Chelsea dikabarkan telah menentukan langkah berikutnya bagi Mykhaylo Mudryk setelah hukuman larangan bermain akibat kasus doping resmi dicabut. Alih-alih langsung memasukkannya ke skuad utama, manajemen The Blues disebut lebih memilih meminjamkan winger asal Ukraina itu ke klub afiliasi mereka di Prancis, Strasbourg.
Keputusan tersebut dinilai sebagai cara terbaik agar Mudryk kembali mendapatkan menit bermain reguler setelah absen lebih dari 18 bulan dari kompetisi resmi.
Mudryk Sudah Kembali, tetapi Masa Depannya Masih Belum Pasti
Kabar pencabutan sanksi doping terhadap Mudryk diumumkan pada Jumat lalu, mengakhiri masa hukuman yang semula berlangsung selama empat tahun.
Setelah bebas, pemain berusia 25 tahun itu langsung terbang ke Hong Kong untuk bergabung dengan skuad Chelsea. Pelatih anyar Xabi Alonso juga dikabarkan mengagumi kualitas mantan bintang Shakhtar Donetsk tersebut.
Meski demikian, Chelsea menyadari bahwa Mudryk membutuhkan waktu untuk mengembalikan kebugaran dan ritme pertandingan sebelum kembali bersaing di level tertinggi.
Strasbourg Jadi Opsi Utama BlueCo
Menurut laporan Foot Mercato, pemilik Chelsea, BlueCo, lebih condong mengirim Mudryk ke Strasbourg pada bursa transfer musim panas ini.
Hubungan erat kedua klub memungkinkan Chelsea memanfaatkan kuota peminjaman pemain yang diperbolehkan FIFA. Dalam beberapa musim terakhir, Chelsea dan Strasbourg memang kerap bekerja sama dalam pengembangan pemain muda.
Apabila kesepakatan tercapai, Mudryk akan menjadi salah satu pemain Chelsea yang menjalani masa peminjaman ke luar negeri untuk mendapatkan pengalaman dan jam terbang.
Chelsea Ingin Mudryk Bermain Reguler
Chelsea meyakini Strasbourg merupakan tempat yang ideal bagi Mudryk untuk mengembalikan performanya.
Klub Ligue 1 tersebut tidak memiliki jadwal pertandingan yang terlalu padat sehingga beban fisik pemain dapat lebih terjaga. Dengan kondisi tersebut, Mudryk diproyeksikan memperoleh kesempatan tampil sebagai starter secara konsisten.
Bagi Chelsea, langkah ini dianggap lebih aman dibanding langsung memaksanya bermain di Liga Inggris setelah vakum begitu lama.
Masih Ada Minat dari Klub Premier League
Sebelumnya, sejumlah laporan menyebut ada tiga klub Premier League yang terus memantau situasi Mudryk setelah sanksinya dicabut.
Namun hingga kini belum ada indikasi bahwa Chelsea akan melepasnya secara permanen. Klub asal London Barat itu masih melihat Mudryk sebagai aset jangka panjang yang berpotensi kembali berkembang.
Di sisi lain, belum diketahui apakah sang pemain bersedia menerima opsi pindah ke Strasbourg atau lebih memilih mencari tantangan di klub lain dengan level kompetisi yang lebih tinggi.
Jika akhirnya bergabung dengan Strasbourg, Mudryk diharapkan bisa mengembalikan kepercayaan dirinya sebelum kembali memperjuangkan tempat di skuad utama Chelsea pada musim berikutnya.
Editor : Bahana.