Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Swiss Kritik Kepemimipinan Wasit setelah Kekalahan dari Argentina, Kontroversi Bayangi Semifinal Inggris

Satria Putra Sejati • Senin, 13 Juli 2026 | 10:47 WIB
Penyerang Swiss, Breel Embolo diusir dari lapangan karena mendapatkan kartu kuning kedua setelah lakukan diving dalam kekalahan dari Argentina.
Penyerang Swiss, Breel Embolo diusir dari lapangan karena mendapatkan kartu kuning kedua setelah lakukan diving dalam kekalahan dari Argentina.

RADAR JOGJA - Kontroversi kepemimpinan wasit kembali mewarnai langkah Argentina di Piala Dunia 2026. Setelah memastikan tiket ke semifinal usai mengalahkan Swiss 3-1 melalui babak perpanjangan waktu, tim berjuluk La Albiceleste menghadapi sorotan terkait sejumlah keputusan wasit yang dinilai merugikan lawannya.

Sorotan utama tertuju pada kartu merah yang diterima penyerang Swiss, Breel Embolo, pada menit ke-70. Embolo diusir keluar lapangan setelah menerima kartu kuning kedua akibat dianggap melakukan simulasi atau diving saat berduel dengan gelandang Argentina, Leandro Paredes.

Insiden tersebut sempat diperiksa melalui Video Assistant Referee (VAR). Sebelumnya, wasit Joao Pinheiro sempat memberikan kartu kuning kepada Paredes atas pelanggaran terhadap Embolo. Setelah peninjauan ulang, keputusan berubah. Paredes dibebaskan dari hukuman, sementara Embolo justru dinyatakan melakukan diving dan menerima kartu kuning kedua yang berujung kartu merah.

Keputusan itu memicu protes keras dari para pemain Swiss. Mereka mengerumuni wasit dan meminta penjelasan, namun keputusan tetap tidak berubah.

Baca Juga: Presiden FIFA Mempertimbangkan Perluasan Piala Dunia Menjadi 64 Tim, Peluang Indonesia Semakin Besar?

Unggul jumlah pemain, Argentina akhirnya memastikan kemenangan melalui gol jarak jauh Julián Álvarez pada babak tambahan waktu.

Bek Swiss Manuel Akanji menjadi salah satu pemain yang paling vokal mengkritik kepemimpinan wasit. Menurutnya, banyak keputusan pertandingan lebih menguntungkan Argentina.

"Saat wasit berpihak kepada lawan, pertandingan menjadi sangat sulit. Hampir setiap keputusan kecil merugikan kami. Saya jarang mengkritik wasit, tetapi saya belum pernah mengalami pertandingan yang terasa sepihak seperti ini," ujar Akanji.

Meski kecewa, bek Inter Milan tersebut tetap memuji perjuangan rekan-rekannya.

Baca Juga: Pertama dalam Sejarah, Empat Tim Teratas FIFA akan Bersaing untuk Gelar Juara Piala Dunia

"Saya bangga dengan tim ini. Kami mampu memberikan perlawanan kepada juara dunia dan saya merasa jika kami tetap bermain dengan 11 orang, hasil akhirnya bisa berbeda," katanya.

Senada dengan Akanji, gelandang Remo Freuler mempertanyakan alasan VAR dapat melakukan intervensi dalam insiden yang berujung kartu merah Embolo.

"Saya masih tidak memahami mengapa VAR bisa ikut campur dalam situasi seperti itu. FIFA perlu memberikan penjelasan," ucap Freuler.

Pelatih Swiss Murat Yakin juga menyayangkan keputusan yang diambil wasit. Menurutnya, momentum pertandingan saat itu sedang berpihak kepada Swiss sebelum kartu merah diberikan.

Baca Juga: Pebalap Muda Astra Honda Melesat Raih Double Podium IHTTC 2026 Sepang

"Setelah kami menyamakan kedudukan, kami sedang menguasai pertandingan. Namun momentum itu hilang karena keputusan wasit yang menurut saya keliru," kata Yakin.

Ia menilai tidak ada alasan bagi wasit memberikan kartu kuning kepada pemain Argentina dalam insiden tersebut sebelum akhirnya mengubah keputusan setelah melihat tayangan ulang.

"Keputusan itu sulit saya pahami. Sangat disayangkan karena kami kehilangan kesempatan besar untuk melangkah lebih jauh," ujarnya.

Kapten Swiss Granit Xhaka juga mengungkapkan kekecewaannya.

Baca Juga: DPKP DIY Gelar Pasar Tani Tumbaso di Jogja Agro Park, Hadirkan Produk Segar dan Pangan Berkualitas Langsung dari Petani

"Aturan memang aturan, tetapi keputusan seperti ini bisa merusak sepak bola. Saya berharap hal seperti ini tidak terus terjadi," kata Xhaka.

Kontroversi tersebut turut memunculkan perdebatan mengenai penerapan aturan VAR.

Pakar regulasi sepak bola BBC, Dale Johnson, menilai penggunaan VAR dalam insiden tersebut masih menyisakan tanda tanya. Menurutnya, koreksi karena kesalahan identitas pemain merupakan keputusan faktual yang tidak memerlukan peninjauan monitor di pinggir lapangan.

Sementara itu, perubahan keputusan dari dugaan pelanggaran menjadi simulasi merupakan penilaian subjektif sehingga memunculkan perdebatan mengenai prosedur yang diterapkan dalam pertandingan tersebut.

Kontroversi tersebut juga memicu reaksi di media sosial, terutama dari sejumlah pendukung Inggris yang khawatir kepemimpinan wasit kembali menjadi sorotan saat Inggris menghadapi Argentina pada semifinal.

Baca Juga: BRI Perkuat Dukungan bagi Generasi Unggul Bangsa, Serahkan Ambulans untuk SMA Taruna Nusantara Magelang

Sebagian suporter mempertanyakan konsistensi keputusan wasit sepanjang turnamen, termasuk membandingkan beberapa insiden yang melibatkan Inggris dan Argentina. Namun hingga kini tidak ada bukti resmi yang menunjukkan adanya keberpihakan sistematis kepada salah satu tim.

Pelatih Inggris Thomas Tuchel sebelumnya juga sempat mengkritik standar kepemimpinan wasit selama Piala Dunia. Meski tidak secara khusus menyinggung Argentina, ia menilai konsistensi pengambilan keputusan masih perlu ditingkatkan.

Kontroversi wasit bukan kali pertama mengiringi perjalanan Argentina di Piala Dunia 2026. Sebelumnya, Federasi Sepak Bola Mesir mengajukan protes resmi setelah timnya tersingkir dari Argentina pada babak 16 besar.

Mesir menilai terdapat sejumlah keputusan kontroversial yang memengaruhi jalannya pertandingan, termasuk gol yang dianulir serta beberapa insiden yang tidak ditinjau melalui VAR. Pelatih Mesir Hossam Hassan bahkan secara terbuka mempertanyakan kepemimpinan wasit usai laga.

Baca Juga: Pos Retribusi Baru Berdiri di Akses Sungai Oya, Pengelola Tahura Bunder Perkuat Penataan Kawasan

Meski demikian, hingga saat ini FIFA belum mengeluarkan pernyataan yang menyatakan adanya pelanggaran atau kesalahan prosedur yang memengaruhi hasil pertandingan Argentina sepanjang turnamen.

Argentina kini akan menghadapi Inggris pada semifinal Piala Dunia 2026. Di tengah sorotan terhadap kepemimpinan wasit, laga tersebut diprediksi akan berlangsung dengan pengawasan ketat mengingat tingginya perhatian publik terhadap setiap keputusan yang diambil di lapangan.

Editor : Satria Putra Sejati
#Swiss #var #kontroversi #wasit #piala dunia