JOGJA - Memanfaatkan jeda kompetisi sebelum bergulirnya BRI Super League 2026/2027 pada September mendatang, pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel mulai mengevaluasi fondasi permainan yang telah dibangun bersama Laskar Mataram sepanjang musim lalu.
Bagi pelatih asal Belanda tersebut, hasil akhir pertandingan memang penting, tetapi proses membangun kualitas tim jauh lebih menentukan keberlanjutan prestasi sebuah klub.
Van Gastel mengatakan, bahwa perkembangan sebuah tim tidak selalu dapat dinilai hanya dari hasil pertandingan atau posisi klasemen. Menurutnya, proses peningkatan kualitas permainan kerap luput dari perhatian karena tidak langsung terlihat.
"Yang banyak orang lihat adalah hasilnya, entah itu bagus atau tidak. Tapi proses perkembangannya seringkali tidak terlihat," ujar Van Gastel, Jumat (10/7).
Baca Juga: Bangun PSIM Jogja Dari Dalam, Yuliana Tasno Tekankan Pentingnya Kekompakan Organisasi
Karena itu, ia mengaku tidak pernah menetapkan target jumlah poin sebagai tolok ukur keberhasilan tim-tim yang ia tangani. Termasuk di PSIM Jogja m, fokus utamanya adalah membawa PSIM berkembang dan mampu mengakhiri kompetisi di posisi setinggi mungkin, termasuk untuk musim depan.
"Saya bukan tipe pelatih yang menargetkan poin tertentu. Saat berkompetisi, tujuan saya ingin berakhir setinggi mungkin di klasemen," ujarnya.
Menurut Van Gastel, cara berpikir tersebut juga memengaruhi pendekatannya dalam membangun permainan PSIM.
Ia menilai keberhasilan sebuah tim tidak boleh dibebankan hanya kepada pemain tertentu. Seluruh pemain memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi, termasuk dalam menciptakan peluang maupun mencetak gol.
Van Gastel mencontohkan perannya dalam mengevaluasi lini depan. Baginya, seorang penyerang tetap bisa memberikan kontribusi besar meski tidak selalu mencatatkan namanya di papan skor.
"Bagi saya, penyerang bisa memenangkan laga tanpa harus cetak gol. Mereka menahan bek lawan, memancing bek, dan memastikan tim dominan dari lini belakang dan unggul jumlah di lini tengah," jelasnya.
Namun demikian, ia menegaskan produktivitas tetap menjadi aspek yang harus ditingkatkan. Oleh sebab itu, kontribusi mencetak gol tidak boleh hanya bergantung pada satu pemain.
"Pada waktu tertentu kami memang butuh gol dan assist, tetapi dari semua pemain secara umum," tegas Van Gastel.
Memasuki masa transisi menuju musim 2026/2027, pelatih berusia 54 tahun tersebut berharap filosofi permainan yang mulai dibangun sepanjang musim lalu dapat berkembang lebih matang.
Baca Juga: 97 SPPG Sempat Macet, Pemprov DIY Sebut Belum Terima Laporan Terbaru
Dengan kompetisi baru yang dijadwalkan mulai bergulir pada September mendatang, Van Gastel ingin PSIM tidak hanya mengejar hasil, tetapi juga terus meningkatkan kualitas permainan sebagai fondasi untuk bersaing di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. (iza)
Editor : Bahana.