RADAR JOGJA - Pelatih asal Portugal, Jose Mourinho melontarkan kritik keras terhadap kepemimpinan wasit dan penggunaan Video Assistant Referee (VAR) usai pertandingan babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Mesir pada Selasa (7/7) malam.
Mourinho menilai sejumlah keputusan yang diambil sepanjang laga tidak mencerminkan prinsip keadilan yang seharusnya menjadi tujuan utama penerapan teknologi VAR. Bahkan, ia menyebut pertandingan tersebut diwarnai keputusan yang sangat kontroversial.
"Ini perampokan terang-terangan. Sungguh memalukan apa yang terjadi pada sepak bola," ujar Mourinho dikutip dari X MUFCDarren_.
Baca Juga: Menteri PU Apresiasi Warga yang Patungan Perbaiki Jembatan Enang-Enang
Sorotan utama Mourinho tertuju pada momen ketika sebuah gol dibatalkan setelah wasit membiarkan permainan terus berlangsung hingga bola bersarang di gawang.
Menurutnya, apabila memang terjadi pelanggaran dalam proses serangan, pertandingan seharusnya dihentikan lebih awal.
"Bagaimana Anda membiarkan permainan berlanjut, membiarkan gol tercipta, dan baru kemudian memutuskan untuk membatalkannya? Jika ada pelanggaran, hentikan permainan segera. Jangan menunggu sampai setelah gol tercipta," tegasnya.
Baca Juga: Wali Kota Bima Klarifikasi Pelantikan Istri sebagai Sekdis Kesehatan
Tak hanya itu, Mourinho juga mempertanyakan konsistensi penggunaan VAR sepanjang pertandingan.
Ia menyinggung gol pertama Argentina yang dinilainya berada dalam situasi sangat tipis dengan offside, namun tidak mendapatkan pemeriksaan sedetail insiden lain.
"Saya mengajukan pertanyaan lain, mengapa gol pertama Argentina tidak ditinjau dengan perhatian yang sama ketika terlihat sangat dekat dengan offside? Mengapa setiap insiden yang melibatkan Argentina diperiksa, sementara Mesir tampaknya tidak mendapatkan perlakuan yang sama?" katanya.
Baca Juga: Petani Hortikultura di Indonesia Kini Punya Opsi Baru Insektisida Dua Fungsi Sekaligus
Menurut mantan pelatih Chelsea, Inter Milan, Real Madrid, Manchester United, dan AS Roma itu, teknologi VAR seharusnya menjadi alat untuk menghadirkan keadilan, bukan justru memunculkan polemik baru di lapangan.
"VAR seharusnya membawa keadilan, bukan kebingungan. Hari ini, tampaknya setiap keputusan penting menguntungkan Argentina. Sepak bola pantas mendapatkan yang lebih baik," tutup Mourinho.
Pernyataan Mourinho pun berpotensi memicu perdebatan di kalangan pencinta sepak bola.
Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari penyelenggara pertandingan maupun otoritas wasit terkait kritik yang disampaikan pelatih berusia 63 tahun tersebut.
Meski demikian, komentar Mourinho kembali menyoroti pentingnya konsistensi penerapan VAR dalam pertandingan level tertinggi, terutama di ajang sebesar Piala Dunia, di mana setiap keputusan dapat memengaruhi hasil akhir pertandingan dan memunculkan kontroversi berkepanjangan.
Editor : Satria Putra Sejati