Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Merasa Tidak Mendapat Keadilan dari Wasit, Pelatih Mesir Hossam Hassan Ogah Nonton Sisa Piala Dunia

Bahana. • Rabu, 8 Juli 2026 | 14:04 WIB
Pelatih Mesir Hossam Hassan saat menerima kartu kuning di laga Argentina vs Mesir
Pelatih Mesir Hossam Hassan saat menerima kartu kuning di laga Argentina vs Mesir

Tim Nasional Mesir meluapkan kekecewaan setelah tersingkir secara dramatis dari babak 16 besar Piala Dunia 2026. Pelatih Hossam Hassan dan sejumlah pemain menilai beberapa keputusan wasit telah merugikan mereka dalam kekalahan 2-3 dari Argentina.

Dalam pertandingan tersebut, Mesir sempat unggul dua gol sebelum Argentina bangkit dan membalikkan keadaan. Namun, jalannya laga diwarnai sejumlah keputusan kontroversial yang memicu protes keras dari kubu The Pharaohs.

Salah satu insiden yang menjadi sorotan adalah gol Mostafa Ziko yang dianulir saat Mesir unggul 1-0. Selain itu, Mohamed Salah juga merasa timnya seharusnya mendapatkan hadiah penalti sebelum Argentina melancarkan serangan balik yang berujung pada gol penentu kemenangan melalui sundulan Enzo Fernández pada masa injury time.

Hossam Hassan mengaku sangat kecewa terhadap kepemimpinan wasit François Letexier beserta tim ofisial pertandingan. Menurutnya, Mesir tidak memperoleh perlakuan yang adil sepanjang pertandingan.

Ia menilai ada dua momen yang seharusnya menguntungkan timnya, termasuk dugaan pelanggaran di kotak penalti yang tidak ditinjau melalui Video Assistant Referee (VAR). Hassan juga mempertanyakan alasan dianulirnya salah satu gol Mesir.

Baca Juga: Pemuda 26 Tahun Asal Magelang Hilang di Lereng Merapi, Upaya Pencarian Masih Terus Dilakukan

Pelatih berusia 59 tahun itu bahkan menyebut hasil pertandingan sulit diterimanya. Ia merasa pertandingan tersebut tidak mencerminkan prinsip sportivitas dan keadilan yang seharusnya dijunjung tinggi dalam kompetisi sepak bola.

Dalam pernyataannya, Hassan juga mengkritik jadwal pertandingan yang dimulai pukul 12.00 siang waktu setempat. Menurutnya, waktu tersebut tidak ideal untuk pertandingan sepak bola, meskipun stadion di Atlanta telah dilengkapi sistem pendingin udara.

Lebih lanjut, Hassan melontarkan dugaan bahwa terdapat faktor-faktor di luar aspek teknis yang memengaruhi jalannya pertandingan. Ia mempertanyakan apakah ada keinginan agar sang juara bertahan tetap melaju lebih jauh di turnamen serta agar Lionel Messi terus bertahan di persaingan. Namun, pernyataan tersebut merupakan pandangan pribadi Hassan dan tidak disertai bukti yang dapat memverifikasi tuduhan tersebut.

Sebagai bentuk kekecewaannya, Hassan mengaku kehilangan kepercayaan terhadap penyelenggaraan turnamen. Ia bahkan mengatakan tidak ingin lagi menyaksikan Piala Dunia setelah kembali ke negaranya karena merasa keadilan tidak ditegakkan dalam pertandingan tersebut.

Sementara itu, pencetak gol Mesir, Mostafa Ziko, juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Mesir atas kegagalan tim melangkah ke babak berikutnya.

Menurut Ziko, perjuangan timnya seolah sia-sia akibat keputusan-keputusan wasit yang dinilainya merugikan. Ia mengungkapkan bahwa seluruh pemain telah berusaha keras mempertahankan keunggulan 2-0, tetapi situasi berubah drastis setelah sejumlah keputusan kontroversial di lapangan.

Ziko juga menyampaikan keyakinannya bahwa hasil pertandingan tidak berjalan sesuai harapan Mesir. Ia bahkan melontarkan klaim bahwa trofi Piala Dunia 2026 "diarahkan" kepada Argentina. Pernyataan tersebut merupakan opini pribadi sang pemain dan hingga kini tidak didukung bukti maupun pernyataan resmi dari FIFA atau perangkat pertandingan.

Baca Juga: Resmi Gabung Persija, Pratama Arhan akan Reuni dengan Shin Tae-Yong

Hingga saat ini belum ada tanggapan resmi dari FIFA maupun wasit François Letexier terkait kritik dan tuduhan yang disampaikan kubu Mesir setelah pertandingan tersebut.     

Editor : Bahana.
#hossam hassan #mesir #argentina #piala dunia 2026