RADAR JOGJA - Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) resmi menunjuk Roberto Mancini sebagai pelatih baru Timnas Italia. Kembalinya juru taktik berusia 61 tahun itu menandai babak baru bagi Azzurri, yang tengah berupaya bangkit setelah kembali mengalami kegagalan di ajang kualifikasi Piala Dunia.
Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Presiden FIGC, Giovanni Malagò, dalam konferensi pers pada Selasa waktu setempat. Menurutnya, Mancini merupakan sosok paling tepat untuk memimpin Timnas Italia di tengah waktu persiapan yang semakin terbatas.
"Waktu hampir habis dan saya merasa Roberto Mancini adalah orang yang tepat untuk pekerjaan sebagai manajer. Dia adalah pilihan terbaik," ujar Malagò.
Selain menunjuk Mancini, FIGC juga mengangkat Claudio Ranieri sebagai direktur teknik baru untuk menggantikan Paolo Maldini, yang mengundurkan diri sehari sebelumnya, hanya 16 hari setelah menerima jabatan tersebut.
Kembalinya Roberto Mancini menjadi sorotan besar di sepak bola Italia. Sebelumnya, ia menangani Timnas Italia pada periode 2018 hingga 2023 dan sukses mempersembahkan gelar Euro 2020 yang digelar pada 2021 karena pandemi COVID-19.
Namun, keberhasilan tersebut diwarnai kegagalan besar ketika Italia tidak mampu lolos ke Piala Dunia 2022. Beberapa bulan kemudian, tepatnya pada Agustus 2023, Mancini secara mengejutkan mengundurkan diri sebelum menerima tawaran melatih Timnas Arab Saudi.
Setelah meninggalkan Arab Saudi, Mancini sempat melatih klub Qatar, Al Sadd. Kini, ia dipercaya kembali memimpin Azzurri dengan harapan mampu membawa Italia kembali bersaing di level tertinggi sepak bola internasional.
Sebelum keputusan menunjuk Mancini diambil, nama Andrea Pirlo sempat menjadi kandidat terdepan untuk mengisi kursi pelatih Timnas Italia.
Legenda Piala Dunia 2006 itu muncul setelah sejumlah pelatih top seperti Carlo Ancelotti dan Pep Guardiola dikabarkan menolak pendekatan dari FIGC.
Namun, peluang Pirlo memimpin Azzurri memicu kontroversi karena hubungannya dengan perusahaan taruhan asal Rusia, Fonbet. Pirlo diketahui menjadi duta global perusahaan tersebut sejak Oktober setelah melatih klub Uni Emirat Arab, Dubai United.
Malagò mengakui bahwa Pirlo sempat mendapat dukungan dari Paolo Maldini dan Leonardo. Namun, ia memutuskan untuk tidak melanjutkan proses penunjukan tersebut.
"Ada seorang kandidat yang telah diidentifikasi dan didukung oleh direktur olahraga serta penasihat tim. Namun, keputusan untuk tidak menyetujui pencalonan itu adalah keputusan saya," kata Malagò.
Ia juga menegaskan bahwa dirinya baru mengetahui kerja sama Pirlo dengan Fonbet setelah proses evaluasi berlangsung.
Keputusan FIGC untuk tidak memilih Andrea Pirlo berdampak pada perubahan struktur organisasi Timnas Italia.
Paolo Maldini mengundurkan diri dari jabatannya sebagai direktur teknik, sementara Leonardo juga memilih mundur dari posisi penasihat tim nasional.
Meski demikian, Malagò menepis adanya konflik internal.
Menurutnya, keputusan berpisah diambil secara profesional dan telah disepakati oleh semua pihak.
"Tidak ada konflik maupun kontroversi. Tentu ada rasa kecewa, tetapi kami berpisah dengan kesepakatan yang baik," ujarnya.
Roberto Mancini kini menghadapi tugas besar untuk mengembalikan kejayaan Timnas Italia.
Azzurri tengah berada dalam periode sulit setelah gagal tampil di Piala Dunia pria selama tiga edisi berturut-turut, termasuk kegagalan terbaru usai tersingkir di babak play-off melawan Bosnia-Herzegovina. Kekalahan tersebut sekaligus mengakhiri masa kepelatihan Gennaro Gattuso.
Selain membangun kembali performa tim di level internasional, Mancini juga dituntut melakukan regenerasi skuad agar Italia kembali menjadi kekuatan utama di Eropa dan dunia.
Di sisi lain, posisi direktur teknik yang ditinggalkan Paolo Maldini masih menjadi perhatian. Nama Giorgio Chiellini disebut sebagai kandidat kuat, meski mantan kapten Timnas Italia itu mengaku masih fokus menjalankan tugasnya bersama Juventus.
Kembalinya Roberto Mancini diharapkan mampu menjadi titik balik bagi Azzurri dalam menatap agenda internasional berikutnya, termasuk persiapan menuju kompetisi besar dan upaya mengembalikan reputasi Italia sebagai salah satu negara elite sepak bola dunia.
Editor : Satria Putra Sejati