RADAR JOGJA - Barcelona mendapat kabar kurang menggembirakan menjelang dimulainya musim 2026/27. Gelandang andalan, Frenkie de Jong dipastikan mengalami cedera ligamen kolateral medial (MCL) pada lutut kanan yang membuatnya harus menepi dalam waktu yang belum dapat dipastikan.
Kepastian tersebut diumumkan Barcelona setelah De Jong menjalani pemeriksaan medis sekembalinya dari tugas bersama Timnas Belanda di Piala Dunia 2026.
Dalam pernyataan resminya, klub mengonfirmasi bahwa pemain berusia 29 tahun itu mengalami robekan pada ligamen lutut kanan dan kini menjalani proses pemulihan di bawah pengawasan tim medis.
"Tes medis telah mengonfirmasi bahwa Frenkie de Jong mengalami robekan ligamen kolateral medial pada lutut kanannya. Pemain akan menjalani perawatan dengan pengawasan staf medis klub dan perkembangan kondisinya akan dievaluasi dalam beberapa minggu ke depan," tulis Barcelona.
Baca Juga: Valverde Antusias Dilatih Mourinho, Targetkan Real Madrid Sapu Bersih Gelar Musim 2026/27
Meski Barcelona belum memberikan estimasi resmi mengenai lamanya masa pemulihan, operasi disebut tidak menjadi pilihan pada tahap ini.
Namun, berbagai laporan menyebut De Jong hampir pasti tidak akan tampil pada laga pembuka La Liga melawan Elche yang dijadwalkan berlangsung pada 24 Agustus. Dalam skenario terburuk, pemain asal Belanda tersebut berpotensi menepi selama beberapa bulan.
Absennya De Jong menjadi pukulan bagi Barcelona mengingat perannya sebagai salah satu motor permainan di lini tengah tim asuhan Hansi Flick.
Di tengah kabar cederanya, De Jong juga memberikan klarifikasi terkait munculnya tudingan bahwa dirinya lebih mengutamakan Timnas Belanda dibandingkan Barcelona dengan tetap bermain di Piala Dunia meski mengalami cedera.
Melalui pernyataan yang dirilis pada Kamis, De Jong menegaskan bahwa keputusan bermain bersama tim nasional diambil berdasarkan rekomendasi tim medis.
"Sulit bagi saya melihat ada yang mempertanyakan hubungan dan komitmen saya kepada klub karena laporan yang tidak benar," kata De Jong.
Ia menjelaskan bahwa cedera tersebut awalnya dinilai ringan oleh dokter saat Piala Dunia berlangsung.
"Setelah pemeriksaan pertama, dokter mengatakan bahwa cedera saya tergolong ringan dan tidak akan bertambah parah jika saya tetap bermain. Satu-satunya tantangan adalah menahan rasa sakit," imbuhnya.
Namun, setelah menjalani pemeriksaan lanjutan di Barcelona, hasil diagnosis menunjukkan kondisi yang lebih serius dari perkiraan awal.
"Pemeriksaan lebih lanjut menunjukkan bahwa cedera ini lebih serius daripada yang diperkirakan sebelumnya. Untungnya saya tidak memerlukan operasi dan sekarang saya sepenuhnya fokus menjalani pemulihan agar bisa kembali bermain secepat mungkin," jelasnya.
Cedera MCL ini menambah daftar masalah kebugaran yang dialami De Jong dalam beberapa musim terakhir.
Pada musim sebelumnya, mantan gelandang Ajax tersebut sempat absen dalam 11 pertandingan akibat cedera hamstring. Meski berhasil pulih tepat waktu untuk memperkuat Belanda di Piala Dunia 2026, ia kembali mengalami masalah pada lutut setelah tampil dalam seluruh pertandingan negaranya.
Baca Juga: Genjot Industri Hijau, Pemprov Jateng Siapkan Insentif Pajak Bagi Perusahaan Ramah Lingkungan
Selama turnamen tersebut, De Jong tampil sebagai starter dalam empat laga, termasuk bermain selama 110 menit saat Belanda tersingkir melalui adu penalti melawan Maroko pada babak 32 besar.
Kehilangan De Jong memang menjadi tantangan tersendiri bagi Hansi Flick. Namun, Barcelona masih memiliki sejumlah pemain yang dapat mengisi peran di sektor tengah.
Pedri dan Gavi diprediksi menjadi pilihan utama, didukung oleh Marc Bernal serta Marc Casado yang tampil menjanjikan. Selain itu, Eric Garcia, Andreas Christensen, Dani Olmo, hingga Fermin Lopez juga beberapa kali dimainkan sebagai gelandang sesuai kebutuhan taktik.
Editor : Satria Putra Sejati