlah hal positif yang bisa diambil Liverpool.

Alexander Isak mampu mencetak gol dan menunjukkan ketajamannya di lini depan. Sementara itu, Florian Wirtz kembali mencatatkan namanya di papan skor.

Kombinasi keduanya menjadi salah satu modal menarik bagi Liverpool menyambut musim baru. Namun, produktivitas lini depan perlu diimbangi dengan kemampuan mempertahankan keunggulan.

Baca Juga: DLH Kabupaten Bantul Ambil Sampel 14 Mata Air untuk Pastikan Kualitas Tetap Terjaga  

Sebab, mencetak dua gol pada babak pertama akan kehilangan maknanya jika tim tidak mampu mengelola pertandingan hingga peluit akhir.

Kekalahan dari Monaco menjadi pertandingan kandang pertama Iraola sebagai pelatih Liverpool. Debut di Anfield tersebut akhirnya berakhir mengecewakan, meski babak pertama memberikan banyak harapan.

Iraola kini memiliki pekerjaan penting untuk menemukan solusi terhadap persoalan tersebut sebelum kompetisi resmi dimulai.

Baca Juga: Ganggu Ketentraman, 10 Motor Berknalpot Brong di Kebumen Diamankan Polisi

Liverpool tidak hanya membutuhkan kemampuan untuk bermain agresif dan mencetak gol. Mereka juga harus mampu mengontrol pertandingan ketika berada dalam posisi unggul.

Jika persoalan tersebut kembali muncul pada musim kompetisi, keunggulan dua gol bukan lagi menjadi jaminan kemenangan.

Untuk sementara, babak kedua menjadi pekerjaan rumah terbesar Liverpool. Kekalahan dari Leeds dan Monaco memberikan peringatan bahwa The Reds harus belajar menjaga keunggulan, mempertahankan intensitas, serta tetap disiplin hingga menit terakhir.

Baca Juga: Dua Karhutla Terjadi Beruntun di Karanggayam dan Alian, Hanguskan 2,25 Hektare Lahan

Editor : Satria Putra Sejati
pramusim liverpool The Reds as monaco Andoni Iraola