Mantan manajer, Jürgen Klopp, dilaporkan telah mengambil keputusan besar untuk meninggalkan jabatannya di Red Bull Group demi menjadi kepala pelatih baru tim nasional Jerman. Kabar mengejutkan ini dikonfirmasi langsung oleh pakar transfer terkemuka, Fabrizio Romano.
Klopp sebelumnya baru saja mengakhiri masa bakti sembilan tahun yang luar biasa bersama Liverpool pada musim panas 2024, sebelum akhirnya menerima peran eksekutif sebagai Kepala Global Sepak Bola di Red Bull pada Januari 2025. Jabatan tersebut awalnya dipilih Klopp agar ia tetap bisa terlibat dalam lanskap sepak bola elite Eropa tanpa harus menghadapi tekanan dan stres harian dalam mengelola sebuah klub.
Selama masa jabatannya yang singkat di Red Bull, pria berusia 59 tahun tersebut bertanggung jawab penuh dalam mengembangkan serta meningkatkan performa klub-klub yang berada di bawah naungan konglomerat tersebut, seperti RB Leipzig, RB Salzburg, New York Red Bulls, dan Red Bull Bragantino.
Mengaktifkan Klausul Keluar Khusus
Baca Juga: Gantikan Julian Nagelsmann, Jürgen Klopp Sepakat Jadi Pelatih Baru Timnas Jerman
Kendati menikmati peran barunya di balik layar, kontrak Klopp bersama Red Bull ternyata memuat klausul keluar khusus. Klausul ini memungkinkannya untuk hengkang kapan saja jika tawaran untuk melatih tim nasional Jerman datang, dan Klopp memilih untuk mengaktifkannya sekarang.
“BREAKING: Jürgen Klopp sebagai kepala pelatih baru Jerman, here we go! Klopp telah menerima tawaran ini; detail kontrak jangka panjang, proyek, dan proses keluar dari RB Group masih dalam pembahasan, tetapi dia dipastikan akan menjadi kepala pelatih baru. RB sempat mempertimbangkan Glasner sebagai pengganti, namun ia memilih menandatangani kontrak di #NFFC. Klopp kembali.” tulis Fabrizio Romano melalui akun X (Twitter) resminya.
Krisis di Tubuh DFB dan Mundurnya Nagelsmann
Langkah cepat ini diambil oleh Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) menyusul kegagalan total Jerman di panggung dunia. Petinggi DFB dilaporkan telah memberikan ultimatum kepada Julian Nagelsmann untuk mengundurkan diri atau dipecat setelah langkah Die Mannschaft terhenti secara mengejutkan di babak 32 besar oleh Paraguay lewat babak adu penalti yang berakhir dengan skor 4-3.
Nagelsmann secara resmi mengundurkan diri pada hari Sabtu, yang langsung membuka jalan bagi DFB untuk mendekati Klopp. Menanggapi situasi tersebut, Klopp memberikan konfirmasi langsung terkait proses negosiasi yang berjalan kilat.
"Ya, saya bisa mengonfirmasi adanya pembicaraan tersebut. Segalanya bergerak dengan sangat cepat," ujar Klopp. "Julian telah mengundurkan diri dan DFB tengah mengupayakan sosok pengganti. Dalam rangkaian pertimbangan itulah, mereka mendekati saya."
Ambisi dan Impian yang Menjadi Nyata
Sebelum kesepakatan dengan Jerman ini tercapai, nama Klopp sempat santer dikaitkan dengan raksasa Spanyol, Real Madrid, awal tahun ini. Namun, Presiden Los Blancos, Florentino Perez, pada akhirnya memilih untuk bereuni dengan Jose Mourinho.
Pihak Klopp dan agennya sendiri kala itu langsung menepis rumor Madrid, mengingat melatih timnas Jerman memang sudah lama dipahami sebagai pekerjaan impian sang juru taktik.
Baca Juga: Baru Dua Bulan Pindah, Pemuda asal Surabaya Ditemukan Meninggal di Gunungkidul
Keputusan kembali ke kursi pelatih ini terbilang menarik, sebab Klopp sebelumnya sempat enggan mengambil pekerjaan di level klub demi bisa menghabiskan lebih banyak waktu bersama keluarganya. Jadwal internasional yang tidak sepadat kompetisi klub dinilai menjadi kompromi sempurna bagi Klopp untuk tetap melatih tanpa kehilangan waktu bersama keluarga.
Kini, tugas berat sudah menanti Klopp. DFB membebankan target besar kepadanya untuk mengembalikan tradisi juara Jerman di kancah internasional. Sebagai catatan, Jerman terakhir kali mengangkat trofi Piala Dunia pada tahun 2014 di Brasil, memenangkan Piala Konfederasi pada 2017, serta belum pernah lagi menjuarai Piala Eropa sejak tahun 1996.
Editor : Bahana.