RADAR JOGJA - Banding Senegal atas keputusan pencabutan gelar Piala Afrika akan didengar pada 8 Oktober.
Senegal dinyatakan kalah dalam final melawan Maroko pada 18 Januari oleh dewan banding Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) setelah mereka meninggalkan lapangan sebagai protes atas pemberian penalti di menit-menit akhir waktu tambahan.
Skor saat itu masih 0-0 dan penalti tersebut gagal dieksekusi, sehingga Senegal menang 1-0 setelah perpanjangan waktu. Dewan banding CAF memberikan kemenangan 3-0 kepada Maroko pada 17 Maret, dan Senegal mengkonfirmasi niat mereka untuk mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) pada akhir bulan itu.
Baca Juga: Gerbang DIY yang Baru Ternyata Bersebelahan dengan YIA, Makna di Balik Desain Cahaya Pradipta
CAS mengumumkan pada Jumat sore bahwa tanggal sidang telah ditetapkan.
Pengadilan mengatakan bahwa para pihak, federasi Senegal, CAF, dan federasi Maroko (FRMF) tidak setuju untuk mempercepat prosedur, sehingga kasus ini sekarang akan mengikuti jadwal standar.
Sidang akan berlangsung secara tertutup, kata CAS, dan menegaskan bahwa keputusan tidak akan diberikan pada hari sidang.
Keputusan untuk memberikan penalti kepada Maroko setelah pemeriksaan VAR mendorong pelatih Senegal saat itu, Pape Thiaw, untuk memimpin para pemainnya keluar lapangan.
Brahim Diaz gagal mengeksekusi penalti ketika Senegal akhirnya kembali, dan Pape Gueye mencetak gol kemenangan di babak tambahan.
Editor : Satria Putra Sejati