RADAR JOGJA - Manchester City resmi mengumumkan perekrutan gelandang muda Inggris, Elliot Anderson, dari Nottingham Forest. Pemain berusia 23 tahun itu menandatangani kontrak berdurasi lima tahun yang akan membuatnya bertahan di Stadion Etihad hingga Juni 2031.
Transfer Anderson menjadi salah satu yang paling mencuri perhatian pada bursa transfer musim panas. Nilai transfer sebesar 116 juta poundsterling atau sekitar Rp 2,7 triliun sempat menjadikannya pemain Inggris termahal sepanjang sejarah, sebelum rekor tersebut dilewati oleh kepindahan Morgan Rogers ke Chelsea dengan nilai 117 juta poundsterling.
Usai diperkenalkan sebagai pemain baru Manchester City, Anderson mengungkapkan bahwa kepindahannya ke Etihad terasa semakin istimewa karena ia akan membela klub yang pernah diperkuat idolanya, Kevin De Bruyne.
Gelandang Timnas Inggris itu mengaku telah mengagumi permainan De Bruyne sejak masih menimba ilmu di akademi Newcastle United.
Baca Juga: Cedera MCL, Frenkie De Jong Berpotensi Absen Perkuat Barcelona di Awal Musim
"Kevin De Bruyne adalah pemain yang saya kagumi selama tujuh atau delapan tahun terakhir. Saat berkembang di akademi Newcastle, saya selalu ingin bermain seperti dia," ujar Anderson.
Ia menambahkan bahwa bergabung dengan klub yang identik dengan kesuksesan De Bruyne menjadi sebuah kebanggaan tersendiri.
"Saya selalu menikmati melihat permainannya. Kini bisa berada di tim yang pernah ia bela adalah sesuatu yang sangat istimewa," imbuhnya.
Anderson menyelesaikan proses tes medis bersama Manchester City di Kansas City, Amerika Serikat, ketika sedang menjalani tugas internasional bersama Timnas Inggris pada ajang Piala Dunia 2026.
Baca Juga: Valverde Antusias Dilatih Mourinho, Targetkan Real Madrid Sapu Bersih Gelar Musim 2026/27
Dalam turnamen tersebut, skuad asuhan Thomas Tuchel berhasil mencapai babak semifinal sebelum akhirnya tersingkir setelah kalah dari Argentina. Inggris sebenarnya sempat unggul melalui gol Anthony Gordon, namun gagal mempertahankan keunggulan.
Meski kecewa dengan hasil yang diraih tim, Anderson mengaku puas dengan performa pribadinya sepanjang turnamen.
"Tentu hasil itu mengecewakan, tetapi secara pribadi saya sangat menikmati turnamen ini. Kami mendapat dukungan luar biasa dari seluruh negara dan bermain dengan baik, meski pada akhirnya kurang beruntung," jelas Anderson.
Ia juga menilai penampilannya selama Piala Dunia menjadi pengalaman berharga yang akan membantunya berkembang di level klub.
Selain berbicara mengenai kepindahannya, Anderson juga mengungkapkan antusiasmenya untuk bekerja di bawah arahan pelatih baru Manchester City, Enzo Maresca.
Menurutnya, ia telah mengikuti perkembangan tim-tim yang pernah ditangani Maresca dalam beberapa tahun terakhir dan banyak mendengar penilaian positif mengenai metode kepelatihannya.
"Saya sangat menantikan kesempatan bekerja dengannya. Saya telah mengikuti tim-tim yang ia latih selama beberapa tahun terakhir dan juga berbicara dengan beberapa pemain Chelsea. Mereka semua memberikan penilaian yang sangat positif tentang dirinya," tegasnya.
Anderson optimistis kepemimpinan Maresca akan membantunya berkembang sebagai pemain sekaligus meningkatkan kualitas permainan Manchester City.
Baca Juga: Genjot Industri Hijau, Pemprov Jateng Siapkan Insentif Pajak Bagi Perusahaan Ramah Lingkungan
Kehadiran Anderson menjadi bagian dari upaya Manchester City memperkuat lini tengah menjelang bergulirnya musim 2026/27. Dengan usia yang masih 23 tahun, pengalaman di Premier League, serta performa impresif bersama Nottingham Forest dan Timnas Inggris, Anderson diproyeksikan menjadi investasi jangka panjang bagi The Citizens.
Kini, tantangan baru menanti sang gelandang di Etihad Stadium. Bersama Manchester City, Anderson berharap mampu mengikuti jejak Kevin De Bruyne, pemain yang selama ini menjadi inspirasi dalam perjalanan kariernya, sekaligus membantu klub bersaing meraih gelar di berbagai kompetisi musim ini.
Editor : Satria Putra Sejati