Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Presiden FIFA Mempertimbangkan Perluasan Piala Dunia Menjadi 64 Tim, Peluang Indonesia Semakin Besar?

Satria Putra Sejati • Senin, 13 Juli 2026 | 09:51 WIB
Presiden FIFA, Gianni Infantino.
Presiden FIFA, Gianni Infantino.

RADAR JOGJA - Gianni Infantino mengkonfirmasi bahwa FIFA akan membahas perluasan Piala Dunia pria menjadi 64 tim setelah turnamen 2026, dengan mengatakan setiap negara harus memiliki kesempatan untuk bermimpi bermain di ajang sepak bola terbesar.

Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko adalah yang pertama menampilkan 48 tim, setelah diperluas dari 32 tim, dan peningkatan lebih lanjut mungkin akan terjadi.

"Ini tentu saja merupakan isu yang akan dipertimbangkan dan dibahas di komite terkait setelah Piala Dunia ini," kata Infantino.

Baca Juga: Pertama dalam Sejarah, Empat Tim Teratas FIFA akan Bersaing untuk Gelar Juara Piala Dunia

"Ketika Anda menyelenggarakan Piala Dunia, penting untuk menyelenggarakannya untuk seluruh dunia. Bukan hanya Eropa dan Amerika Selatan, tetapi seluruh dunia, pada dasarnya. Setiap negara harus bisa bermimpi untuk berpartisipasi dalam Piala Dunia," imbuhnya.

"Kita dapat melihat bahwa kualitas tim sangat tinggi, dan semakin tinggi di seluruh dunia. Jika Anda tidak memberi negara-negara kecil kesempatan untuk berpartisipasi dalam Piala Dunia, mereka juga kehilangan insentif untuk terus meningkatkan diri," jelasnya.

Prospek Piala Dunia dengan 64 tim pertama kali muncul pada Maret 2025, ketika konfederasi Amerika Selatan CONMEBOL mengusulkan perluasan turnamen 2030, yang akan menandai peringatan seratus tahun kompetisi tersebut.

Baca Juga: Pebalap Muda Astra Honda Melesat Raih Double Podium IHTTC 2026 Sepang

Pada bulan September, Infantino bertemu dengan presiden CONMEBOL Alejandro Dominguez, presiden asosiasi sepak bola Argentina dan Uruguay, serta presiden Paraguay dan Uruguay di New York untuk membahas proposal tersebut.

Pada saat itu, Dominguez mengatakan peringatakan 100 tahun Piala Dunia adalah momen yang bersejarah.

"Kami ingin menyerukan persatuan, kreativitas, dan keyakinan besar. Karena ketika sepak bola dinikmati bersama oleh semua orang, perayaannya benar-benar mendunia," ujarnya.

Baca Juga: JAWA POS - RADAR JOGJA, EDISI SENIN, 13 JULI 2026

Berbanding kontras dengan beberapa pendapat diatas, Pada April 2025, presiden Concacaf Victor Montagliani mengatakan perluasan menjadi 64 tim bukanlah langkah yang tepat untuk kompetisi prestigius tersebut.

"Saya tidak percaya memperluas Piala Dunia pria menjadi 64 tim adalah langkah yang tepat untuk turnamen itu sendiri dan ekosistem sepak bola yang lebih luas, dari tim nasional hingga kompetisi klub, liga, dan pemain," kata Victor.

Jika disetujui, Piala Dunia 64 tim akan menampilkan 128 pertandingan, dua kali lipat jumlah pertandingan yang dimainkan dalam format 32 tim yang digunakan dari tahun 1998 hingga 2022.

Baca Juga: DPKP DIY Gelar Pasar Tani Tumbaso di Jogja Agro Park, Hadirkan Produk Segar dan Pangan Berkualitas Langsung dari Petani

Sementara itu, turnamen tahun ini akan menampilkan 104 pertandingan.

Presiden UEFA Aleksander Ceferin sebelumnya menggambarkan proposal tersebut sebagai ide yang buruk.

Meskipun begitu, andai perluasan benar-benar terjadi, otomatis setiap region akan mendapatkan peningkatan untuk mengirim wakil mereka di Piala Dunia. Tak terkeluali Asia.

Baca Juga: Pos Retribusi Baru Berdiri di Akses Sungai Oya, Pengelola Tahura Bunder Perkuat Penataan Kawasan

Peluang Indonesia untuk lolos juga meningkat karena meningkatnya kuota tersebut.

Dilain sisi, peningkatakan kuota Piala Dunia juga akan menurunkan level kompetisi karena sebelumnya hanya beberapa tim dengan kualitas terbaik saja yang bisa lolos.

Editor : Satria Putra Sejati
#FIFA #gianni infantino #Indonesia #piala dunia