JOGJA - Bumbu persaingan sengit berbalut gengsi kedaerahan dipastikan bakal mewarnai gelaran Super League musim 2026/2027. Pertemuan dua tim asal DIJ, yakni PSIM Jogja dan PSS Sleman, menjadi salah satu laga bertajuk Derby DIJ yang paling dinantikan oleh publik sepak bola tanah air.
Pelatih PSIM Jogja Jean-Paul van Gastel mengaku sangat menyambut hangat kembali bergulirnya duel antartim tetangga tersebut. Menurut pelatih asal Belanda ini, pertemuan dua klub yang secara geografis berdekatan selalu menghadirkan atmosfer kompetisi yang unik dan berdampak positif bagi perkembangan tim.
"Saya tidak berbicara dengan Coach Pieter Huistra (Pelatih PSS Sleman) terkait derby, tapi saya menyambut baik," cetusnya, Selasa (21/7).
Baca Juga: Menolak Pakai Pelampung, Wisatawan Tenggelam di Sungai Oya Ditemukan Meninggal
Bukan tanpa alasan van Gastel mengatakan hal tersebut. Sebab baginya, tensi dan kualitas persaingan dalam laga derby akan memicu peningkatan performa para pemain di lapangan. Ditambah lagi, ketersediaan fasilitas dan stadion yang mumpuni dari tim rival akan semakin menunjang kualitas pertandingan.
"Derby itu selalu menghadirkan kompetisi antara dua tim yang secara jarak berdekatan, sangat baik, apalagi mereka punya stadion yang baik. Tentu, ini sangat baik untuk melahirkan kompetisi buat tim," tegasnya.
Editor : Heru Pratomo