Aparat keamanan di Atlanta akan menerapkan pengamanan ekstra menjelang laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina yang berlangsung pada Rabu waktu setempat.
Pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiket menuju final, tetapi juga mempertemukan dua negara yang memiliki rivalitas panjang dalam sejarah sepak bola dunia.
Polisi Atlanta Tingkatkan Pengamanan
Departemen Kepolisian Atlanta mengonfirmasi telah meningkatkan langkah-langkah pengamanan di seluruh kota untuk mengantisipasi membludaknya suporter dan wisatawan yang datang menyaksikan pertandingan.
Baca Juga: Prediksi Prancis vs Spanyol: Dua Raksasa Eropa Saling Sikut Demi Tiket Final Piala Dunia 2026
Dalam pernyataan resminya seperti dilansir BBC, polisi menyebut personel tambahan telah disiagakan di sekitar stadion, kawasan hiburan, serta sejumlah titik dengan mobilitas tinggi.
"Personel dan sumber daya tambahan telah ditempatkan secara strategis di sekitar lokasi pertandingan, kawasan hiburan, dan area ramai lainnya untuk memastikan seluruh warga dan pengunjung dapat menikmati pertandingan dengan aman."
Pihak kepolisian menegaskan bahwa langkah tersebut bertujuan menjaga keselamatan publik, mencegah tindak kriminal, serta memastikan pertandingan bersejarah ini berlangsung kondusif.
Rivalitas Panjang Inggris dan Argentina
Laga di Atlanta menjadi pertemuan pertama Inggris dan Argentina di ajang Piala Dunia dalam 24 tahun terakhir.
Selain rivalitas di lapangan hijau, kedua negara juga memiliki sejarah hubungan yang sensitif. Pada tahun 1982, Inggris dan Argentina terlibat dalam Perang Falklands (Malvinas), konflik selama 74 hari yang menewaskan ratusan prajurit dari kedua belah pihak dan hingga kini masih menyisakan sengketa mengenai kedaulatan wilayah tersebut.
Meski demikian, pihak berwenang berharap rivalitas tersebut tidak memicu ketegangan selama berlangsungnya pertandingan.
Federasi Veteran Argentina Ajak Suporter Fokus pada Sepak Bola
Menjelang pertandingan, Federasi Veteran Perang 2 April Argentina mengeluarkan pernyataan yang meminta para pendukung untuk memisahkan isu politik dari olahraga.
Mereka menegaskan bahwa persoalan kedaulatan Kepulauan Malvinas merupakan isu diplomatik yang harus diperjuangkan melalui jalur damai, bukan dibawa ke dalam atmosfer pertandingan sepak bola.
Federasi juga mengajak seluruh suporter menikmati pertandingan dengan semangat sportivitas sambil tetap menghormati sejarah yang ada.
Messi Hadapi Inggris untuk Pertama Kalinya
Pertandingan nanti juga menjadi momen spesial bagi Lionel Messi.
Kapten Argentina itu diperkirakan akan menghadapi Inggris untuk pertama kalinya sepanjang kariernya di Piala Dunia.
Argentina sendiri datang ke semifinal setelah meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Mesir pada babak 16 besar.
Seusai pertandingan tersebut, sejumlah pemain Argentina sempat terekam menyanyikan yel-yel yang menyinggung Kepulauan Malvinas serta dua legenda sepak bola Argentina, Diego Maradona dan Lionel Messi.
Maradona sendiri dikenang sebagai sosok yang membawa Argentina mengalahkan Inggris pada perempat final Piala Dunia 1986 melalui gol kontroversial "Hand of God" yang hingga kini masih menjadi salah satu momen paling ikonik dalam sejarah sepak bola.
Jordan Pickford: Ini Hanya Pertandingan Sepak Bola
Kiper Inggris Jordan Pickford mencoba meredam tensi jelang laga besar tersebut.
Menurutnya, pertandingan melawan Argentina seharusnya dipandang sebagai duel sepak bola biasa.
"Ini hanya pertandingan sepak bola. Biarkan sepak bola yang berbicara di atas lapangan," ujar Pickford.
Polisi Puji Suporter Inggris di Amerika
Di sisi lain, Kepolisian Atlanta memberikan apresiasi terhadap perilaku suporter Inggris yang berada di Amerika Serikat selama turnamen berlangsung.
Namun, mereka juga menyoroti situasi di Inggris, di mana lebih dari 500 insiden terkait sepak bola dilaporkan terjadi saat The Three Lions mengalahkan Norwegia 2-1 melalui babak perpanjangan waktu di perempat final.
Dalam insiden tersebut, aparat melakukan lebih dari 100 penangkapan.
Dengan pengamanan yang diperketat dan imbauan dari berbagai pihak, laga semifinal antara Inggris dan Argentina diharapkan berlangsung aman, tertib, dan tetap menjadi perayaan sepak bola, meski dibalut rivalitas panjang yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Editor : Bahana.