RADAR JOGJA - Harry Kane mengatakan masih terlalu dini untuk memutuskan apakah ini Piala Dunia terakhirnya bersama Inggris, sambil menegaskan bahwa kekalahan 2-1 pada semifinal Piala Dunia 2026, Kamis (16/7) dini hari melawan Argentina mirip dengan kegagalan-kegagalan di masa lalu.
Inggris sempat memimpin atas Argentina pada menit ke-55 lewat gol Anthony Gordon, namun kemudian beralih ke formasi yang lebih defensif, yang membuat La Albiveleste memiliki lebih banyak waktu menguasai bola dan berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-85 melalui gol Enzo Fernandez.
Lalu, dua menit memasuki waktu tambahan, Lautaro Martinez mencetak gol penentu kemenangan Argentina saat ia menyundul umpan silang dari Lionel Messi.
Baca Juga: Komdigi Ungkap Modus Perekrutan Rekening Judol, Petani hingga Ibu Rumah Tangga Jadi Sasaran
“Rasanya ini cerita yang mirip dengan apa yang terjadi di turnamen-turnamen sebelumnya,” kata Kane.
"Kami mengelola momentum pertandingan dengan sangat baik selama 60 menit, kami mencetak gol dan unggul," imbuhnya.
"Lalu, entah karena alasan apa, kami kesulitan menguasai bola, kesulitan memberikan tekanan pada bola, dan hal itu memungkinkan mereka membangun momentum lebih banyak serta menciptakan lebih banyak serangan di sepertiga akhir lapangan kami," jelasnya.
Baca Juga: Kesbangpol Gunungkidul Mulai Persiapkan Paskibra, Pelatihan Mandiri Digelar Akhir Juli
Kane memimpin Inggris di Piala Dunia 2018, di mana mereka tersingkir di babak semifinal. Ia kemudian menjadi kapten tim Inggris yang melaju ke final Kejuaraan Eropa 2021, serta ke perempat final Piala Dunia di Qatar pada 2022.
Dua tahun kemudian, Inggris kembali mencapai final Kejuaraan Eropa, di mana mereka dikalahkan oleh Spanyol.
Kane akan berusia 36 tahun saat Piala Dunia berikutnya digelar, dan ia mengatakan masih terlalu dini untuk menentukan apakah ini akan menjadi Piala Dunia terakhirnya bersama timnas Inggris.
Baca Juga: Tekan Kemiskinan, Pemkab Bantul Latih dan Beri Modal Usaha kepada 345 KPM
“Sekali lagi, masih terlalu dini untuk membicarakan hal itu,” katanya. "Saya menjalani ini tahun demi tahun, dan timnas adalah kebanggaan serta kebahagiaan saya," lanjutnya.
"Saya tidak pernah ingin membatasi hal-hal seperti ini.Saya akan menanggapi situasi seiring berjalannya waktu, tapi untuk saat ini yang terpenting adalah memproses kekalahan yang berat ini,” pungkasnya.
Editor : Satria Putra Sejati