RADAR JOGJA - Gelandang Spanyol, Dani Olmo menolak permintaan maaf yang disampaikan asisten pelatih Argentina, Roberto Ayala, terkait insiden yang terjadi usai final Piala Dunia. Olmo menilai permintaan maaf tersebut tidak tulus karena masih disertai pembenaran atas tindakan Ayala.
Insiden itu menjadi sorotan setelah tayangan televisi memperlihatkan Ayala mendorong dan mengangkat tangannya hingga mengenai bagian leher Olmo di tengah kericuhan seusai Spanyol memastikan kemenangan atas Argentina pada final Piala Dunia.
Dalam wawancara yang dikutip media Catalan Diari de Terrassa, Olmo menegaskan bahwa ia tidak pernah melontarkan ucapan yang memancing reaksi Ayala.
Baca Juga: Gelar Seni Budaya sebagai Magnet Wisata Pasar Tradisional
"Seseorang yang mengatakan menyesal tetapi tetap membenarkan tindakannya dengan alasan itu adalah respons terhadap sebuah komentar, berarti sebenarnya dia tidak benar-benar menyesal karena dia berbohong. Saya tidak mengatakan apa pun kepadanya, jadi tidak ada alasan untuk bertindak seperti itu," ujar Olmo.
Pemain Barcelona tersebut juga menekankan bahwa keberanian mengakui kesalahan jauh lebih penting daripada sekadar mengucapkan permintaan maaf.
"Yang benar-benar mendefinisikan seseorang bukanlah kesalahannya, tetapi keberanian untuk mengakuinya dengan kerendahan hati, kejujuran, dan martabat," imbuhnya.
Baca Juga: Kongres Umat Islam Indonesia VIII: Mentan Amran Siapkan Bibit dan Olah Lahan Gratis untuk Pesantren
Olmo mengaku kecewa karena insiden tersebut terjadi di panggung terbesar sepak bola dunia. Menurutnya, para pemain dan ofisial memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan contoh yang baik kepada generasi muda.
"Ketika anak-anak saya, keluarga saya, dan para penggemar menyaksikan pertandingan, saya ingin mereka bangga bukan hanya karena kami menang, tetapi juga karena cara kami bersikap. Sepak bola memiliki pengaruh besar, sehingga para pemain harus menjadi teladan bagi anak-anak," jelas Olmo.
Sebelumnya, Roberto Ayala telah menyampaikan permintaan maaf melalui wawancara dengan Radio Valencia Capital. Mantan bek tim nasional Argentina itu mengakui emosinya tidak terkendali, tetapi membantah telah memukul Olmo.
Baca Juga: JAWA POS - RADAR JOGJA, EDISI SENIN, 27 JULI2026
"Saya tentu meminta maaf. Dengan posisi saya saat ini, saya tidak boleh membiarkan emosi atau apa pun yang saya rasakan memengaruhi tindakan saya," ujar Ayala.
Ia juga menilai kontak fisik yang terjadi hanyalah sebuah dorongan, bukan pukulan seperti yang ramai diberitakan.
"Itu lebih merupakan dorongan daripada pukulan. Reaksi itu muncul karena sesuatu yang menurut saya dia katakan, tetapi hanya itu. Jika saya bertemu dengannya, saya akan meminta maaf secara langsung," tegas Ayala.
Kericuhan seusai laga final Piala Dunia turut menyeret sejumlah pemain dan staf Argentina ke dalam sorotan. Beberapa di antaranya, termasuk Leandro Paredes, terlihat terlibat konfrontasi fisik dengan pemain-pemain Spanyol setelah peluit panjang dibunyikan.
Akibat insiden tersebut, FIFA telah membuka penyelidikan disipliner untuk mengusut tindakan yang terjadi seusai pertandingan.
Hasil investigasi itu berpotensi menentukan adanya sanksi terhadap individu maupun pihak yang terbukti melanggar kode etik dan disiplin organisasi sepak bola dunia.
Editor : Satria Putra Sejati