Kiper PSIM Jogja Cahya Supriadi mengaku mendapat banyak pelajaran berharga setelah sempat masuk dalam provisional skuad Timnas Indonesia senior. Meski belum mendapat kesempatan menjalani debut bersama tim Garuda, pengalaman berlatih bersama para penjaga gawang yang berkarier di Eropa menjadi modal penting bagi perkembangan kariernya.
Dalam pemanggilan tersebut, Cahya berkesempatan berlatih bersama dua kiper andalan Timnas Indonesia, yakni Maarten Paes yang merupakan kiper dari Ajax Amsterdam dan Emil Audero yang saat ini berseragam Cremonese di Liga Italia.
Momen itu dimanfaatkannya untuk menyerap sebanyak mungkin ilmu, baik melalui diskusi maupun pengamatan langsung saat sesi latihan.
Eks kiper Persija Jakarta itu mengungkapkan, dirinya cukup sering berdiskusi dengan Maarten mengenai aspek-aspek teknis sebagai seorang penjaga gawang. Bahkan, menurutnya, kiper senior tersebut beberapa kali memberikan koreksi terhadap teknik yang ia lakukan.
"Saya sering tanya ke Maarten, atau dia yang koreksi saya. Dari posisi yang bagus, kelebihan dan kekurangan saya, sampai hal-hal teknis seperti posisi badan ketika menggapai bola bawah dan lainnya," ujar Cahya, Jumat (3/7).
Tak hanya dari Maarten, kiper asal Karawang, Jawa Barat itu juga memperoleh masukan dari Emil. Menurutnya, Emil memberikan motivasi agar dirinya terus mengembangkan kemampuan karena dinilai memiliki potensi untuk berkembang lebih jauh.
"Termasuk juga dengan Emil. Dia bilang saya harus terus mengembangkan diri, dan dia bilang saya punya potensi," tuturnya.
Bagi kiper berusia 24 tahun itu, pengalaman berada di lingkungan Timnas Indonesia memberikan sudut pandang baru mengenai standar yang harus dimiliki seorang penjaga gawang di level internasional.
Kiper yang didatangkan dari Bekasi FC itu mengaku tak hanya belajar melalui percakapan, tetapi juga dengan mengamati secara langsung bagaimana kedua kiper tersebut menjalani latihan dan mempersiapkan diri sebelum bertanding.
"Saya juga lihat langsung bagaimana mereka berlatih dan bermain. Saya mendapat banyak pelajaran dan tentu akan menerapkannya," katanya.
Cahya sendiri dipastikan kembali mengawal gawang Laskar Mataram di musim depan. musim 2025/2026 lalu, Cahya tercatat tampil sebanyak 32 kali dari total 34 laga. Pemain berusia 23 tahun itu juga berhasil membukukan 107 penyelamatan, satu assist, serta melepas 595 umpan sukses dari 797 percobaan.
General Manager (GM) PSIM Jogja Steven Sunny Salvatore mengungkapkan, keputusan mempertahankan Cahya didasari oleh kontribusi nyata sang pemain di lapangan. Manajemen menilai sang penjaga gawang itu memiliki kualitas mumpuni serta prospek cerah sebagai aset masa depan klub. (pra)
Editor : Heru Pratomo