Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Stale Solbakken Tegaskan Hormati Carlo Ancelotti, Siap Tantang Brasil di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Satria Putra Sejati • Minggu, 5 Juli 2026 | 13:28 WIB
Selebrasi pemain Norwegia setelah Erling Haaland mencetak gol dalam kemenangan 4-1 atas Estonia
Selebrasi pemain Norwegia setelah Erling Haaland mencetak gol dalam kemenangan 4-1 atas Estonia

RADAR JOGJA - Pelatih Norwegia, Stale Solbakken membantah anggapan dirinya tidak menghormati pelatih Brasil, Carlo Ancelotti menjelang duel babak 16 besar Piala Dunia 2026 pada Senin (6/7) dini hari.

Solbakken menegaskan pernyataannya yang viral usai laga sebelumnya sama sekali bukan bentuk pelecehan, melainkan ungkapan rasa hormat kepada salah satu pelatih terbaik dalam sejarah sepak bola.

Norwegia akan menghadapi Brasil pada laga babak 16 besar yang berlangsung di New Jersey. Jelang pertandingan tersebut, Solbakken kembali menegaskan bahwa menghadapi Ancelotti merupakan sebuah kehormatan besar.

Baca Juga: Meksiko vs Inggris, Jarell Quansah Siap Tampil, Reece James Diragukan Tampil Sejak Awal

Sebelumnya, usai Norwegia mengalahkan Pantai Gading 2-1 di babak 32 besar berkat gol kemenangan Erling Haaland pada menit ke-86, Solbakken sempat memberikan pidato di ruang ganti yang kemudian menjadi sorotan. Dalam rekaman tersebut, ia terdengar berkata, "Ancelotti, kami akan datang untukmu!"

Ucapan itu memunculkan anggapan bahwa Solbakken meremehkan pelatih asal Italia tersebut. Namun, ia langsung meluruskan maksud sebenarnya.

"Itu adalah bentuk pujian untuk Ancelotti. Dia adalah salah satu pelatih terhebat dalam sejarah sepak bola Eropa, bahkan mungkin yang terbaik dengan lima gelar Liga Champions dan kesuksesan di berbagai negara," ujar Solbakken.

Baca Juga: Tuchel Minta Inggris Tetap Tenang Hadapi Meksiko Meski Persiapan Penuh Tantangan

Ia juga memuji kepribadian Ancelotti, baik di dalam maupun di luar lapangan.

"Cara dia memperlakukan lawan dan sikapnya dalam dunia sepak bola adalah contoh yang seharusnya diteladani semua pelatih. Kehadirannya di sepak bola internasional bersama Brasil juga menjadi hal yang sangat baik bagi olahraga ini," katanya.

Meski memberikan penghormatan kepada Ancelotti, Solbakken menegaskan timnya tetap bertekad menyingkirkan Brasil demi mengamankan tiket ke perempat final.

Baca Juga: Sambil Dorong Kursi Roda Sang Anak, Ahmad Luthfi Ramaikan Rupiah Borobudur Playon 2026

"Ini adalah kehormatan besar bagi kami menghadapi Brasil dan Ancelotti. Namun besok kami harus mengalahkan mereka jika ingin terus melaju di turnamen," tegasnya.

Norwegia datang dengan modal statistik yang cukup menarik. Mereka belum pernah kalah dalam empat pertemuan melawan Brasil sejak 1988, termasuk kemenangan bersejarah pada fase grup Piala Dunia 1998 di Prancis.

Meski demikian, Solbakken tidak ingin timnya terlena dengan catatan tersebut. Menurutnya, Brasil tetap menjadi favorit meski tidak sedominan beberapa generasi sebelumnya.

Baca Juga: Prediksi Skor Meksiko vs Inggris Babak 16 Besar Piala Dunia 2026, Tantangan Berat The Three Lions Tundukkan El Tri di Azteca

"Kami hanya bisa mengalahkan Brasil jika bermain dalam performa 100 persen. Jika tidak, kami hampir tidak memiliki peluang. Mereka masih menjadi favorit, meski mungkin tidak sebesar Brasil pada era sebelumnya," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Norwegia harus mampu menghentikan kekuatan kolektif Brasil, bukan hanya mengawasi pemain-pemain bintangnya.

"Brasil memiliki banyak pemain berkualitas. Kami memang harus menghentikan individu-individu mereka, tetapi yang lebih penting adalah menghentikan permainan Brasil sebagai sebuah tim," jelas Solbakken.

Baca Juga: Prediksi Skor Brasil vs Norwegia Babak 16 Besar, Pertemuan Pertama Setelah 28 Tahun di Piala Dunia

Mengenang kemenangan Norwegia atas Brasil di Piala Dunia 1998, Solbakken mengakui hasil tersebut memiliki arti besar bagi perkembangan sepak bola negaranya. Namun, ia menilai situasi kali ini sangat berbeda.

"Ketika kami menang pada 1998, Brasil sebenarnya sudah memastikan lolos sehingga situasinya berbeda. Sekarang ini adalah pertandingan sistem gugur. Kedua tim wajib menang untuk bisa melanjutkan perjalanan di Piala Dunia," katanya.

Solbakken juga mengungkapkan bahwa timnya telah mengantisipasi kemungkinan pertandingan berlangsung hingga adu penalti, mengingat beberapa laga fase gugur sebelumnya harus ditentukan lewat babak tersebut.

Baca Juga: Kuatkan Penyuluhan Digital, Aplikasi Juru Tani Polbangtan Kementan Dorong Swasembada Pangan

"Kami sudah mempersiapkan diri dengan sangat baik untuk adu penalti. Para pemain sudah mengetahui urutan penendang pertama hingga kelima. Kami siap jika pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti," pungkasnya.

Editor : Satria Putra Sejati
#brasil #Stale Solbakken #carlo ancelotti #norwegia #piala dunia 2026