RADAR JOGJA - Nama rapper asal Kanada, Drake, kembali menjadi perbincangan setelah taruhan fantastis yang dipasangnya pada final Piala Dunia 2026 berakhir dengan kekalahan.
Hasil tersebut sekaligus menghidupkan lagi pembahasan mengenai fenomena yang dikenal luas sebagai "Drake Curse" di kalangan penggemar olahraga.
Menjelang partai puncak Piala Dunia 2026, Drake memasang taruhan senilai US$1,5 juta atau sekitar Rp24 miliar dengan prediksi Argentina mampu mengalahkan Spanyol dalam waktu normal. Apabila prediksinya tepat, ia berpotensi mengantongi kemenangan lebih dari US$5 juta.
Namun, hasil di lapangan berkata lain. Spanyol berhasil keluar sebagai juara dunia setelah menundukkan Argentina dengan skor 1-0 melalui gol yang tercipta pada babak perpanjangan waktu. Kekalahan Argentina membuat taruhan Drake otomatis hangus.
Kegagalan tersebut kembali memunculkan istilah Drake Curse, sebuah fenomena yang telah lama menjadi bahan perbincangan di dunia olahraga.
Istilah ini merujuk pada anggapan bahwa tim atau atlet yang mendapat dukungan terbuka dari Drake, baik melalui unggahan di media sosial maupun taruhan bernilai besar, kerap gagal meraih kemenangan.
Baca Juga: Jadi Tonggak Demokrasi Bangsa, DPC PDI Perjuangan Sleman Refleksi 30 Tahun Peristiwa Kudatuli
Fenomena tersebut telah mencuat dalam berbagai ajang olahraga selama beberapa tahun terakhir. Sejumlah atlet, klub sepak bola, hingga petarung MMA pernah dikaitkan dengan "kutukan" tersebut setelah mengalami kekalahan usai mendapat dukungan dari Drake.
Meski demikian, tidak sedikit pula tim dan atlet yang justru berhasil menang meski mendapat dukungan sang musisi.
Karena itu, Drake Curse sejatinya lebih dikenal sebagai lelucon atau meme yang berkembang di kalangan penggemar olahraga daripada sebuah fakta yang memiliki dasar ilmiah. Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa dukungan atau taruhan Drake benar-benar memengaruhi hasil pertandingan.
Baca Juga: Celtic Dapat Angin Segar, Kiper Manchester United Radek Vitek Siap Tinggalkan Old Trafford
Meski demikian, setiap kali Drake kembali memasang taruhan besar dan hasilnya berujung kekalahan, istilah tersebut hampir selalu kembali menjadi topik hangat di media sosial.
Final Piala Dunia 2026 menjadi contoh terbaru bagaimana nama Drake kembali dikaitkan dengan "kutukan" yang telah melekat pada dirinya selama bertahun-tahun.
Terlepas dari benar atau tidaknya anggapan tersebut, satu hal yang pasti adalah taruhan besar Drake pada final Piala Dunia 2026 kembali gagal membuahkan hasil, sekaligus menambah panjang daftar momen yang membuat Drake Curse terus hidup sebagai salah satu cerita paling unik dalam dunia olahraga modern.
Editor : Satria Putra Sejati