Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Efek Piala Dunia Tak Sesuai Harapan, Lapangan Kerja Sektor Perhotelan AS Justru Menyusut

Bahana. • Jumat, 3 Juli 2026 | 15:18 WIB
Maple, Zayu dan Clutch resmi menjadi maskot Piala Dunia 2026
Maple, Zayu dan Clutch resmi menjadi maskot Piala Dunia 2026

Harapan bahwa penyelenggaraan Piala Dunia 2026 akan mendorong lonjakan lapangan kerja di sektor pariwisata dan perhotelan Amerika Serikat belum terwujud. Data terbaru menunjukkan jumlah pekerja di sektor restoran, bar, dan hotel justru mengalami penurunan sepanjang Juni.

Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat (Bureau of Labor Statistics/BLS) pada Kamis (3/7) melaporkan sektor rekreasi dan perhotelan kehilangan sekitar 61.000 pekerjaan selama Juni. 
Angka tersebut berbanding terbalik dengan ekspektasi banyak analis yang sebelumnya memperkirakan Piala Dunia akan meningkatkan kebutuhan tenaga kerja.

Secara keseluruhan, ekonomi Amerika Serikat menciptakan 57.000 lapangan kerja baru pada Juni, lebih rendah dari perkiraan pasar. Sementara itu, tingkat pengangguran turun tipis menjadi 4,2 persen.

Ekspektasi Tak Terwujud

Pada laporan sebelumnya, BLS mencatat adanya peningkatan perekrutan tenaga kerja pada Mei, terutama di restoran dan bar yang bersiap menyambut lonjakan pengunjung selama Piala Dunia yang digelar bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Baca Juga: Mengenang 81 Hari dalam Sel Gelap: Ai Weiwei Gelar Teatrikal Live 24 Jam Reka Ulang Interogasi Penjaranya

Bahkan, analis Goldman Sachs sempat memperkirakan turnamen sepak bola terbesar di dunia itu akan menyumbang sekitar 40.000 lapangan kerja tambahan selama Juni.

Namun kenyataannya, tren tersebut justru berbalik. Meski banyak laporan menyebut bar dan tempat hiburan dipadati suporter sepak bola dari berbagai negara, sektor rekreasi dan perhotelan malah mencatat penurunan jumlah pekerja.

Kepala Ekonom ING untuk Amerika Serikat, James Knightley, menyebut sektor rekreasi dan perhotelan menjadi titik terlemah dalam laporan ketenagakerjaan terbaru.

"Ini merupakan kejutan besar mengingat Piala Dunia sedang berlangsung dan bar maupun berbagai tempat hiburan ramai dikunjungi," ujarnya.

Meski demikian, Knightley mengingatkan bahwa sektor tersebut sebelumnya memang sempat mencatat kenaikan sekitar 44.000 pekerjaan pada Mei sehingga sebagian penurunan bisa menjadi koreksi dari lonjakan tersebut.

Prospek Suku Bunga

Laporan BLS juga merevisi turun data penciptaan lapangan kerja pada April dan Mei. Secara gabungan, jumlah pekerjaan yang sebelumnya dilaporkan tercipta pada dua bulan tersebut dikurangi sekitar 74.000 posisi.

Baca Juga: SPMB SMPN di Kulon Progo Kekurangan Murid, Disdikpora Kulon Progo Jelaskan Penyebabnya!

Menurut Knightley, perlambatan pertumbuhan lapangan kerja serta revisi ke bawah tersebut mengindikasikan bahwa peningkatan ketenagakerjaan dalam beberapa bulan terakhir belum tentu menjadi awal dari tren penguatan ekonomi yang berkelanjutan.

Ia menilai kondisi tersebut juga mengurangi kemungkinan bank sentral Amerika Serikat kembali menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.

Pandangan serupa disampaikan Kepala Strategi Investasi Wealth Club, Susannah Streeter. Menurutnya, perlambatan pasar tenaga kerja justru membuka peluang terciptanya kondisi ekonomi yang lebih seimbang atau dikenal sebagai "Goldilocks scenario", yakni ketika ekonomi tidak tumbuh terlalu cepat sehingga memicu inflasi, tetapi juga tidak terlalu lemah hingga mengarah pada resesi.

"Ekspektasi pasar terhadap beberapa kali kenaikan suku bunga mulai memudar. Kini, pasar hanya memperhitungkan satu kali kenaikan suku bunga, itu pun kemungkinan baru terjadi tahun depan," ujarnya.

Editor : Bahana.
#world cup #Amerika Serikat #piala dunia 2026