RADAR JOGJA - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyatakan dukungannya kepada Gianni Infantino untuk kembali memimpin FIFA pada periode berikutnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Erick melalui akun Instagram pribadinya sebagai bentuk apresiasi atas komitmen FIFA dalam mendukung transformasi sepak bola Indonesia selama beberapa tahun terakhir.
Menurut Erick, Indonesia telah merasakan secara langsung berbagai bentuk dukungan yang diberikan FIFA di bawah kepemimpinan Gianni Infantino.
Mulai dari program pengembangan sepak bola, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga pendampingan yang dinilai mampu mempercepat proses transformasi sepak bola nasional.
Baca Juga: Jalanan Sleman Tak Lagi Aman? Begal di Pakem Rampas Motor hingga Dompet Korban
Selain itu, Erick juga menyoroti kepercayaan FIFA yang telah memberikan kesempatan kepada Indonesia untuk menjadi tuan rumah sejumlah ajang internasional.
Setelah sukses menggelar FIFA World Cup U-17 2023, Indonesia kembali dipercaya menjadi penyelenggara FIFA Series 2026 dan FIFA ASEAN Cup 2026.
"Indonesia telah merasakan langsung komitmen Presiden FIFA Gianni Infantino dalam mendukung transformasi sepak bola nasional. Dari berbagai program pengembangan, peningkatan kapasitas, pendampingan FIFA yang membantu mempercepat transformasi sepak bola Indonesia hingga kepercayaan untuk Indonesia menggelar kompetisi level dunia seperti FIFA World Cup U-17 2023, FIFA Series 2026 dan FIFA ASEAN Cup 2026," tulis Erick Thohir.
Erick menilai hubungan yang terjalin antara PSSI dan FIFA selama ini dibangun melalui kolaborasi yang kuat serta kepercayaan yang terus berkembang.
Baca Juga: Jalanan Sleman Tak Lagi Aman? Begal di Pakem Rampas Motor hingga Dompet Korban
Atas dasar itu, PSSI menyatakan dukungan kepada Infantino untuk kembali memimpin badan sepak bola dunia tersebut.
"Dengan kolaborasi yang kuat dan kepercayaan yang telah dibangun selama ini, kami di PSSI menyatakan dukungan kepada Gianni Infantino untuk kembali memimpin FIFA pada periode berikutnya," lanjut Erick.
Menteri BUMN itu berharap FIFA di bawah kepemimpinan Infantino dapat terus menjadi organisasi yang melayani seluruh asosiasi anggota secara setara.
Ia juga meyakini FIFA akan terus memperkuat solidaritas antarnegara sekaligus mendorong perkembangan sepak bola agar memberikan dampak positif bagi masyarakat di seluruh dunia.
Baca Juga: Olahan Lele Dongkrak Ekonomi PKK Tegal Domban, Pelatihan Abon dan Nugget Buka Peluang Usaha Baru
"Saya percaya FIFA akan terus menjadi organisasi yang melayani seluruh Member Associations, memperkuat solidaritas, dan mendorong perkembangan sepak bola agar memberikan dampak positif bagi masyarakat di seluruh dunia," tutupnya.
Dukungan dari PSSI menjadi salah satu sinyal kuat atas eratnya hubungan antara federasi sepak bola Indonesia dengan FIFA dalam beberapa tahun terakhir.
Berbagai program kolaborasi yang telah berjalan diharapkan terus berlanjut demi mempercepat peningkatan kualitas sepak bola Indonesia, baik dari sisi pembinaan, kompetisi, maupun penyelenggaraan turnamen internasional.
Meskipun begitu, dukungan PSSI kepada Gianni Infantino muncul di tengah dinamika besar yang sedang dihadapi FIFA.
Dalam beberapa pekan terakhir, rencana FIFA membentuk FIFA Forward Enterprise (FFE) dengan membuka kepemilikan sebagian hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta memicu gelombang penolakan dari berbagai konfederasi dan federasi sepak bola nasional.
Penolakan paling keras datang dari UEFA bersama 55 asosiasi anggotanya. Dalam pernyataan bersama, UEFA menegaskan bahwa Piala Dunia bukanlah aset yang dapat diperjualbelikan.
Organisasi tersebut menilai pengalihan kepemilikan hak komersial kepada investor swasta berpotensi mengancam tata kelola sepak bola dunia serta dilakukan tanpa konsultasi yang memadai dengan para anggota FIFA.
Gelombang keberatan juga meluas ke sejumlah federasi nasional. Federasi sepak bola Jerman dan Belanda dilaporkan menarik dukungan terhadap pencalonan kembali Infantino setelah kontroversi tersebut mencuat.
Di kawasan Oseania, New Zealand Football mengkritik proses pengambilan keputusan FIFA yang dinilai kurang transparan dan menyerukan adanya konsultasi yang lebih luas di antara seluruh anggota sebelum keputusan strategis diambil.
Selain itu, CONCACAF ikut menyampaikan kecaman terhadap proposal tersebut dan meminta dilakukan peninjauan terhadap kepemimpinan FIFA. Di tingkat internal, sejumlah petinggi FIFA juga mengambil jarak dari rencana tersebut.
Bahkan, mantan penasihat senior Presiden FIFA, Carlos Cordeiro, memilih mengundurkan diri sambil menegaskan bahwa penjualan sebagian hak komersial Piala Dunia merupakan langkah yang tidak tepat bagi masa depan sepak bola.
Di tengah tekanan dari berbagai pihak, FIFA akhirnya menarik kembali proposal penjualan sebagian hak komersial Piala Dunia. Meski demikian, kontroversi tersebut menjadi salah satu isu terbesar yang membayangi kepemimpinan Gianni Infantino menjelang pemilihan Presiden FIFA periode berikutnya.
Baca Juga: Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Bersama Persib, Bidik Trofi Piala Presiden 2026
Di sisi lain, PSSI justru menegaskan dukungannya kepada Infantino dengan menilai kepemimpinannya telah memberikan dampak positif bagi perkembangan sepak bola Indonesia melalui berbagai program pengembangan dan kepercayaan menjadi tuan rumah sejumlah ajang internasional.
Editor : Satria Putra Sejati