RADAR JOGJA - Presiden La Liga Javier Tebas memperingatkan bahwa perluasan Piala Dunia menjadi 64 tim akan menjadi bentuk penghancuran berkelanjutan terhadap industri sepak bola di bawah kepemimpinan Presiden FIFA Gianni Infantino, yang ia desak untuk mundur.
Tebas secara rutin mengkritik Infantino dan kembali melancarkan serangan terhadapnya seiring meredanya perdebatan seputar Piala Dunia 2026.
Spanyol akan menjadi tuan rumah bersama edisi final berikutnya empat tahun mendatang, bersama Portugal dan Maroko, dan telah muncul usulan bahwa turnamen tersebut akan diperluas dari 48 tim menjadi 64.
Baca Juga: DKD Pertanyakan Keseriusan Pemkab Kebumen, Anggaran Pemajuan Kebudayaan Hanya 0,03 Persen dari APBD
“Meningkatkan jumlah tim nasional tidak masuk akal,” kata Tebas kepada surat kabar Italia La Gazzetta dello Sport.
"Industri sepak bola bukan hanya Piala Dunia, yang merupakan acara paling penting. Namun, tidak semuanya bisa berpusat pada Piala Dunia. Justru kompetisi domestiklah yang menopang olahraga ini.
"Mereka sedang menghancurkan industri sepak bola demi sebuah acara yang berlangsung 40 hari dan hanya diikuti oleh segelintir pemain.
Baca Juga: Truk Mundur di Tanjakan Semanu, Gunungkidul, Satu Pengendara Motor Meninggal Dunia
“Kita membutuhkan lebih sedikit tim nasional dan perlindungan yang lebih besar bagi sepak bola domestik, di semua tingkatan. Mereka tidak menyadari hal ini; mereka mengambil keputusan secara tidak bertanggung jawab.”
Piala Dunia di Amerika Utara musim panas ini adalah yang pertama kali diikuti oleh 48 tim, setelah sebelumnya turnamen ini melibatkan 32 tim nasional sejak diperluas dari 24 tim pada edisi 1998.
Selama enam pekan terakhir, FIFA dan Infantino juga mendapat kritik terkait sejumlah masalah seputar turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Baca Juga: Gencarkan Penambahan Kawasan Industri Baru, Gubernur Ahmad Luthfi Gaet Investor Singapura
Terdapat keluhan mengenai hydration Breaks yang diwajibkan, masalah visa bagi mereka yang tiba di AS untuk turnamen tersebut, serta kegemparan seputar kasus Folarin Balogun, ketika Presiden AS Donald Trump dan pemerintah AS berupaya membantu Asosiasi Sepak Bola AS (U.S. Soccer) agar sanksi penangguhan sang penyerang dicabut.
Terlepas dari semua itu, Infantino diperkirakan akan terpilih kembali untuk masa jabatan keempat pada kongres FIFA bulan Maret mendatang, meskipun Tebas berpendapat bahwa ia seharusnya mundur.
“Menurut saya, ya ia seharusnya mengundurkan diri, saya pikir sudah habis masanya,” kata Tebas.
Baca Juga: JAWA POS - RADAR JOGJA, EDISI RABU, 22 JULI 2026
“Namun, ia mendapat dukungan dari sistem, dari federasi-federasi, tidak banyak lagi yang bisa ditambahkan, bukan?
"Tidak ada calon oposisi, tidak ada yang mau mencalonkan diri hanya untuk kalah. Inilah sistemnya, dan sistem ini sudah sakit sejak akar-akarnya.
"Selama beberapa hari ini di Amerika, saya mendengar banyak orang yang menentang Infantino, yang tidak setuju dengan apa yang dilakukannya. Mereka mengatakannya, tapi kemudian tidak melakukan apa-apa.
Baca Juga: Nasabah BUKP Resah, Pemprov DIY Stop Cairkan Dana Simpanan; ORI Nilai Penanganan Berjalan Lamban
Editor : Satria Putra Sejati