RADAR JOGJA - Timnas Maroko dipastikan tidak akan diperkuat salah satu pemain terbaiknya, Ismael Saibari, saat menghadapi Prancis pada laga perempat final Piala Dunia 2026.
Penyerang berusia 25 tahun itu masih menjalani pemulihan cedera hamstring sehingga belum siap tampil dalam pertandingan yang digelar di Boston pada Jumat (10/7) kick off pukul 03.00 dini hari WIB.
Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh pelatih Maroko, Mohamed Ouahbi, dalam konferensi pers jelang pertandingan.
Baca Juga: 6 Kebiasaan Sederhana Jaga Mata Tetap Sehat Bagi Pelajar Usai Libur Panjang
Meski kehilangan salah satu andalannya, Ouahbi optimistis kondisi Saibari tidak terlalu serius dan berharap sang pemain masih bisa kembali sebelum turnamen berakhir.
"Semua pemain tersedia, kecuali Saibari, karena pertandingan datang terlalu cepat untuknya. Namun saya berharap dia tidak harus absen hingga akhir turnamen," ujar Ouahbi.
Ia menegaskan hanya pemain yang berada dalam kondisi fisik terbaik yang akan diturunkan menghadapi Prancis.
Baca Juga: Jembatan 1 Miliar Hasil Patungan Warga Aceh Diresmikan, Menteri PU: Belum Cukup
"Kami hanya akan memainkan pemain yang benar-benar berada dalam kondisi 100 persen," tambahnya.
Saibari mengalami cedera saat Maroko mengalahkan Kanada 3-0 pada babak 16 besar. Ia ditarik keluar pada menit ke-22 setelah merasakan masalah pada hamstring.
Sejak itu, tim medis Maroko terus memantau kondisinya melalui serangkaian pemeriksaan, termasuk pemindaian MRI yang dilakukan setelah skuad tiba di Boston.
Hasil pemeriksaan menunjukkan cedera yang dialami tidak tergolong parah, sehingga peluang Saibari kembali bermain di sisa turnamen masih terbuka.
Absennya Saibari menjadi kerugian besar bagi Maroko. Sepanjang Piala Dunia 2026, pemain yang baru bergabung dengan Bayern Munich itu tampil impresif dan menjadi motor serangan Singa Atlas.
Ia mencetak gol pembuka saat Maroko mengalahkan Brasil, mencetak gol kemenangan saat menghadapi Skotlandia, serta menyumbang gol penyeimbang melawan Haiti di fase grup. Pada babak 32 besar melawan Belanda, Saibari juga menjadi penentu kemenangan lewat eksekusi penalti dalam adu penalti.
Baca Juga: Bukan Balas Dendam, Mohamed Ouahbi Ingin Bawa Maroko Mencapai Semifinal Piala Dunia 2026
Tak lama sebelum Piala Dunia berlangsung, Saibari resmi menyelesaikan kepindahan senilai 50 juta euro ke Bayern Munich dari PSV Eindhoven. Transfer tersebut menjadikannya pemain sepak bola Maroko termahal kedua sepanjang sejarah setelah Achraf Hakimi.
Sebagai pengganti Saibari, Soufiane Rahimi diperkirakan akan mengisi lini depan Maroko saat menghadapi Prancis. Rahimi sebelumnya masuk menggantikan Saibari dalam laga kontra Kanada dan dinilai menjadi kandidat terkuat untuk tampil sejak menit awal.
Meski kehilangan pemain kunci, Ouahbi tetap percaya pada kedalaman skuad yang dimilikinya.
"Jika ingin melangkah jauh di turnamen seperti ini, Anda membutuhkan semua pemain. Mereka yang tidak menjadi starter tahu bahwa mereka tetap memiliki kesempatan memberikan dampak ketika masuk dari bangku cadangan. Itu memberi kami kepercayaan diri," katanya.
Di lini belakang, Maroko berpeluang kembali diperkuat bek tengah Chadi Riad yang sebelumnya absen saat melawan Kanada karena cedera. Kehadirannya diharapkan mampu memperkuat pertahanan Singa Atlas setelah Redouane Halhal dinilai belum tampil maksimal sebagai pengganti.
Laga melawan Prancis juga menjadi momen reuni bagi Maroko setelah kedua tim terakhir kali bertemu pada semifinal Piala Dunia 2022. Saat itu, langkah bersejarah Maroko sebagai tim Afrika pertama yang mencapai semifinal dihentikan Les Bleus dengan skor 2-0.
Baca Juga: Gelandang Inggris Morgan Rogers: Apakah Ada Yang Pernah Hentikan Erling Haaland? Saya Tidak Yakin
Kini, Singa Atlas bertekad menorehkan hasil berbeda demi menjaga peluang melaju ke empat besar Piala Dunia 2026.
Editor : Satria Putra Sejati