Cetak Gol Perdana PSS Sleman, Matheus Fornazari Rayakan dengan Selebrasi ala Gyökeres

Fahmi Fahriza • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 21:50 WIB
Laga uji coba PSS Sleman vs Kendal Tornado FC di MagIS Sabtu (8/8/2026) malam.
Laga uji coba PSS Sleman vs Kendal Tornado FC di MagIS Sabtu (8/8/2026) malam.
 
SLEMAN - Matheus Fornazari langsung menjadi sorotan dalam laga launching PSS Sleman. Penyerang anyar Super Elja asal Brasil tersebut mencetak gol penentu kemenangan 1-0 atas Kendal Tornado FC di Maguwoharjo International Stadium (MagIS), Sabtu (8/8/2026) malam.
 
Gol tersebut tercipta pada menit 90+3. Menerima umpan dari Kim Kurniawan di dalam kotak penalti, Fornazari melepaskan tendangan keras menggunakan kaki kanannya yang tidak mampu dihentikan lini pertahanan Kendal Tornado.
 
Gol tersebut sekaligus menjadi momen penting bagi penyerang dengan tinggi badan 203cm itu setelah bergabung dengan PSS Sleman. Menariknya, Fornazari merayakan gol tersebut dengan selebrasi yang terinspirasi dari penyerang asal Swedia, Viktor Gyökeres.
 
 
Sebagai konteks, selebrasi itu dilakukan dengan cara menyatukan dan menyilangkan jari-jari kedua tangan di depan mulut serta hidung hingga menyerupai bentuk topeng atau masker, sambil menatap tajam ke arah penonton.
 
Fornazari mengaku Gyökeres memang menjadi salah satu pemain yang menginspirasinya. Ia cukup sering menyaksikan permainan Gyökeres ketika masih memperkuat Sporting CP di Portugal. Apalagi, keduanya juga sama-sama berposisi sebagai penyerang.
 
"Dia adalah pemain yang menginspirasi saya. Ketika dia bermain di Sporting, saya selalu menyaksikan pertandingannya, termasuk karena gaya bermainnya," kata Fornazari.
 
Ia mengakui tidak mudah meniru gaya permainan Gyökeres. Namun, untuk urusan selebrasi, Fornazari sengaja mengadopsinya ketika berhasil mencetak gol.
 
"Saya terkadang mencoba meniru gayanya, meskipun sangat sulit. Tetapi ketika mencetak gol, saya selalu melakukan selebrasi seperti itu dan merasa senang,” ujarnya.
 
Selain mencetak gol, Fornazari juga berbicara mengenai proses adaptasinya bersama PSS Sleman. Pemain yang sebelumnya bermain di Thailand tersebut merasa tidak mengalami kendala berarti, terutama karena kondisi cuaca di Indonesia relatif tidak jauh berbeda dengan Thailand.
 
 
“Kalau untuk saya, sudah cukup terbiasa. Bagaimanapun, hal yang paling sulit bagi pemain adalah temperatur. Saya sebelumnya bermain di Thailand dan kondisinya hampir sama. Soal makanan juga tidak ada masalah,” tutur Fornazari.
 
Meski demikian, Fornazari mengaku masih belum banyak mencoba makanan khas Indonesia karena baru menjalani periode awalnya di Sleman. Ia memilih melakukannya secara bertahap seiring proses adaptasinya di lingkungan baru.
 
Kemenangan atas Kendal Tornado menjadi hasil positif bagi PSS dalam laga uji coba pertama sekaligus pertandingan yang menandai dimulainya rangkaian persiapan menuju Super League 2026/2027. (iza)
Editor : Winda Atika Ira Puspita
matheus fornazari launching PSS Sleman Gyökeres selebrasi kemenangan