JOGJA - Bergabungnya bek asal Republik Ceko Ondrej Rudzan ke PSIM Jogja menuntaskan kebutuhan di lini belakang. Rudzan diproyeksikan menjadi bagian penting dalam skema permainan pelatih Jean Paul van Gastel di musim depan.
Manajer PSIM Jogja Iksan Mahar mengatakan, perekrutan pemain berusia 27 tahun ini merupakan kebutuhan tim yang telah direkomendasikan oleh Van Gastel. Karakter permainan Rudzan dinilai sesuai dengan filosofi sepak bola yang ingin diterapkan tim pelatih sepanjang musim ini. “Karakter permainannya sangat cocok dengan gaya bermain yang ingin dibangun tim pelatih untuk menghadapi panjangnya jadwal kompetisi musim ini," ujarnya Kamis (23/7).
Baca Juga: PBJ Kebumen Kena Warning Dewan, DPRD Minta Proses Lelang Tender Bebas Kesan Pilih Kasih
Sebelum bergabung dengan PSIM, Rudzan menghabiskan kariernya di kompetisi kasta tertinggi Slovakia bersama KFC Komárno dan MFK Skalica. Ia juga pernah memperkuat Tim Nasional Republik Ceko kelompok usia U-18.
Sementara BRI Super League 2026/2027 akan menjadi pengalaman pertama Rudzan berkarier di luar Eropa. Karena itu, PSIM berharap proses adaptasinya berjalan cepat.
"Super League akan jadi pengalaman perdananya bermain di luar Eropa. Tentu, harapan kami di bisa cepat beradaptasi dengan iklim Indonesia dan atmosfer sepak bola nasional," lanjut Iksan.
Rudzan mengaku, keputusannya menerima pinangan PSIM didorong keinginan mencari tantangan baru bersama sang istri. Setelah bertahun-tahun bermain di Eropa, ia merasa sudah saatnya mencoba pengalaman berbeda. "Kami ingin keluar dari zona nyaman," ungkapnya.
Bek kelahiran 25 Juli 1998 ini juga memasang target pribadi untuk memberikan kontribusi maksimal sekaligus membantu PSIM meraih hasil lebih baik dibanding musim lalu. "Karena ini adalah musim kedua di liga utama," tegasnya.
Meski baru beberapa hari berada di Jogja, Rudzan mengaku tidak mengalami kendala berarti dalam proses adaptasi. Ia menegaskan datang dengan persiapan matang dan berusaha terbuka terhadap lingkungan barunya. "Suhu dan iklim bukan masalah bagi saya, jet lag juga bukan masalah," jelasnya.
Rudzan juga mengaku terkesan dengan atmosfer yang diciptakan pendukung PSIM saat mengikuti sesi latihan perdana bersama Laskar Mataram. Dukungan suporter tersebut diharapkannya bisa terus hadir sepanjang musim. "Setelah latihan pertama, saya takjub dengan atmosfer yang diciptakan para suporter," tandasnya. (iza/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita