Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Terpaksa Absen Perkuat Amerika Serikat Lawan Belgia Karena Sanksi Larangan Bermain, Balogun Siap Berikan Dukungan Yang Terbaik

Satria Putra Sejati • Sabtu, 4 Juli 2026 | 21:45 WIB
Folarin Balogun
Folarin Balogun

RADAR JOGJA – Penyerang Tim Nasional Amerika Serikat, Folarin Balogun mengaku mengalami gejolak emosi setelah menerima kartu merah saat menghadapi Bosnia-Herzegovina pada laga terakhir fase gugur Piala Dunia 2026.

Meski harus absen di babak 16 besar, Balogun menegaskan tetap akan memberikan dukungan penuh kepada rekan-rekannya saat menghadapi Belgia pada Selasa (7/7) mendatang.

Balogun menjadi pembuka keunggulan Amerika Serikat lewat gol pada menit ke-45. Namun, situasi berubah pada menit ke-64 ketika wasit mengusirnya dari lapangan setelah menilai tekel terhadap bek Bosnia, Tarik Muharemovic, sebagai pelanggaran keras.

Baca Juga: Persib Bandung Resmikan Lima Rekrutan Baru, Ragnar Oratmangoen Jadi Sorotan

Bermain dengan 10 orang, Amerika Serikat mampu mempertahankan keunggulan hingga laga usai. Bahkan, tim asuhan Mauricio Pochettino berhasil menambah gol melalui tendangan bebas langsung Malik Tillman pada menit ke-82 untuk memastikan kemenangan.

FIFA kemudian mengonfirmasi Balogun hanya dijatuhi hukuman larangan bermain satu pertandingan. Artinya, jika Amerika Serikat mampu mengalahkan Belgia di babak 16 besar, penyerang berusia 25 tahun itu dapat kembali tampil di perempat final.

Balogun mengakui insiden kartu merah tersebut menjadi pengalaman emosional yang sulit dilupakan.

Baca Juga: Program Speling Hadir di Banyumas, Ratusan Warga Antre Periksa Kesehatan Gratis

"Rasanya seperti naik roller coaster. Ada begitu banyak emosi yang bercampur. Saya merasa kecewa, tetapi juga bersyukur atas dukungan yang saya terima dari seluruh tim," ujar Balogun, Jumat (4/7).

Ia mengatakan memilih tetap tenang meski merasa keputusan wasit tidak sepenuhnya adil.

Menurutnya, sebagai pemain Piala Dunia, ia memiliki tanggung jawab memberikan contoh yang baik kepada para penggemar, terutama anak-anak yang menyaksikan pertandingan.

Baca Juga: Setelah Diresmikan Haedar Nashir, Muhammadiyah Sapen Universal School Disiapkan Jadi SD Berkelas Internasional

"Saya tidak ingin bereaksi dengan kemarahan. Kami menginspirasi banyak anak-anak, jadi penting untuk menunjukkan bagaimana menghadapi situasi sulit dengan cara yang benar," katanya.

Balogun menilai sanksi kartu merah terlalu berat

Balogun tetap menghormati keputusan wasit, tetapi berpendapat insiden tersebut seharusnya dinilai berdasarkan konteks perebutan bola antara dirinya dan Muharemovic.

Menurutnya, kontak yang terjadi sulit dihindari karena kedua pemain sama-sama berebut posisi.

Baca Juga: Prediksi Skor Paraguay vs Prancis Babak 16 Besar Piala Dunia 2026, Les Blues Waspadai Kejutan La Albirroja

"Jika Anda bermain sepak bola, Anda akan memahami ada situasi yang memang tidak bisa dihindari. Saya merasa kartu kuning akan lebih adil, tetapi keputusan sudah diambil dan saya harus menerimanya," ujar Balogun.

Meski demikian, ia menegaskan fokus utamanya kini adalah membantu tim melewati laga melawan Belgia.

Siap Mendukung dari Bangku Penonton

Balogun mengungkapkan dirinya belum berbicara secara khusus dengan Ricardo Pepi maupun Haji Wright yang berpeluang menggantikannya di lini depan. Ia tidak ingin memberikan tekanan tambahan kepada siapa pun.

Baca Juga: Prediksi Skor Kanada vs Maroko Babak 16 Besar Piala Dunia 2026, Upaya Balas Dendam The Cannucks

Sebaliknya, ia memilih menjalankan peran sebagai penyemangat tim selama menjalani hukuman.

"Tugas saya sekarang adalah mendukung semua pemain, menjaga semangat tim tetap tinggi, dan membantu menciptakan suasana positif. Saya yakin kami bisa memberikan penampilan terbaik melawan Belgia," ucapnya.

Balogun juga mendapat apresiasi karena tetap menghampiri dan berjabat tangan dengan wasit Raphael Claus seusai menerima kartu merah.

Menurutnya, rasa hormat kepada perangkat pertandingan harus tetap dijaga, terlepas dari rasa kecewa terhadap keputusan yang diambil.

Baca Juga: KAI Daop 6 Jogjakarta Evakuasi Bayi yang Ditemukan di Toilet Kereta, Identitas Orang Tua Masih Dicari Pihak Kepolisian

"Merasa diperlakukan tidak adil bukan alasan untuk bersikap tidak hormat. Setelah setiap pertandingan saya selalu berusaha menjabat tangan wasit, dan kali ini pun saya melakukan hal yang sama," kata Balogun.

Ia menambahkan, Piala Dunia menjadi panggung yang disaksikan jutaan orang, termasuk banyak penggemar sepak bola baru di Amerika Serikat, sehingga para pemain harus memberikan teladan yang positif.

Editor : Satria Putra Sejati
#Folarin Balogun #belgia #Amerika Serikat #piala dunia 2026