DALLAS – Piala Dunia 2026 bisa jadi menjadi pertandingan terakhir Critiano Ronaldo dikancah sepakbola akbar tersebut.
Perjalanan Ronaldo di panggung Piala Dunia resmi berakhir dengan penuh emosi. Kapten tim nasional Portugal itu tak mampu membendung air mata setelah timnya tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia 2026 usai kalah tipis 0-1 dari Spanyol.
Gol tunggal gelandang Spanyol, Mikel Merino, pada menit pertama masa tambahan waktu babak kedua memupus harapan Portugal untuk melaju ke perempat final.
Pertandingan bertajuk Derby Semenanjung Iberia tersebut berlangsung ketat dengan kedua tim saling mengunci permainan sebelum Merino memecah kebuntuan di penghujung laga.
Setelah gol tersebut, Ronaldo masih berusaha membangkitkan semangat rekan-rekannya untuk mengejar ketertinggalan. Namun, lini pertahanan Spanyol mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Akhiri Kiprah di Piala Dunia dengan Kepala Tegak: Saya Sudah Memberikan Segalanya!
Sesaat setelah pertandingan berakhir, Ronaldo terlihat meninggalkan lapangan dengan mata berkaca-kaca sambil menyeka air mata. Momen tersebut menjadi penutup perjalanan panjang sang megabintang di ajang Piala Dunia.
Sehari sebelum pertandingan, pemain berusia 41 tahun itu telah mengonfirmasi bahwa Piala Dunia 2026 menjadi turnamen terakhirnya bersama Portugal di kompetisi sepak bola terbesar dunia.
Air mata Ronaldo menjadi simbol berakhirnya perjalanan selama dua dekade di Piala Dunia. Sepanjang kariernya, ia tampil dalam enam edisi turnamen tersebut dan menjadi salah satu ikon terbesar dalam sejarah sepak bola dunia.
Meski gagal mewujudkan impian mengangkat trofi Piala Dunia, Ronaldo tetap meninggalkan warisan luar biasa. Ia masih tercatat sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa di level sepak bola internasional serta menjadi top skor sepanjang sejarah Liga Champions.
Dengan lima trofi Ballon d'Or, lima gelar Liga Champions, serta sederet prestasi bersama klub maupun tim nasional Portugal, Cristiano Ronaldo dipastikan akan selalu dikenang sebagai salah satu pesepak bola terbaik sepanjang masa, terlepas dari kegagalannya menutup karier internasional dengan gelar juara dunia.
Editor : Bahana.