Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Prancis vs Inggris, Laga Terakhir Didier Deschamps saat Kylian Mbappe Targetkan Golden Boot

Satria Putra Sejati • Sabtu, 18 Juli 2026 | 14:56 WIB
Pelatih Prancis, Didier Deschamps tidak cemas melawan Maroko dipimpin wasit asal Argentina.
Pelatih Prancis, Didier Deschamps tidak cemas melawan Maroko dipimpin wasit asal Argentina.

RADAR JOGJA - Prancis dan Inggris akan saling berhadapan dalam laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 di Hard Rock Stadium, Miami, Minggu (19/7) dini hari WIB. 

Meski gagal melangkah ke partai puncak, duel ini tetap menyimpan banyak cerita menarik, mulai dari laga perpisahan Didier Deschamps hingga ambisi Kylian Mbappe mengejar rekor individu.

Kedua tim datang ke pertandingan ini dengan luka yang belum sepenuhnya pulih. Prancis harus mengakui keunggulan Spanyol 0-2 pada semifinal, sementara Inggris gagal mempertahankan keunggulan saat akhirnya menyerah 1-2 dari Argentina. Kekalahan tersebut membuat kedua raksasa Eropa itu harus puas memperebutkan medali perunggu.

Baca Juga: Janji Cucurella Jika Spanyol Juara Piala Dunia: Saya akan Membuat Tato Luis De La Fuente dan Pensiun dari Tim Nasional

Bagi Prancis, pertandingan ini memiliki makna yang lebih besar. Ini akan menjadi laga terakhir Didier Deschamps sebagai pelatih Les Bleus setelah memutuskan mengakhiri masa baktinya usai Piala Dunia 2026.

Pelatih yang membawa Prancis menjuarai Piala Dunia 2018 itu berharap anak asuhnya mampu menutup turnamen dengan kemenangan sebagai bentuk penghormatan atas perjalanan panjangnya bersama tim nasional.

Meski mengakui laga perebutan tempat ketiga tidak sebesar final, Deschamps menegaskan timnya tetap memiliki tanggung jawab untuk memberikan penampilan terbaik.

Baca Juga: Pria 75 Tahun di Jogja Meninggal Saat Jogging, Ini Kenapa Olahraga Tak Selalu Menjamin Aman dari Serangan Jantung

Ia menyebut para pemain ingin mengakhiri turnamen dengan hasil positif demi negara dan para pendukung. Namun, Prancis masih dibayangi masalah kebugaran beberapa pemain yang berpotensi memaksa perubahan dalam susunan pemain.

Kabar baiknya, Kylian Mbappe dipastikan berada dalam kondisi fit. Kendati demikian, Deschamps belum memastikan apakah sang kapten akan dimainkan sejak menit pertama.

Kehadiran Mbappe tetap menjadi ancaman terbesar bagi pertahanan Inggris, apalagi penyerang Real Madrid itu masih berpeluang menambah koleksi golnya di turnamen ini.

Baca Juga: Di Ajang SBBI Award 2026, Gubernur Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Impactful Regional Leadership

Di kubu Inggris, motivasi untuk menutup Piala Dunia dengan kemenangan juga tak kalah besar. Kekalahan dramatis dari Argentina di semifinal menjadi pukulan telak bagi skuad The Three Lions.

Kini The Three Lions bertekad membawa pulang medali perunggu sekaligus mengakhiri turnamen dengan catatan positif.

Selain gengsi antardua kekuatan besar Eropa, pertandingan ini juga memiliki arti penting dalam perebutan penghargaan individu. Harry Kane masih berpeluang memperbaiki posisinya dalam persaingan Golden Boot, sementara sejumlah pemain lain, termasuk Mbappe, juga berusaha menambah kontribusi gol maupun assist.

Baca Juga: Dari Insinyur Pertanian Hingga Kini Pimpin Dua Mal di Jogja, Filosofi Surya Ananta: Jangan Pernah Jadi Orang yang Statis

Secara historis, laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia kerap menghadirkan pertandingan yang terbuka dengan banyak gol. Berkurangnya tekanan dibanding partai final membuat kedua tim biasanya tampil lebih lepas dan ofensif.

Selain menentukan peraih medali perunggu, hasil pertandingan juga berpengaruh terhadap catatan resmi turnamen, hadiah uang, serta prestise kedua negara di panggung sepak bola dunia.

Dengan berbagai cerita yang mengiringinya, duel Prancis kontra Inggris bukan sekadar laga hiburan sebelum final.

Baca Juga: MANAJER ANYAR PSIM JOGJA: Iksan Mahar, Wartawan yang Kini Pimpin Laskar Mataram

Pertandingan ini menjadi kesempatan terakhir bagi Deschamps menutup era kepelatihannya dengan kemenangan, sekaligus ajang bagi kedua tim untuk mengobati kekecewaan setelah gagal mewujudkan mimpi menjadi juara dunia.

Editor : Satria Putra Sejati
Prancis inggris piala dunia 2026