RADAR JOGJA - Newcastle United telah mengonfirmasi penunjukan Matthias Jaissle sebagai pelatih kepala baru klub menyusul kepergian Eddie Howe.
Mantan pelatih Al Ahli berusia 38 tahun itu yang telah bertemu dengan para pemain di kamp pelatihan pramusim di La Manga, Spanyol, pada akhir pekan lalu telah mulai bekerja setelah seluruh dokumen terkait rampung diselesaikan.
Newcastle dilaporkan telah membayar kompensasi dalam jumlah besar kepada Al Ahli, yakni lebih dari £9 juta (Rp 217 milyar), untuk mendapatkan jasa Jaissle dengan kontrak berdurasi empat tahun.
Baca Juga: Nany Widjaja Wajib Pertanggungjawabkan Rp 21,4 miliar Uang Perusahaan
Kedatangannya terjadi hanya 18 hari sebelum pertandingan pembuka Newcastle di musim baru Premier League melawan Liverpool di St James' Park pada 23 Agustus.
"Merupakan suatu kehormatan luar biasa bisa menjadi pelatih kepala Newcastle United," ujar Jaissle dalam pernyataan resmi klub.
"Ini adalah salah satu klub terbesar dalam sepak bola Eropa, dengan sejarah, identitas, dan basis pendukung yang unik; saya sangat antusias untuk merasakan langsung semangat dan ikatan tersebut," imbuhnya.
Baca Juga: JAWA POS - RADAR JOGJA, EDISI KAMIS, 6 AGUSTUS 2026
"Ketika Newcastle United datang memanggil, Anda pasti akan menaruh perhatian. Ambisi klub, visi masa depan, dan peluang yang ada menjadikan tempat ini sangat menarik. Saya telah mengikuti perjalanan klub ini dengan saksama dalam beberapa tahun terakhir, dan kemajuan yang telah dicapai terlihat jelas bagi semua orang," jelasnya.
Jaissle tiba di St James' Park dengan rekam jejak yang menjanjikan, setelah membawa RB Salzburg meraih gelar juara Liga Austria secara berturut-turut sebelum pindah ke Saudi Pro League pada tahun 2023 dan memenangkan gelar Liga Champions Asia berturut-turut bersama Al Ahli.
Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi, pemilik mayoritas Newcastle, membeli saham pengendali di empat klub Pro League, termasuk Al Ahli pada tahun 2023.
Baca Juga: Pangkat Baru IV/a, Atik Sudarmi Promosi Kadispar DIY, Persyaratan di Pemprov Minimal Harus IV/b
"Matthias adalah salah satu pelatih muda paling menarik dan sangat disegani di dunia sepak bola, dan saya sangat senang menyambutnya di Newcastle United," kata CEO Newcastle, David Hopkinson.
"Kami telah menjalani proses seleksi yang menyeluruh, dan ia muncul sebagai kandidat yang paling tepat untuk peran ini. Dia memiliki semua kualitas yang kami cari," tegasnya.
Jaissle memikul tanggung jawab besar di Tyneside menyusul keputusan Howe untuk mundur dari jabatannya pada hari Jumat, setelah hampir lima tahun memimpin.
Baca Juga: Hasil Chelsea vs Juventus: Edon Zhegrova Bawa Bianconeri Taklukkan The Blues
Mantan manajer Bournemouth itu mulai memimpin tim pada November 2021, hanya beberapa minggu setelah konsorsium Amanda Staveley merampungkan pengambilalihan klub; berkat suntikan dana yang signifikan, ia berhasil menyelamatkan The Magpies dari ancaman degradasi Liga Premier.
Dalam prosesnya, ia memulihkan ikatan antara penggemar dan klub serta menumbuhkan optimisme yang berbuah manis dimana kembalinya klub ke Liga Champions dan raihan trofi domestik utama pertama dalam 70 tahun saat menjuarai Carabao Cup pada Maret 2025.
Namun, Howe hengkang setelah musim 2025/26 yang sulit, musim yang sudah terganggu bahkan sebelum pertandingan pertama dimulai akibat kepindahan Alexander Isak ke Liverpool.
Baca Juga: UMY Dorong Pengembangan AI di Bidang Kesehatan yang Berorientasi pada Pasien
Kepergian Kieran Trippier, Anthony Gordon, dan Sandro Tonali pada musim panas ini, serta kabar mengenai kemungkinan hengkangnya kapten Bruno Guimaraes ke Arsenal, membuat kondisi skuad menjadi tidak menentu.
Pertandingan pertama Jaissle sebagai manajer Newcastle adalah laga persahabatan pramusim melawan Valencia di Mestalla pada 9 Agustus.
"Saya sangat antusias menyongsong masa depan," ujar Jaissle. "Saya sangat meyakini proyek ini, ambisi, serta arah yang dituju klub ini tanpa keraguan sedikit pun," imbuhnya.
Baca Juga: UMY Dorong Pengembangan AI di Bidang Kesehatan yang Berorientasi pada Pasien
"Ada visi yang jelas, kepemimpinan yang kuat, dan landasan luar biasa untuk membangun masa depan," pungkasnya.
Editor : Satria Putra Sejati