PM Kanada Tidak Lagi Percaya pada Presiden FIFA Gianni Infantino

Satria Putra Sejati • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 10:39 WIB
ilustrasi Donald Trump dan Presiden FIFA Gianni Infantino
ilustrasi Donald Trump dan Presiden FIFA Gianni Infantino

RADAR JOGJA - Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengatakan bahwa ia tidak lagi menaruh kepercayaan kepada Presiden FIFA Gianni Infantino.

Hal ini menambah tekanan yang kian membesar terhadap pemimpin sepak bola tersebut setelah rencananya untuk menjual saham Piala Dunia, yang kemudian dibatalkan dan memicu reaksi keras secara global.

Carney menyatakan bahwa Infantino melakukan kegagalan tata kelola yang fatal karena tidak berkonsultasi dengan para penasihat senior, termasuk kepala operasional (COO) dan anggota dewan FIFA.

Baca Juga: Juara Premier League Arsenal Takluk di Tangan Real Betis Meski Mainkan Tim Inti

"Itu seharusnya dianggap fatal," ujar Carney. "Saya jelas tidak menaruh kepercayaan kepada Tuan Infantino," imbuhnya.

Kanada menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia 2026 dengan Amerika Serikat dan Meksiko, dan Carney sempat tampil mendampingi Infantino dalam beberapa acara turnamen tersebut.

Komentar Carney muncul beberapa hari setelah Infantino membatalkan usulan tersebut menyusul penentangan keras dari UEFA, federasi sepak bola nasional, dan penasihat senior FIFA.

Baca Juga: Xabi Alonso Mengaku Senang Mudryk Kembali Bermain untuk Chelsea setelah Sanksi Doping

Infantino sebelumnya mengusulkan pembentukan perusahaan senilai US$20 miliar untuk mengelola Piala Dunia bersama investor swasta, termasuk keluarga Kushner, namun langkah ini menuai kecaman.

Perdana Menteri Inggris Andy Burnham Minggu lalu menyebut Infantino sebagai orang yang tidak tepat untuk memimpin sepak bola dunia.

FIFA tidak segera menanggapi permintaan komentar terkait hal ini.

Baca Juga: Newcastle United Tunjuk Matthis Jaissle sebagai Pelatih Kepala, Gantikan Eddie Howe yang Pergi

Sebanyak 55 asosiasi anggota UEFA telah sepakat untuk memboikot Piala Dunia dan kompetisi FIFA lainnya jika rencana tersebut dilanjutkan, sementara Concacaf dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) juga menyatakan penolakan.

Meskipun Infantino telah membatalkan rencananya, UEFA menyatakan akan bekerja sama dengan konfederasi lain untuk memastikan usulan serupa tidak akan terjadi lagi.

Walaupun Infantino masih mendapat dukungan dari beberapa asosiasi anggota, termasuk tuan rumah Piala Dunia 2022 Qatar, komentar Carney menambah daftar kritik terhadap tata kelola FIFA.

Baca Juga: JAWA POS - RADAR JOGJA, EDISI KAMIS, 6 AGUSTUS 2026

Sebelumnya pada hari Rabu, Infantino mengadakan pertemuan darurat FIFA di Rabat, Maroko, di tengah tekanan yang meningkat terkait posisinya sebagai presiden FIFA. Ia terlihat menghadiri pertandingan Piala Afrika Wanita pada hari yang sama.

Pada hari Selasa, presiden federasi sepak bola Yordania mengkritik Infantino dan menyebut kegagalan FIFA dalam membayar hak negara tersebut, atas keberhasilan mencapai final Piala Arab FIFA Desember lalu, sebagai bentuk pemerasan.

Pemilihan presiden FIFA berikutnya dijadwalkan berlangsung pada bulan Maret di Rabat. Para kandidat memiliki waktu hingga 18 November untuk mendaftarkan diri dalam pemilihan tersebut.

Baca Juga: Pangkat Baru IV/a, Atik Sudarmi Promosi Kadispar DIY, Persyaratan di Pemprov Minimal Harus IV/b

Editor : Satria Putra Sejati
mark carney perdana menteri kanada FIFA gianni infantino