Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bangun PSIM Jogja Dari Dalam, Yuliana Tasno Tekankan Pentingnya Kekompakan Organisasi

Fahmi Fahriza • Jumat, 10 Juli 2026 | 16:26 WIB
Direktur Utama PSIM Jogja Yuliana Tasno 
Direktur Utama PSIM Jogja Yuliana Tasno 

JOGJA - Memasuki masa transisi usai berakhirnya BRI Super League 2025/2026 menuju musim 2026/2027 yang akan bergulir pada September mendatang, Direktur Utama PSIM Jogja Yuliana Tasno menegaskan soal pentingnya menjaga kultur organisasi sebagai fondasi klub menghadapi musim kedua di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Menurut perempuan yang kerap disapa Ci Liana itu, keberhasilan sebuah klub tidak hanya ditentukan oleh kualitas pemain maupun pelatih. Di balik itu, lingkungan kerja yang sehat dan hubungan antar divisi dan organisasi yang solid menjadi faktor penting untuk menjaga performa tim dalam jangka panjang.

Karena itu, ia mengaku tidak memberikan ruang bagi budaya kerja yang berpotensi memecah kekompakan di dalam klub. Menurutnya, setiap persoalan yang berpotensi menimbulkan suasana tidak kondusif harus segera diselesaikan.

Baca Juga: 97 SPPG Sempat Macet, Pemprov DIY Sebut Belum Terima Laporan Terbaru

"Saya tidak suka melihat ada anak di manajemen yang aneh, misal menimbulkan toxic atau lain-lain. Walau terkesan diam, sebenarnya saya bergerak juga. Itu sebisa mungkin saya bersihkan karena memengaruhi banget," kata Liana, Jumat (10/7).

Liana sadar betul, bahwa sepak bola modern tidak hanya berbicara soal taktik di lapangan. Pengelolaan sumber daya manusia menurutnya juga menjadi aspek yang sama pentingnya untuk menjaga stabilitas organisasi.

"Karena bola itu manajemen human resource. Semua harus saling bahu-membahu," ujarnya.

Lebih lanjut, Liana mengatakan budaya saling mendukung harus menjadi nilai yang dipegang seluruh elemen klub, mulai dari jajaran manajemen hingga tim di lapangan. Menurutnya, kekompakan internal akan menjadi modal penting bagi PSIM untuk menghadapi tantangan kompetisi yang semakin ketat.

Di sisi lain, ia juga berusaha membangun suasana kerja yang tetap positif meski klub berada dalam tekanan. Baginya, menjaga semangat tim merupakan bagian dari kepemimpinan yang tidak kalah penting dibanding mengambil keputusan strategis.

"Ada saja jokes di tengah tekanan yang terjadi. Hal-hal seperti itu yang bikin kami tetap semangat,"  ungkapnya.

Memasuki persiapan menyambut musim baru, Liana berharap budaya organisasi yang sehat tetap menjadi identitas PSIM. Ia meyakini klub yang memiliki kekompakan di luar lapangan akan memiliki fondasi lebih kuat untuk bersaing di kasta tertinggi.

"Yang paling penting semua harus saling bantu dan sinergi. Karena di sepak bola, semua berkaitan. Kalau organisasinya sehat, tim juga akan lebih kuat," tutupnya. (iza)

Editor : Bahana.
#Laskar Mataram #Liana Tasno #PSIM Jogja