RADAR JOGJA - Pelatih kepala Sunderland, Regis Le Bris, memastikan masa depan kapten tim Granit Xhaka tetap berada di Stadium of Light. Ia menegaskan bahwa spekulasi mengenai kepindahan gelandang asal Swiss tersebut ke Chelsea telah berakhir.
Pernyataan itu disampaikan Le Bris setelah Sunderland menelan kekalahan 2-4 dari Liverpool dalam laga pramusim di Nashville. Menurutnya, Xhaka tidak memiliki rencana meninggalkan klub pada bursa transfer musim panas ini.
"Tidak, topik itu sudah selesai. Granit sudah sangat jelas mengenai masa depannya. Dia mencintai Sunderland, ingin tetap di Sunderland, dan ingin membangun masa depan klub ini. Dia adalah kapten yang luar biasa sekaligus pemimpin yang hebat," ujar Le Bris.
Baca Juga: Dani Olmo Tolak Permintaan Maaf Roberto Ayala, Singgung Kebohongan Usai Final Piala Dunia
Nama Granit Xhaka sempat dikaitkan dengan Chelsea dalam beberapa pekan terakhir. Klub asal London tersebut dikabarkan tertarik merekrut gelandang berusia 33 tahun itu karena pengalamannya di level tertinggi sepak bola Eropa.
Xhaka juga pernah bekerja sama dengan pelatih Xabi Alonso saat membela Bayer Leverkusen, sehingga muncul spekulasi bahwa keduanya bisa kembali bersatu jika Chelsea benar-benar mengajukan penawaran.
Namun, Sunderland sejak awal bersikukuh tidak akan melepas pemain yang baru bergabung dari Bayer Leverkusen pada musim panas tahun lalu dengan nilai transfer sekitar £17,2 juta.
Baca Juga: Gelar Seni Budaya sebagai Magnet Wisata Pasar Tradisional
Keputusan tersebut kini diperkuat oleh pernyataan tegas Le Bris yang memastikan kaptennya akan tetap menjadi bagian penting proyek Sunderland musim depan.
Sejak direkrut dari Bayer Leverkusen, Xhaka langsung menjadi sosok sentral di lini tengah Sunderland. Pengalamannya membantu klub tampil kompetitif hingga berhasil mengamankan tiket ke Europa League setelah menjalani musim yang impresif.
Kepemimpinannya di dalam maupun luar lapangan dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam perkembangan Sunderland yang kembali bersaing di papan atas sepak bola Inggris.
Baca Juga: Kongres Umat Islam Indonesia VIII: Mentan Amran Siapkan Bibit dan Olah Lahan Gratis untuk Pesantren
Le Bris pun menilai keberadaan Xhaka masih sangat dibutuhkan untuk menjaga stabilitas tim menghadapi musim 2026/27.
Selain membahas masa depan Xhaka, Le Bris juga memberi gambaran mengenai strategi Sunderland di bursa transfer musim panas.
Berbeda dengan musim lalu yang mengharuskan klub mendatangkan banyak pemain baru, Sunderland kali ini akan bergerak lebih selektif dan tidak terburu-buru.
Baca Juga: JAWA POS - RADAR JOGJA, EDISI SENIN, 27 JULI2026
"Kami akan bekerja dengan tenang, mungkin tanpa banyak sorotan. Kami bekerja keras di balik layar dan itu penting agar semuanya tetap terkendali," kata Le Bris.
Ia menjelaskan bahwa situasi musim ini jauh berbeda dibandingkan tahun lalu, ketika Sunderland harus merekrut hingga 14 pemain untuk membangun skuad.
"Musim lalu kami membutuhkan 14 pemain baru. Tahun ini situasinya berbeda. Kami akan melihat peluang yang ada dan mengambil keputusan yang tepat sesuai kebutuhan tim," tegas pelatih asal Prancis tersebut.
Dengan kepastian bertahannya Granit Xhaka, Sunderland kini dapat lebih fokus mempersiapkan skuad menghadapi tantangan di Liga Inggris dan kompetisi Eropa pada musim 2026/27.
Editor : Satria Putra Sejati