Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Belgia Protes Keras Keputusan FIFA Cabut Skorsing Balogun, Rudi Garcia: Lelucon Seperti Hari April Mop

Satria Putra Sejati • Senin, 6 Juli 2026 | 09:33 WIB
Folarin Balogun
Folarin Balogun

RADAR JOGJA - Timnas Belgia melontarkan protes keras terhadap keputusan FIFA yang mencabut skorsing penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun jelang duel babak 16 besar Piala Dunia 2026. Pelatih Setan Merah, Rudi Garcia bahkan menyebut keputusan tersebut terasa seperti lelucon.

"Saya tidak tahu kalau di Piala Dunia bulan Juli berubah menjadi 1 April. Rasanya seperti Hari April Mop," ujar Garcia dalam konferensi pers.

Sebelumnya, Balogun menerima kartu merah saat Amerika Serikat mengalahkan Bosnia-Herzegovina 2-0 di babak 32 besar. Penyerang berusia 25 tahun itu diusir keluar lapangan setelah wasit mengubah keputusan melalui tinjauan VAR atas pelanggaran terhadap bek Bosnia, Tarik Muharemovic.

Baca Juga: Mentan Amran Gelontorkan Bantuan Rp 1,3 Triliun untuk Papua Selatan, Perkuat Lumbung Pangan Indonesia Timur

Sesuai regulasi turnamen, kartu merah tersebut semestinya membuat Balogun menjalani skorsing satu pertandingan sehingga dipastikan absen menghadapi Belgia di babak 16 besar.

Namun, FIFA secara mengejutkan mengubah keputusan itu. Badan sepak bola dunia tersebut mencabut hukuman larangan bermain dan hanya menjatuhkan masa percobaan selama satu tahun kepada Balogun. Dengan demikian, penyerang Amerika Serikat itu tetap dapat tampil menghadapi Belgia.

Keputusan tersebut langsung memicu reaksi dari Federasi Sepak Bola Belgia. Dalam pernyataan resminya, federasi mengaku terkejut karena langkah FIFA dinilai bertentangan dengan regulasi turnamen yang menetapkan hukuman otomatis bagi pemain yang menerima kartu merah.

Baca Juga: Erling Haaland Klaim Kemenangan atas Brasil Merupakan Momen Terbesar dalam Sejarah Norwegia

Federasi Belgia juga menyatakan tengah mempelajari berbagai langkah yang dapat ditempuh sebagai bentuk keberatan atas keputusan tersebut.

Garcia menegaskan bahwa protes yang dilakukan bukan semata-mata demi kepentingan Setan Merah.

"Kami bukan hanya membela tim nasional Belgia atau federasi. Kami membela sepak bola dan konsistensi dalam penerapan aturan," tegas pelatih asal Prancis itu.

Baca Juga: Makin Goblok Bareng, 1.274 Seniman Akan Tampil di Festival Lima Gunung yang Digelar tanpa Sponsor

Kiper Belgia, Thibaut Courtois mengaku sempat terkejut ketika mendengar kabar pencabutan skorsing Balogun. Meski demikian, ia memastikan timnya tetap fokus mempersiapkan pertandingan.

"Kalau keputusan itu diumumkan lebih awal, mungkin kami bisa mempersiapkan diri secara berbeda. Tapi kami masih memiliki satu sesi latihan lagi dan akan siap menghadapi siapa pun. Amerika Serikat bukan hanya Balogun, mereka memiliki 11 pemain di lapangan," ujar Courtois.

Baik Garcia maupun Courtois enggan berspekulasi mengenai kemungkinan Belgia membawa persoalan tersebut ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Menurut Garcia, fokus utama tim saat ini tetap tertuju pada pertandingan melawan Amerika Serikat.

Baca Juga: Donald Trump Turun Tangan! Telepon Presiden FIFA Gianni Infantino untuk Batalkan Hukuman Folarin Balogun

"Kami ingin fokus pada sepak bola dan pertandingan yang akan kami hadapi," katanya.

Kritik terhadap keputusan FIFA juga datang dari pelatih Norwegia, Stale Solbakken. Menurutnya, pencabutan hukuman Balogun dapat menjadi preseden buruk bagi penyelenggaraan turnamen.

"Menurut saya ini adalah keputusan yang sangat buruk. Jika VAR sudah menyatakan itu kartu merah dan pemain dikeluarkan, seharusnya ia menjalani hukuman sesuai aturan. Bagaimana jika nanti Balogun mencetak gol kemenangan? Orang-orang pasti akan mempertanyakan hasil pertandingan," ujar Solbakken.

Baca Juga: Cristiano Ronaldo Konfirmasi Piala Dunia 2026 Akan Menjadi Yang Terakhir

Ia juga mempertanyakan konsistensi FIFA dalam menerapkan regulasi kartu merah di masa mendatang.

"Kalau keputusan seperti ini bisa diubah, bagaimana dengan kartu merah berikutnya? Apakah setiap kasus akan ditinjau kembali oleh komite khusus? Ini bukan preseden yang baik untuk turnamen sekelas Piala Dunia," tegasnya.

Belgia dijadwalkan menghadapi Amerika Serikat pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 pada Selasa (7/7) pagi. Pemenang laga tersebut akan bertemu pemenang duel Portugal kontra Spanyol.

Baca Juga: JAWA POS - RADAR JOGJA, EDISI SENIN, 6 JULI 2026

Editor : Satria Putra Sejati
#skorsing #belgia #FIFA #Amerika Serikat #piala dunia 2026