Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Thomas Tuchel Rencakan Penjagaan Ketat untuk Lionel Messi saat Inggris Tantang Argentina di Piala Dunia 2026

Satria Putra Sejati • Rabu, 15 Juli 2026 | 10:11 WIB
Pelatih kepala tim nasional Inggris, Thomas Tuchel rencanakan penjagaan ketat Lionel Messi saat menghadapi Argentina.
Pelatih kepala tim nasional Inggris, Thomas Tuchel rencanakan penjagaan ketat Lionel Messi saat menghadapi Argentina.

RADAR JOGJA - Pelatih Inggris Thomas Tuchel mengatakan bahwa ia telah mempertimbangkan untuk menerapkan strategi penjagaan ketat terhadap Lionel Messi dalam laga semifinal Piala Dunia melawan Argentina pada Kamis (16/7) dini hari.

Messi saat ini menjadi pencetak gol terbanyak bersama Kylian Mbappe dengan delapan gol dan akan menghadapi Inggris untuk pertama kalinya dalam karier gemilangnya di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta.

Pemenang pertandingan ini akan berhadapan dengan Spanyol di final hari Senin (20/7) di East Rutherford, New Jersey.

Baca Juga: Kritik Taktik Prancis dalam Kekalahan dari Spanyol, Mbappe: Kami Terlalu Ceroboh Secara Teknis

“Saya sempat memikirkan hal ini, apakah kita akan menerapkan strategi penjagaan ketat ala lama terhadap Messi,” kata Tuchel.

“Saya tidak yakin apakah kita akan menerapkan ide ini, tapi hal itu terlintas di benak saya. Saya rasa semua orang tahu area-area di mana dia ingin muncul. Ini seperti, saat Anda menganalisis pertandingan, Anda merasa dia melihat peluang lebih awal daripada siapa pun di lapangan.”

Delapan gol Messi, yang disertai dua assist, membuatnya kini menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan 21 gol.

Baca Juga: Berkat Berani Mencoba, Siswa SRMA 15 Magelang Mulai Ukir Prestasi

Dengan catatan tersebut, Tuchel mengakui keganasan La Pulga karena menurutnya bola seperti terus mengarah ke Messi dan mampu menemukan celah, menciptakan ruang lalu melakukan eksekusi.

“Tentu saja kami menemukan beberapa pola dalam permainan mereka, tapi jika kami menutup pola-pola itu, dia akan menemukan atau menciptakan pola baru," kata Tuchel.

“Itulah kekuatan utamanya, memang begitu adanya. Ini adalah pertandingan yang seru; sangat unik bisa berhadapan dengan juara bertahan, sangat unik bisa berhadapan dengan Leo Messi dan timnya. Sangat unik juga bisa bermain bersama Inggris melawan Argentina. Ini benar-benar pertandingan besar dalam segala aspek,” jelasnya.

Baca Juga: Stok Menipis di Sentra Sayur Jawa Tengah, Harga Wortel dan Mentimun di Gunungkidul Meroket

Tuchel mengatakan semua pemain siap diturunkan sebagai starter melawan Argentina, kecuali Jordan Henderson yang mengalami patah lengan dan Jarell Quansah yang sedang menjalani skorsing.

Ia juga berusaha meredam pentingnya rivalitas sengit antara Inggris dan Argentina di dalam dan di luar lapangan sebagai faktor penentu dalam pertandingan ini.

“Kami menghormati lawan kami, tetapi kami tidak menggali peristiwa-peristiwa historis dan tidak membesar-besarkannya. Ini adalah pertandingan sepak bola besar, momen besar. Kami sangat bersemangat, bersyukur, bersemangat, dan siap bertanding,” tegas Tuchel.

Baca Juga: Terus Bersinergi, Berkolaborasi dan Komunikasi, Polres, Kodim dan Kejari Kebumen Pastikan Kompak Jaga Kondusivitas

Tuchel juga menyoroti perjalanan dramatis Inggris menuju babak semifinal, yang mencakup kemenangan comeback di menit-menit akhir melawan RD Kongo sebelum mengalahkan Meksiko 3-2 di Stadion Azteca dan berhasil lolos setelah melalui perpanjangan waktu melawan Norwegia di tengah panas terik Miami.

“Kalian menyaksikan pertandingan sepak bola yang seru tanpa henti dan cukup menegangkan, terutama jika mengikuti perjalanan kami yang diwarnai kartu merah, tertinggal skor, pemeriksaan VAR, dan perpanjangan waktu,” katanya.

"Kami harus melewati berbagai pengalaman naik-turun yang sangat melelahkan. Rasanya cukup menguras tenaga. Kami bermain di ketinggian, bermain di cuaca panas, dan harus melakukan perjalanan di sela-sela pertandingan," pungkasnya.

Baca Juga: Dorong Kesetaraan Hak Politik, Badan Kesbangpol DIY Perkuat Pendidikan Politik bagi Penyandang Disabilitas

Editor : Satria Putra Sejati
argentina inggris piala dunia