JOGJA - Di masa transisi menuju BRI Super League 2026/2027, Direktur Utama PSIM Jogja Yuliana Tasno menilai perkembangan klub tidak hanya terlihat dari prestasi di lapangan, tetapi juga dari transformasi organisasi di balik layar. Menurutnya, PSIM kini telah memiliki struktur kerja yang jauh lebih profesional jika dibandingkan saat masih berjuang di Liga 2.
Perempuan yang kerap disapa Ci Liana itu mengungkapkan, pada awal dia bergabung mengelola PSIM, banyak pekerjaan yang harus ditanganinya secara langsung karena organisasi klub masih ramping. Bahkan, urusan yang berkaitan dengan tim sepak bola hingga aspek komersial masih berada di bawah pengawasannya.
"Dulu pas di Liga 2, manajernya belum terlalu banyak. Masih saya kerjakan sendiri, football juga saya direct, komersial juga saya direct," ujarnya, Selasa (14/7).
Baca Juga: Lahan Tidur 57 Hektare di Banjarnegara Disulap Jadi Sentra Pertanian Terpadu
Kini, setelah PSIM promosi ke kasta tertinggi dan bersiap menghadapi musim keduanya di BRI Super League, struktur organisasi klub dinilai jauh lebih matang.
Diakui, saat ini berbagai divisi di manajemen PSIM telah dipimpin oleh tenaga profesional sesuai bidangnya masing-masing sehingga dirinya tidak lagi perlu terlibat dalam setiap persoalan operasional.
"Sekarang sudah lumayan banyak manajernya. Saya merasa sekarang PSIM jauh lebih banyak orang-orang profesional, dari keuangan, perpajakan, GM, komersial juga jauh lebih oke," katanya.
Meski demikian, Liana menegaskan dirinya tetap akan turun tangan apabila menghadapi persoalan yang benar-benar krusial. Namun, selama semua lini bekerja sesuai tugasnya, ia memilih memberi kepercayaan penuh kepada para penanggung jawab masing-masing.
Menurutnya, profesionalisasi organisasi menjadi salah satu fondasi penting agar PSIM tidak hanya mampu bersaing di kasta tertinggi sepakbola Indonesia dalam jangka pendek, tetapi juga berkembang sebagai klub yang memiliki sistem kerja yang semakin kuat pada musim-musim berikutnya.
"Dulu di Liga 2 saya lebih direct kalau ada masalah yang cukup krusial. Tapi sekarang saya lebih percaya pada orang-orang yang memang sudah kami tempatkan sesuai bidangnya," tuturnya. (iza/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita