RADAR JOGJA - Kiper Timnas Indonesia, Nadeo Argawinata menegaskan tekad skuad Garuda untuk mengakhiri penantian panjang meraih gelar juara ASEAN Championship. Menjelang laga perdana Grup A melawan Kamboja, kiper anyar Persija Jakarta tersebut menyebut seluruh pemain memiliki ambisi yang sama, yakni membawa pulang trofi yang selama tiga dekade belum pernah diraih Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Nadeo saat mendampingi pelatih John Herdman dalam konferensi pers resmi pra-pertandingan di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Minggu (26/7).
Nadeo mengakui sejarah panjang Indonesia di ajang yang dahulu dikenal sebagai Piala AFF menjadi motivasi tambahan bagi seluruh pemain.
Baca Juga: Hasil Santos vs Chapecoense 2-2: Peixe Gagal Raih Kemenangan Meski Neymar Cetak Brace
Menurutnya, Skuad Garuda tidak ingin kembali sekadar menjadi peserta atau finis sebagai runner-up. Seluruh anggota tim bertekad menjadikan edisi 2026 sebagai momentum untuk mengakhiri penantian gelar yang telah berlangsung selama 30 tahun.
"Selama 30 tahun kita mengikuti Piala AFF belum pernah sekali pun menjadi juara. Pasti kita mau juara dan semoga itu bisa terjadi pada edisi kali ini," kata Nadeo.
Meski mengusung target tinggi, Nadeo menegaskan Indonesia tidak akan memandang sebelah mata Kamboja. Ia menyebut pertandingan pertama selalu memiliki tantangan tersendiri sehingga seluruh pemain diminta tetap disiplin menjalankan instruksi pelatih.
Baca Juga: Jadwal Piala Presiden 2026 Hari Ini 26 Juli: PSMS vs Port FC, Persebaya vs Persija
Nadeo mengatakan skuad Garuda telah menjalani persiapan dengan baik bersama John Herdman dan kini fokus menerapkan identitas permainan yang sedang dibangun tim nasional.
"Pertandingan pertama pasti tidak mudah, tetapi kami fokus dengan identitas permainan kami sendiri dan siap 100 persen menghadapi Kamboja," imbuh Nadeo.
Tim pelatih Indonesia juga telah mempelajari permainan Kamboja pada laga pembuka melawan Singapura. Meski kalah 1-2, menurut Nadeo, hasil tersebut tidak membuat Indonesia menganggap lawannya lebih mudah untuk dikalahkan.
Baca Juga: Tiga Kali Terbakar di Titik Sama! Lahan Kas Desa di Wukirsari Ludes Dilalap Si Jago Merah
Ia menilai Kamboja tetap memiliki organisasi permainan yang baik dan mampu memberikan perlawanan jika lengah.
"Kami melihat pertandingan Kamboja melawan Singapura, tetapi itu tidak membuat kami menganggap mereka tim yang mudah dikalahkan. Kami tetap fokus pada identitas permainan kami sendiri dan menjalankan instruksi pelatih," jelasnya.
Pertandingan melawan Kamboja menjadi langkah awal Indonesia di Grup A ASEAN Championship 2026. Kemenangan akan menjadi modal penting sebelum menghadapi lawan-lawan lain dalam persaingan memperebutkan tiket ke semifinal.
Baca Juga: Lee Kang-in Resmi Gabung Atletico Madrid dari PSG, Teken Kontrak Selama Lima Musim
Dengan kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda serta kepemimpinan baru di bawah John Herdman, Timnas Indonesia berharap dapat membuka turnamen dengan hasil positif sekaligus menjaga asa meraih gelar ASEAN pertama dalam sejarah.
Editor : Satria Putra Sejati