Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Argentina Buktikan Mental Juara, Cetak Dua Gol dalam Tujuh Menit untuk Hancurkan Harapan Inggris di Piala Dunia

Satria Putra Sejati • Kamis, 16 Juli 2026 | 06:59 WIB
Para pemain Argentina rayakan kelolosan mereka ke final Piala Dunia setelah taklukkan Inggris.
Para pemain Argentina rayakan kelolosan mereka ke final Piala Dunia setelah taklukkan Inggris.

RADAR JOGJA - Mental juara Argentina tidak perlu lagi dibuktikan. La Albiceleste kembali bangkit dari ketertinggalan untuk memastikan tempat di final Piala Dunia 2026 dan memadamkan harapan Inggris.

Tertinggal 1-0 hingga menit ke-85, Argentina bangkit untuk meraih kemenangan 2-1 atas Inggris pada Kamis (16/7) dini hari dengan gol dari Enzo Fernandez dan pemain pengganti Lautaro Martinez.

Saat peluit akhir berbunyi, Messi cs berlutut merayakan kemenangan sementara para pemain Inggris tergeletak karena tak percaya.

Baca Juga: Kodam IV/Diponegoro Targetkan Punya 40 Yon TP, Yakini Akan Larisi Warung hingga Laundry Warga

Tambahkan tahun 2026 ke daftar tahun 1986 dan 1998 sebagai tahun-tahun di mana Argentina memadamkan harapan Three Lions di Piala Dunia.

Sang juara bertahan akan menghadapi juara Eropa, Spanyol, di final pada hari Senin di East Rutherford, New Jersey. Yang terbaik dari Amerika Selatan melawan yang terbaik dari Eropa.

Kekalahan bagi Inggris akan menyakiti generasi penggemar baru dengan cara yang mirip dengan gol handball Diego Maradona yang terkenal di perempat final Piala Dunia 1986 dan kekalahan adu penalti pada tahun 1998 ketika David Beckham diusir karena menendang Diego Simeone.

Baca Juga: Perkuat PN Tipikor Jogjakarta, Wajiran Tetap Diputus Bebas, Upaya Banding Jaksa Ditolak Pengadilan Tinggi

Perbedaannya adalah tidak ada rasa ketidakadilan kali ini, meskipun Inggris telah mengincar kemenangan setelah Anthony Gordon mencetak gol pembuka pada menit ke-55.

Argentina bertahan mati-matian seiring berjalannya pertandingan. Kiper Inggris, Jordon Pickford, melakukan penyelamatan penting sementara Mac Allister menyundul bola yang membentur tiang gawang saat Argentina terus menerus melancarkan serangan.

Messi sebagian besar berhasil diredam. Namun, ketika ia berada di lapangan, segalanya tampak mungkin.

Baca Juga: Dulu Bertahan di Rumah Hampir Roboh, Dua Warga Borobudur Kini Miliki Hunian Layak Berkat TJSL

Ia memberikan bola kepada Fernandez untuk mencetak gol penyeimbang dari luar kotak penalti pada menit ke-85. Dan dua menit memasuki waktu tambahan, Messi mengirimkan umpan silang untuk Martinez yang kemudian menyundul bola untuk mencetak gol kemenangan.

Rasanya hampir tak terhindarkan. Terutama mengingat berapa kali Argentina menolak untuk menyerah di Piala Dunia tahun ini. Dari Cape Verde hingga Mesir, Messi dan kawan-kawan selalu tampaknya menemukan jalan keluar.

Sebaliknya, Inggris gagal di semifinal Piala Dunia untuk ketiga kalinya setelah kalah dari Jerman pada tahun 1990 dan Kroasia pada tahun 2018. Dan ini adalah kesempatan lain dalam beberapa tahun terakhir ketika para pemain Inggris menyia-nyiakan posisi unggul di tahap akhir turnamen besar.

Baca Juga: Apresiasi untuk Pemain Lama, Ini 17 Pahlawan PSS Sleman Musim Lalu Yang Dipertahankan

Three Lions unggul 1-0 melawan Kroasia di semifinal delapan tahun lalu dan kalah 2-1. Mereka unggul 1-0 melawan Italia di final Kejuaraan Eropa 2021 dan kalah adu penalti.

Pada laga ini, pergantian pemain yang dilakukan pelatih Inggris Thomas Tuchel tampaknya lebih bertujuan untuk mempertahankan keunggulan, daripada mengakhiri pertandingan dengan gol lain.

Sebaliknya, Argentina selangkah lagi menuju sejarah. Messi, yang kini berusia 39 tahun dan kemungkinan besar bermain di Piala Dunia terakhirnya, hanya butuh satu kemenangan lagi untuk semakin memperkuat posisinya sebagai pemain sepak bola terhebat sepanjang masa.

Baca Juga: Dirut PSIM Jogja Liana Tasno Jabarkan Visi Jangka Panjang, Bangga jika Dipanggil Timnas tapi Lebih Ingin Jadi Kebanggaan DIY

Editor : Satria Putra Sejati
argentina inggris piala dunia