JOGJA – PSIM Jogja menjadikan sektor lini depan sebagai fokus utama dalam menyusun kekuatan menghadapi kompetisi BRI Super League 2026/2027. Manajemen Laskar Mataram mengungkapkan tengah berburu striker asing baru dengan menjajaki sejumlah kandidat dari berbagai belahan dunia, mulai dari Amerika Latin, Amerika Tengah, hingga Eropa.
Langkah tersebut diambil setelah evaluasi terhadap performa tim musim lalu menunjukkan kebutuhan akan penyerang yang lebih tajam untuk meningkatkan produktivitas gol.
Manajer PSIM Jogja, Iksan Mahar, mengatakan posisi striker menjadi pekerjaan rumah yang ingin segera diselesaikan sebelum kompetisi bergulir.
"Yang pasti teman-teman tahu lah kekurangan kita apa, yaitu di lini depan atau striker. Itu yang sekarang tengah kita proyeksi untuk kita lengkapi," kata Iksan, Kamis (23/7).
Baca Juga: Badan Pusat Statistik (BPS) Catat Pengangguran Indonesia Turun Jadi 7,24 Juta Orang
Produktivitas Striker Asing Jadi Evaluasi
Musim lalu, PSIM mengandalkan dua penyerang asing, Deri Corfe dan Nermin Haljeta, untuk mengisi lini serang di BRI Super League 2025/2026.
Namun, kontribusi keduanya dinilai belum maksimal. Deri Corfe tampil dalam 30 pertandingan dengan koleksi tiga gol dan satu assist. Sementara Nermin Haljeta bermain penuh dalam 34 laga dengan torehan empat gol dan enam assist.
Memasuki musim baru, Deri Corfe dipastikan meninggalkan PSIM setelah bergabung dengan PSIS Semarang.
Sementara itu, masa depan Haljeta masih belum jelas. Penyerang asal Slovenia tersebut belum terlihat mengikuti sesi latihan pramusim, dan hingga kini manajemen belum memberikan kepastian mengenai kelanjutan kontraknya bersama PSIM.
Proses Negosiasi Masih Berlangsung
Iksan mengungkapkan proses perekrutan striker asing saat ini masih berada pada tahap negosiasi. Manajemen memilih bersikap selektif agar pemain yang direkrut benar-benar sesuai dengan kebutuhan tim serta filosofi permainan pelatih Jean Paul van Gastel.
"Saat ini sedang dijajaki. Jadi intinya on negotiation," ujarnya.
Menurutnya, keputusan tidak akan diambil secara tergesa-gesa karena klub ingin memastikan sosok yang datang mampu memberikan dampak signifikan bagi performa tim.
PSIM Aktif Mencari Pemain dari Berbagai Benua
Berbeda dengan sebagian klub yang mengandalkan tawaran agen, PSIM mengklaim lebih proaktif dalam mencari pemain incarannya.
Tim talent scouting bersama jajaran pelatih melakukan pemantauan terhadap sejumlah kompetisi di berbagai kawasan dunia untuk menemukan striker yang sesuai dengan kebutuhan tim.
"Kita sistemnya nggak ditawarkan, kita mencari sendiri. Ada beberapa nama. Around the world kita mencari dari Amerika Latin, Amerika Tengah juga ada CONCACAF, dan Eropa," jelas Iksan.
Selain pemain yang berkarier di Amerika dan Eropa, manajemen juga memantau sejumlah pemain yang telah memiliki pengalaman tampil di kompetisi Asia Tenggara.
Tak Ada Lagi Tambahan Pemain Asing dari Asia
Meski membuka peluang merekrut pemain dari berbagai negara, Iksan memastikan PSIM telah menutup opsi untuk menambah pemain asing asal Asia.
Fokus perekrutan kini sepenuhnya diarahkan kepada pemain dari Amerika Selatan, Amerika Tengah, maupun Eropa yang dinilai memiliki karakter permainan sesuai kebutuhan tim.
"Kita cari kombinasi dari beberapa benua. Amerika Selatan, Tengah, Eropa. Yang pasti nggak ada lagi tambahan Asia," tegasnya.
Baca Juga: MLS Lakukan Tinjauan atas Tuduhan Pelanggaran Aturan Transfer Casemiro ke Inter Miami
Dengan bursa transfer yang masih berlangsung, publik pendukung Laskar Mataram kini menantikan siapa sosok striker asing yang akan dipercaya menjadi ujung tombak PSIM pada musim kompetisi 2026/2027.
Editor : Bahana.