DALLAS – Roberto Martinez memastikan akan mengakhiri masa jabatannya sebagai pelatih tim nasional Portugal setelah langkah Seleção terhenti di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Keputusan tersebut diumumkan menyusul kekalahan tipis 0-1 dari Spanyol dalam laga bertajuk Derby Iberia.
Portugal harus mengakui keunggulan rivalnya setelah gelandang pengganti Mikel Merino mencetak gol semata wayang pada menit pertama masa tambahan waktu babak kedua. Sepanjang pertandingan, Portugal kesulitan membongkar pertahanan Spanyol yang hingga kini belum kebobolan satu gol pun di turnamen tersebut.
Dalam konferensi pers seusai pertandingan, Martinez mengungkapkan bahwa kontraknya memang berakhir setelah Piala Dunia 2026. Namun, ia menegaskan keputusan untuk mundur baru diambil setelah kegagalan membawa Portugal meraih gelar juara dunia.
"Siklus ini telah berakhir. Tim membutuhkan suara baru dan pemimpin baru," ujar Martinez.
Baca Juga: Tabrakan Adu Banteng di Jalan Magelang-Purworejo, Empat Orang Terluka, Satu Kritis
Pelatih asal Spanyol itu mengaku bangga atas pengalamannya selama tiga setengah tahun menangani Portugal dan berharap mampu meninggalkan kenangan positif bagi para pendukung.
"Saya membawa pulang banyak kenangan indah dan berharap Portugal juga memiliki kenangan baik selama saya melatih tim ini. Ini adalah pengalaman terbesar dalam hidup saya," katanya.
Martinez menambahkan bahwa sebelum turnamen dimulai belum ada keputusan mengenai masa depannya. Namun, target utama Portugal adalah menjuarai Piala Dunia, sehingga kegagalan tersebut membuatnya merasa sudah saatnya memberikan kesempatan kepada pelatih lain.
"Sebelumnya belum diputuskan bahwa saya akan pergi setelah turnamen. Saya datang dengan tujuan memenangkan Piala Dunia, dan karena gagal mencapainya, rasanya tidak masuk akal untuk terus melanjutkan," ucapnya.
Kepergian Martinez juga membuka peluang dimulainya era baru di tim nasional Portugal. Masa depan penyerang veteran Cristiano Ronaldo menjadi sorotan setelah kembali tampil kurang menonjol saat menghadapi Spanyol meski bermain penuh selama 90 menit.
Sementara itu, gelandang Bruno Fernandes mengaku kecewa dengan hasil yang diraih Portugal. Menurutnya, tim tidak mampu menampilkan performa terbaik dan kembali melakukan kesalahan-kesalahan yang sama, terutama pada babak kedua yang berlangsung minim peluang.
"Kami semua sedih. Kami tidak bermain di level terbaik dan masih mengulangi kesalahan yang sama," kata Fernandes.
Di kubu lawan, Spanyol berhak melaju ke perempat final dan akan menghadapi pemenang pertandingan Amerika Serikat melawan Belgia.
Baca Juga: 8 Tahun Berkarya: Polbangtan Kementan Cetak SDM Pertanian Unggul, Percepat Swasembada Pangan
Gelandang Spanyol Rodri meminta rekan-rekannya tidak cepat puas meski berhasil menyingkirkan Portugal. Ia menilai timnya masih harus meningkatkan performa mengingat tantangan yang semakin berat di babak berikutnya, termasuk potensi menghadapi Prancis di semifinal.
"Kami tahu Portugal akan bertahan sangat dalam. Kedua tim bermain seimbang dan sama-sama ingin menguasai bola. Secara keseluruhan kami memainkan pertandingan yang baik. Pada akhirnya kami memanfaatkan peluang yang ada untuk memenangkan laga. Namun, kami belum boleh berpuas diri. Kami sangat senang dengan kemenangan ini," ujar Rodri.
Editor : Bahana.