JOGJA - Di masa transisi dari BRI Super League 2025/2026 menuju BRI Super League 2026/2027, pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel menegaskan, pekerjaannya bersama Laskar Mataram tidak berhenti pada keberhasilan mempertahankan tim di kasta tertinggi.
Pelatih berkebangsaan Belanda itu menyebut sejak awal menerima tawaran melatih PSIM, ia telah mengemban dua misi utama. Misi pertama adalah memastikan PSIM mampu bertahan di kompetisi kasta tertinggi Indonesia.
Misi kedua yang tak kalah penting ialah meningkatkan standar di seluruh elemen klub agar mampu berkembang menjadi entitas yang lebih profesional.
"Bagi saya, ketika saya ditunjuk di sini, ada dua hal yang harus saya lakukan. Pertama jangan sampai terdegradasi, dan kedua menaikkan standar bagi semua orang di dalam sini," ujar Van Gastel, Rabu (8/7).
Menurutnya, proses meningkatkan standar klub tidak dapat diwujudkan dalam waktu singkat. Van Gastel menilai perubahan membutuhkan waktu karena PSIM menghabiskan waktu yang sangat panjang di kompetisi kasta kedua sebelum akhirnya promosi ke BRI Super League.
"Saya pikir prosesnya berjalan lebih lambat dari yang saya mau. Tapi seperti kita tahu juga, klub ini sebelumnya 18 tahun di kasta kedua. Jadi memang butuh waktu untuk terus berkembang," paparnya.
Setelah berhasil mengamankan posisi PSIM di kasta tertinggi sepakbola Indonesia musim lalu. Secara garis besar Van Gastel belum cukup puas dengan hal tersebut.
Kini, memasuki persiapan menyongsong musim 2026/2027, dua misi yang diusung Van Gastel itu masih menjadi pijakan utama PSIM. Selain mempertahankan daya saing di lapangan, ia juga berharap standar profesionalisme di dalam klub terus meningkat.
"Saya tahu dan percaya klub ini masih bisa terus berkembang menjadi lebih baik," ujarnya. (iza/pra)
Editor : Heru Pratomo