JOGJA – PSIM Jogja terus mengebut pembenahan Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, sebagai markas menghadapi BRI Super League 2026/2027.
Fokus utama yang saat ini dikejar adalah peningkatan kualitas pencahayaan stadion atau lux dan penambahan ribuan kursi tunggal atau single seat. Agar memenuhi standar yang ditetapkan operator kompetisi, ILeague.
Manajer Operasional PSIM Jogja Wendy Umar Seno Aji mengatakan, ILeague juga telah melakukan inspeksi ke Stadion Sultan Agung pada 17 Juli lalu.
Dari hasil peninjauan tersebut, masih terdapat sejumlah catatan yang harus segera dipenuhi sebelum stadion dinyatakan layak menggelar pertandingan kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
"ILeague telah melakukan inspeksi ke SSA, dengan beberapa catatan perbaikan fasilitas, salah satu yang ditekankan soal penambahan lux lampu dan jumlah single seat," tambahnya.
Berdasarkan hasil inspeksi terakhir, tingkat pencahayaan di SSA masih berada di kisaran 1.200 lux. Sementara, regulasi terbaru mengharuskan setiap stadion memiliki pencahayaan minimal 1.600 lux untuk mendukung pertandingan, terutama yang berlangsung malam hari dan kebutuhan siaran televisi.
Selain itu, stadion juga diwajibkan memiliki sedikitnya 5.000 single seat. Saat ini, jumlah single seat di SSA baru mencapai 420 unit sehingga masih membutuhkan tambahan sekitar 4.580 kursi. "Syarat mutlak yang perlu dipenuhi itu," jelas Wendy.
Pengerjaan penambahan kursi kini sudah berjalan dan difokuskan di tribun timur serta tribun barat atau area VIP. Manajemen menargetkan seluruh pemasangan dapat diselesaikan pada pertengahan Agustus.
"Pemasangan tambahan single seat sudah kita jalankan sejak awal Juli dan diperkirakan selesai di pertengahan Agustus," ungkap mantan ketua panpel PSIM itu.
Di sisi lain, pekerjaan peningkatan sistem pencahayaan juga mulai memasuki tahap pemasangan. Wendy mengungkapkan, lampu yang digunakan harus didatangkan dari luar negeri, karena spesifikasinya belum tersedia di Indonesia.
"Untuk jenis lampu di SSA ini kita impor dari Polandia karena memang tidak tersedia di Indonesia, jadi butuh waktu untuk pengirimannya," tutur Wendy. (iza/pra)
Editor : Heru Pratomo