JOGJA - Penyesuaian regulasi pemain muda menjadi salah satu perubahan yang mewarnai persiapan BRI Super League 2026/2027 yang dijadwalkan bergulir pada September mendatang. Jika musim lalu setiap klub diwajibkan memainkan minimal satu pemain U-23 selama sedikitnya 45 menit di setiap pertandingan, kini aturan tersebut berubah.
Pada musim 2026/2027, klub tidak lagi diwajibkan menurunkan pemain U-23. Sebagai gantinya, operator kompetisi akan memberikan insentif dana kepada klub yang memainkan pemain U-23. Besaran insentif disesuaikan dengan jumlah pemain muda yang diturunkan serta akumulasi menit bermain yang mereka peroleh sepanjang kompetisi.
Baca Juga: Gustavo Tocantins dan Frederic Injai Sudah di Sleman, Cleberson Souza dan Lucas Gama Belum Terlihat
Salah satu pemain PSIM yang masih masuk kategori U-23 pada musim depan adalah Raka Cahyana. Pemain kelahiran 24 Februari 2004 itu mengaku cukup menyayangkan perubahan regulasi tersebut. Menurutnya, aturan lama memberi ruang lebih besar bagi pemain muda untuk mendapatkan pengalaman di level tertinggi.
"Sejujurnya untuk regulasi pemain U-23 yang sekarang berubah dan dihapus, sebenarnya agak kecewa juga," ujar Raka, Selasa (14/7).
Meski demikian, pemain asal Banyumas itu memilih melihat perubahan tersebut sebagai tantangan untuk meningkatkan kualitas dirinya. Ia menilai, pemain muda tidak boleh bergantung pada regulasi, melainkan harus mampu merebut kepercayaan pelatih lewat performa.
"Ini menjadi motivasi saya untuk lebih kerja keras latihan, agar pelatih juga tetap percaya sama pemain muda," katanya.
Raka sendiri menilai kesempatan bermain bagi pemain muda tetap sangat bergantung pada keberanian pelatih memberikan kepercayaan. Karena itu, ia berharap pemain-pemain muda tetap memperoleh ruang untuk berkembang meski aturan telah berubah.
Musim lalu, Raka menjadi salah satu pemain muda yang paling banyak mendapat kesempatan di PSIM. Bek kanan berusia 22 tahun itu tampil dalam 30 pertandingan Super League 2025/2026, dengan 29 kali menjadi starter dan membukukan 1 gol serta 2 assist.
Secara statistik, ia juga mencatatkan sekitar 2.424 menit bermain, menunjukkan dirinya bukan sekadar memenuhi regulasi U-23, tetapi menjadi pilihan utama di sektor kanan pertahanan PSIM "Menurut saya penting bagi pemain muda supaya bisa tetap dipercaya dan diberi kesempatan oleh pelatih," ucapnya.
Kini, memasuki musim baru, kewajiban itu resmi dihapus dan diganti dengan skema insentif bagi klub yang tetap memberi menit bermain kepada pemain muda. Perubahan itu membuat persaingan memperebutkan tempat di skuad utama diperkirakan akan semakin ketat.
Bagi Raka sendiri, situasi itu justru menjadi pemacu semangat untuk terus berkembang agar mampu bersaing secara kualitas dengan pemain lain di skuad PSIM. "Ini tantangan bagi pemain muda untuk terus berkembang dan menunjukkan kualitasnya secara maksimal," tegasnya. (iza/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita