RADAR JOGJA - Liverpool memasuki era baru di bawah kepemimpinan Andoni Iraola dengan melakukan perombakan signifikan dalam jajaran staf pelatih. Pelatih asal Spanyol itu menegaskan bahwa keberadaan orang-orang kepercayaannya menjadi faktor penting dalam membangun fondasi tim menjelang musim 2026/27.
Awal bulan ini, Liverpool mengumumkan penunjukan empat pelatih baru untuk bergabung dengan Iraola di Anfield. Langkah tersebut dilakukan setelah berakhirnya masa kerja staf kepelatihan era sebelumnya, termasuk mantan pelatih kepala Arne Slot beserta asistennya, Sipke Hulshoff dan Giovanni van Bronckhorst, serta pelatih performa fisik Ruben Peeters.
Sebagai penggantinya, Liverpool merekrut Tommy Elphick dan Shaun Cooper sebagai pelatih tim utama. Sementara itu, Pablo de la Torre ditunjuk sebagai asisten pelatih, sedangkan Tom Webber mengisi posisi analis taktik tim utama.
Dalam keterangannya, Iraola menjelaskan bahwa Pablo de la Torre merupakan salah satu sosok yang paling memahami filosofi kepelatihannya. Keduanya telah bekerja bersama sejak masih menangani AEK Larnaca dan terus menjalin kerja sama di berbagai klub.
Baca Juga: Innalillahiwainnailaihirojiun, Legenda PSS Sleman dan PSIM Jogja Fajar Listyantara Meninggal Dunia
Menurut Iraola, meski Pablo memiliki latar belakang sebagai pelatih fisik, perannya jauh lebih luas daripada sekadar mengurus kebugaran pemain.
"Bagi saya, penting mereka ikut bersama saya. Pablo memang pelatih fisik, tetapi dia sudah bekerja bersama saya hampir sepanjang karier kepelatihan saya. Dia lebih dari sekadar pelatih fisik, dia adalah asisten yang sangat memahami cara saya bekerja," ujar Iraola.
Iraola juga memberikan apresiasi tinggi kepada Tommy Elphick dan Shaun Cooper yang pertama kali bekerja bersamanya saat menangani Bournemouth pada 2023.
Saat itu, Iraola sempat menghadapi kendala karena asisten pilihannya, Inigo Perez, belum mendapatkan izin kerja di Inggris. Situasi tersebut membuat Elphick dan Cooper mengambil peran yang lebih besar dalam staf pelatih.
Pelatih asal Basque itu mengakui keduanya membantu proses adaptasinya terhadap budaya sepak bola Inggris, mulai dari karakter pemain hingga kebiasaan latihan sehari-hari.
"Mereka sangat membantu saya memahami budaya Inggris, mentalitas para pemain, metode latihan yang biasa mereka lakukan, hingga detail-detail kecil yang berbeda dibandingkan di Spanyol," jelasnya.
Selain memahami sepak bola Inggris, pengalaman Elphick di sejumlah klub seperti Aston Villa, Bournemouth, Brighton & Hove Albion, dan Huddersfield Town dinilai menjadi nilai tambah yang membuat komunikasi dengan para pemain berjalan lebih efektif.
Iraola mengungkapkan setiap anggota staf memiliki tanggung jawab yang spesifik, termasuk dalam situasi bola mati.
Baca Juga: Kaleng Bekas Jadi Patung Burung Merak dan Ayam, Kabupaten Magelang Sabet Juara Dua Industri Hijau
Tommy Elphick dipercaya menangani organisasi bertahan saat situasi bola mati, sementara Shaun Cooper lebih fokus mengembangkan variasi serangan dari skema set piece.
Di sisi lain, analis bola mati Liverpool, Lewis Mahoney, juga tetap menjadi bagian penting dalam tim kepelatihan setelah menunjukkan kontribusi positif pada paruh kedua musim lalu.
"Tommy menangani bola mati bertahan, Shaun fokus pada bola mati menyerang yang lebih kreatif. Kami juga memiliki Lewis Mahoney yang melakukan pekerjaan luar biasa dalam analisis bola mati dan tetap menjadi bagian penting dari staf," kata Iraola.
Saat ini Liverpool tengah menjalani tur pramusim di Amerika Serikat sebagai bagian dari persiapan menghadapi kompetisi musim baru.
Baca Juga: Go-Tren Inovasi Kemenag Kebumen Buat Pesantren Antikekerasan, Perundungan dan Diskriminasi
The Reds dijadwalkan melakoni tiga laga uji coba menghadapi Sunderland, Wrexham, dan Leeds United sebelum mengawali perjalanan di Premier League musim 2026/27.
Liverpool akan memulai kompetisi domestik dengan menghadapi Newcastle United pada 23 Agustus.
Editor : Satria Putra Sejati